
Di tempat berbeda
Jadi Azzam putra dari Dika dengan wanita $i*****n itu " ,ujar seorang pria yang duduk di kursi menatap kearah jendela
Dunia ini sempit sekali dad, ckckck, wanita yang di nikahi oleh putra Haram mu itu ternyata anak buah mereka " Ujar Wanita yang duduk di sofa samping laki laki itu
Hem, raff hubungi anak itu Daddy ingin memberikan tugas " Ujar Laki pria itu
Tugas, tugas apa dad " ,Tanya seorang pemuda menatap Sang Daddy yang tak lain adalah Rafli Torres
Menculik serta membunuh anaknya sendiri seperti ibunya Yang Sia****n itu " Ujar pria itu dengan menyeringai
Dad, jangan macam macam, mereka semua berbahaya apalagi Ketujuh Wijaya Kusuma belum lagi ,anak anak dirgantara serta ,Azka dan Nugraha alrich lainnya " Ujar Rafli
mereka Ada di sini Rafli sedangkan Yang bersama anak itu Azka dan para anak buahnya, Toh jika memang mereka mengetahui hal itu pasti Dika yang Akan terkena seperti kejadian beberapa tahun lalu, sudah hubungi anak itu cepat " Ujar pria itu
Rafli pun langsung menghubungi nomor orang yang di maksud
Hallo Ada apa " ujar orang di sebrang sana
Daddy ingin bicara dengan mu " Ujar Rafli ia memberikan Handphone miliknya ke sang Daddy
Daddy ada tugas untuk mu " ujar Pria itu dengan suaranya yang Dingin
Apalagi, saya tak mau dad, Sudah cukup " Ujar seorang ditelpon namun langsung di potong oleh pria itu
Terserah tapi nyawa anakmu, yang akan menjadi taruhannya Andika " Ujar Pria itu dengan mengancam
****, apa tugasnya " Ujar Dika
Culik dan bunuh Anak pertama Azka " ujar pria itu dengan menyeringai
Anak pertama Azka " ujar Dika
Ya anak pertama Azka dengan Arsy Wijaya, " Ujar pria itu
Tidak, saya tidak mau, mereka sudah dengan baik hati membebaskan ku Dad, bahkan mereka juga " ,ujar Dika di potong oleh Pria itu
Kau lakukan apa putra mu yang akan menjadi gantinya, Dika , ingat saya bisa melakukan hal itu dengan sangat mudah " Ujar Pria itu menyeringai
Daddy mu ini tidak pernah main main boy, jadi ikuti atau anak dan istrimu itu akan menjadi gantinya " Ujar pria itu
.....
Baik saya akan melakukan nya tapi tolong jangan Celakai mereka berdua " Ujar Dika
tenang lah nak selagi kau menuruti permintaan Daddy mu ini anak dan istri akan baik baik saja " Ujar pria itu
Ada helaan nafas panjang di sebrang telpon
Azka dan Beberapa orang nya akan menuju perusahaan nya, jadi kau pergi menyusup kesana dan culik anak itu bla BLA BLA BLA " ujar pria itu
Baiklah " Jawab. Dika setelah itu mematikan telponnya
Dad apa ini tidak berbahaya, " Ujar wanita yang berada disampingnya
Tidak akan, mereka akan mengira itu ulah anak itu, " Ujar pria itu tersenyum
Arsyla, akan ku tuntut balas bagaimana kau membunuh kakak serta cinta pertama ku " Batin Pria itu
__ADS_1
Aku tau kau mengincar Mereka karena kau ingin menuntut balas atas kematian wanita Ja****Ng itu serta Pria brengsek yang notabene nya adalah kakakmu Sendiri " Batin wanita itu
Sedangkan Di Jakarta
Nak, baba ke ruang rapat dulu, Azzam mau disini atau mau ikut " Ujar Azka
Azzam mau disini aja ba, baba sama Daddy ukas kerja aja gak papa, Azzam berani kok Sendiri " Ujar Azzam dengan senyuman menatap sang ayah
Baiklah, Uncle Andreas sedang keluar beli jajan, jadi Azzam jangan kemana mana ya disini saja, kalau ada apa apa Pencet Jam tangan Nya " Ujar Azka diangguki oleh Azzam
setelah itu Azka Lukas dan bobo pun keluar Namun di Depan pintu mereka bertiga berpas Pasan dengan Andreas
Titip Azzam sebentar " ujar Azka kepada Andreas
Siap bos " Ujar Andreas memberikan hormat kepada bos nya itu
Setelah itu Azka dan yang lain pergi dari sana dan Andreas masuk kedalam
Azzam uncle bawa jajanan ini untuk mu " Ujar Andreas
Terimakasih Uncle " ujar Azzam tersenyum
Andreas tersenyum, mengangguk disaat itu handphone miliknya berdering
Azzam Uncle angkat telepon dulu ya " Ujar Andreas diangguki oleh Azzam
Andreas mengangkat telpon nya membelakangi azzam
Hallo, say ada apa " Ujar Andreas
Apa, oke kamu jangan panik ya aku akan pulang tunggu dirumah jangan panik ya, " Ujar Andreas dia pun langsung berlari kearah lift turun kebawah Dan pergi dari perusahaan
Lah kok aku ditinggal sih, ah uncle Andreas gak asik, pamit gak maen tinggal tinggal aja " Ujar Azzam ia pun
Sedangkan di tempat yang berbeda
apa itu anaknya Azka, " Gumam pria yang duduk di kursi mobil Dengan memangku laptopnya memperlihatkan Vidio Cctv
Aku harus bisa masuk dan menculik anak itu secepatnya jika tidak pria gila itu akan mencelakai anak serta istriku " gumamnya
ia pun bergegas keluar dengan pakaian yang Sudah ia siapkan menjadi tukang kurir pengantar makanan, yang ia dapat sebelum pergi ke perusahaan Azka
ya sebelum nya ia sempat bertemu dengan Andreas di mini market
dan memasang alat nyamuk untuk mengikuti Andreas
Dika pun langsung masuk ke perusahaan itu tanpa ada rasa curiga sedikitpun oleh resepsionis secruty karena Bobo sudah memberikan pesan jika nanti ada Kurir yang akan mengantarkan makan siang untuk mereka dan menyuruh nya mengantarkan makanan itu ke Ruangan Azka langsung
....
Sesampainya di Lantai atas
Nah masuklah bawa makanan itu keruangan tuan Azka, disana ada pak Andreas jadi kau berikan saja padanya " ujar resepsionis itu
Dika pun mengangguk mengerti
Resepsionis pun membalikkan tubuhnya masuk kedalam lift lagi karena ia tidak bisa berlama lama pergi dari tempat perkerjaan Nya
Sedangkan Dika ia pun berjalan kearah Ruangan Azka namun sebelum itu ia sudah Menyiapkan sapu tangan yang sudah ia beri obat bius
__ADS_1
tok tok, permisi " Ujar Dika
Siapa " Ujar Azzam di dalam ruangan
Saya kurir pengantar makanan " Ujar Dika
Azzam pun membuka pintu itu saat pintu sudah terbuka Mata Dika dan mata Azzam bertemu
deg
mata itu " Batin Dika terkejut
Bapak, tolong taruh situ ya " Ujar Azzam ramah
ah iya tuan muda " Ujar Dika seketika sadar
Ia pun langsung masuk kedalam ruangan itu dan menaruh makanan itu ke atas meja setelah itu
Ia berbalik menatap anak itu
ntah seperti merasa tak asing dengan wajah anak laki laki itu namun seketika ia teringat tujuan nya Ia dengan cepat langsung membekap wajah Azzam dengan sapu tangan yang sudah ia beri obat bius
kenapa aku seperti tak asing dengan wajah anak ini " ,ujar Dika Ia menatap wajah bocah itu dengan seksama setelah itu ia menatap kearah jam tangan Yang dipakai Oleh Azzam
Jam tangan GPS , " Gumam Dika ia pun langsung melepaskan jam tangan itu dan langsung menggendong Azzam pergi dari ruangan itu menuju tangga darurat
Papa " Gumam Azzam
hal itu membuat Jantung Dika bergetar
namun detik kemudian Dika langsung sadar ia dengan cepat melangkah keluar dari perusahaan itu tanpa ada yang menyadari bahwa ia sedang membawa seorang anak kecil karena tubuh Azzam di tutupi oleh jaket
sedangkan di Rumah
Kenapa perasaan ku tidak enak " gumam Arsy
kenapa nak " Tanya Syifa
Perasaan ku tak enak Bun, " Lirih Arsy ia pun mengotak ngatik ponselnya menelpon sang suaminya
Namun sama sekali tak dianggat
ia pin menelpon Lukas
Hallo assalamualaikum Bang, mas Azka apa baik baik saja " ujar Arsy dengan khawatir
waAlaikum salam Ia baik baik saja ini kami baru saja beres meeting ada apa de " Ujar Lukas
Perasaan ku tak enak, apa Azzam baik baik saja, dimana dia apa dia bersama dengan kalian aku ingin mendengar suaranya " ujar Arsy
dia ada diruangan dengan Andreas sebentar kami sedang menuju kesana " ujar Lukas
Sedangkan Azka ia pun sejak tadi tidak tenang ia dengan cepat melangkah kearah ruangannya karena saat Arsy menelpon dengan suara yang khawatir itu membuat Azka pun tak tenang
Saat sampai di depan ruangan pintu ruangan itu terbuka
Azzam " Ujar Azka memanggil sang putra ia pun berlari masuk kedalam ruangannya
Nak,Azz " perkataan nya terputus saat ia melihat jam tangan tergeletak di lantai
__ADS_1
Bo hubungi Andreas " Ujar Azka tegas
Lukas, langsung mematikan telponnya ia takut membuat Arsy panik karena Arsy mendengar Azka memanggil sang putra nya dengan suara panik