Hijabagent

Hijabagent
part144


__ADS_3

Di tempat berbeda


Jadi Azzam putra dari Dika dengan wanita $i*****n itu " ,ujar seorang pria yang duduk di kursi menatap kearah jendela


Dunia ini sempit sekali dad, ckckck, wanita yang di nikahi oleh putra Haram mu itu ternyata anak buah mereka " Ujar Wanita yang duduk di sofa samping laki laki itu


Hem, raff hubungi anak itu Daddy ingin memberikan tugas " Ujar Laki pria itu


Tugas, tugas apa dad " ,Tanya seorang pemuda menatap Sang Daddy yang tak lain adalah Rafli Torres


Menculik serta membunuh anaknya sendiri seperti ibunya Yang Sia****n itu " Ujar pria itu dengan menyeringai


Dad, jangan macam macam, mereka semua berbahaya apalagi Ketujuh Wijaya Kusuma belum lagi ,anak anak dirgantara serta ,Azka dan Nugraha alrich lainnya " Ujar Rafli


mereka Ada di sini Rafli sedangkan Yang bersama anak itu Azka dan para anak buahnya, Toh jika memang mereka mengetahui hal itu pasti Dika yang Akan terkena seperti kejadian beberapa tahun lalu, sudah hubungi anak itu cepat " Ujar pria itu


Rafli pun langsung menghubungi nomor orang yang di maksud


Hallo Ada apa " ujar orang di sebrang sana


Daddy ingin bicara dengan mu " Ujar Rafli ia memberikan Handphone miliknya ke sang Daddy


Daddy ada tugas untuk mu " ujar Pria itu dengan suaranya yang Dingin


Apalagi, saya tak mau dad, Sudah cukup " Ujar seorang ditelpon namun langsung di potong oleh pria itu


Terserah tapi nyawa anakmu, yang akan menjadi taruhannya Andika " Ujar Pria itu dengan mengancam


****, apa tugasnya " Ujar Dika


Culik dan bunuh Anak pertama Azka " ujar pria itu dengan menyeringai


Anak pertama Azka " ujar Dika


Ya anak pertama Azka dengan Arsy Wijaya, " Ujar pria itu


Tidak, saya tidak mau, mereka sudah dengan baik hati membebaskan ku Dad, bahkan mereka juga " ,ujar Dika di potong oleh Pria itu


Kau lakukan apa putra mu yang akan menjadi gantinya, Dika , ingat saya bisa melakukan hal itu dengan sangat mudah " Ujar Pria itu menyeringai


Daddy mu ini tidak pernah main main boy, jadi ikuti atau anak dan istrimu itu akan menjadi gantinya " Ujar pria itu


.....


Baik saya akan melakukan nya tapi tolong jangan Celakai mereka berdua " Ujar Dika


tenang lah nak selagi kau menuruti permintaan Daddy mu ini anak dan istri akan baik baik saja " Ujar pria itu


Ada helaan nafas panjang di sebrang telpon


Azka dan Beberapa orang nya akan menuju perusahaan nya, jadi kau pergi menyusup kesana dan culik anak itu bla BLA BLA BLA " ujar pria itu


Baiklah " Jawab. Dika setelah itu mematikan telponnya


Dad apa ini tidak berbahaya, " Ujar wanita yang berada disampingnya


Tidak akan, mereka akan mengira itu ulah anak itu, " Ujar pria itu tersenyum


Arsyla, akan ku tuntut balas bagaimana kau membunuh kakak serta cinta pertama ku " Batin Pria itu

__ADS_1


Aku tau kau mengincar Mereka karena kau ingin menuntut balas atas kematian wanita Ja****Ng itu serta Pria brengsek yang notabene nya adalah kakakmu Sendiri " Batin wanita itu


Sedangkan Di Jakarta


Nak, baba ke ruang rapat dulu, Azzam mau disini atau mau ikut " Ujar Azka


Azzam mau disini aja ba, baba sama Daddy ukas kerja aja gak papa, Azzam berani kok Sendiri " Ujar Azzam dengan senyuman menatap sang ayah


Baiklah, Uncle Andreas sedang keluar beli jajan, jadi Azzam jangan kemana mana ya disini saja, kalau ada apa apa Pencet Jam tangan Nya " Ujar Azka diangguki oleh Azzam


setelah itu Azka Lukas dan bobo pun keluar Namun di Depan pintu mereka bertiga berpas Pasan dengan Andreas


Titip Azzam sebentar " ujar Azka kepada Andreas


Siap bos " Ujar Andreas memberikan hormat kepada bos nya itu


Setelah itu Azka dan yang lain pergi dari sana dan Andreas masuk kedalam


Azzam uncle bawa jajanan ini untuk mu " Ujar Andreas


Terimakasih Uncle " ujar Azzam tersenyum


Andreas tersenyum, mengangguk disaat itu handphone miliknya berdering


Azzam Uncle angkat telepon dulu ya " Ujar Andreas diangguki oleh Azzam


Andreas mengangkat telpon nya membelakangi azzam


Hallo, say ada apa " Ujar Andreas


Apa, oke kamu jangan panik ya aku akan pulang tunggu dirumah jangan panik ya, " Ujar Andreas dia pun langsung berlari kearah lift turun kebawah Dan pergi dari perusahaan


Lah kok aku ditinggal sih, ah uncle Andreas gak asik, pamit gak maen tinggal tinggal aja " Ujar Azzam ia pun


Sedangkan di tempat yang berbeda


apa itu anaknya Azka, " Gumam pria yang duduk di kursi mobil Dengan memangku laptopnya memperlihatkan Vidio Cctv


Aku harus bisa masuk dan menculik anak itu secepatnya jika tidak pria gila itu akan mencelakai anak serta istriku " gumamnya


ia pun bergegas keluar dengan pakaian yang Sudah ia siapkan menjadi tukang kurir pengantar makanan, yang ia dapat sebelum pergi ke perusahaan Azka


ya sebelum nya ia sempat bertemu dengan Andreas di mini market


dan memasang alat nyamuk untuk mengikuti Andreas


Dika pun langsung masuk ke perusahaan itu tanpa ada rasa curiga sedikitpun oleh resepsionis secruty karena Bobo sudah memberikan pesan jika nanti ada Kurir yang akan mengantarkan makan siang untuk mereka dan menyuruh nya mengantarkan makanan itu ke Ruangan Azka langsung


....


Sesampainya di Lantai atas


Nah masuklah bawa makanan itu keruangan tuan Azka, disana ada pak Andreas jadi kau berikan saja padanya " ujar resepsionis itu


Dika pun mengangguk mengerti


Resepsionis pun membalikkan tubuhnya masuk kedalam lift lagi karena ia tidak bisa berlama lama pergi dari tempat perkerjaan Nya


Sedangkan Dika ia pun berjalan kearah Ruangan Azka namun sebelum itu ia sudah Menyiapkan sapu tangan yang sudah ia beri obat bius

__ADS_1


tok tok, permisi " Ujar Dika


Siapa " Ujar Azzam di dalam ruangan


Saya kurir pengantar makanan " Ujar Dika


Azzam pun membuka pintu itu saat pintu sudah terbuka Mata Dika dan mata Azzam bertemu


deg


mata itu " Batin Dika terkejut


Bapak, tolong taruh situ ya " Ujar Azzam ramah


ah iya tuan muda " Ujar Dika seketika sadar


Ia pun langsung masuk kedalam ruangan itu dan menaruh makanan itu ke atas meja setelah itu


Ia berbalik menatap anak itu


ntah seperti merasa tak asing dengan wajah anak laki laki itu namun seketika ia teringat tujuan nya Ia dengan cepat langsung membekap wajah Azzam dengan sapu tangan yang sudah ia beri obat bius


kenapa aku seperti tak asing dengan wajah anak ini " ,ujar Dika Ia menatap wajah bocah itu dengan seksama setelah itu ia menatap kearah jam tangan Yang dipakai Oleh Azzam


Jam tangan GPS , " Gumam Dika ia pun langsung melepaskan jam tangan itu dan langsung menggendong Azzam pergi dari ruangan itu menuju tangga darurat


Papa " Gumam Azzam


hal itu membuat Jantung Dika bergetar


namun detik kemudian Dika langsung sadar ia dengan cepat melangkah keluar dari perusahaan itu tanpa ada yang menyadari bahwa ia sedang membawa seorang anak kecil karena tubuh Azzam di tutupi oleh jaket


sedangkan di Rumah


Kenapa perasaan ku tidak enak " gumam Arsy


kenapa nak " Tanya Syifa


Perasaan ku tak enak Bun, " Lirih Arsy ia pun mengotak ngatik ponselnya menelpon sang suaminya


Namun sama sekali tak dianggat


ia pin menelpon Lukas


Hallo assalamualaikum Bang, mas Azka apa baik baik saja " ujar Arsy dengan khawatir


waAlaikum salam Ia baik baik saja ini kami baru saja beres meeting ada apa de " Ujar Lukas


Perasaan ku tak enak, apa Azzam baik baik saja, dimana dia apa dia bersama dengan kalian aku ingin mendengar suaranya " ujar Arsy


dia ada diruangan dengan Andreas sebentar kami sedang menuju kesana " ujar Lukas


Sedangkan Azka ia pun sejak tadi tidak tenang ia dengan cepat melangkah kearah ruangannya karena saat Arsy menelpon dengan suara yang khawatir itu membuat Azka pun tak tenang


Saat sampai di depan ruangan pintu ruangan itu terbuka


Azzam " Ujar Azka memanggil sang putra ia pun berlari masuk kedalam ruangannya


Nak,Azz " perkataan nya terputus saat ia melihat jam tangan tergeletak di lantai

__ADS_1


Bo hubungi Andreas " Ujar Azka tegas


Lukas, langsung mematikan telponnya ia takut membuat Arsy panik karena Arsy mendengar Azka memanggil sang putra nya dengan suara panik


__ADS_2