
Skip
Keesokan paginya, Setelah selesai Sholat subuh
Arsy keluar dari kamar dan berjalan turun kebawah Azka yang baru saja Pulang bersama para pria menatap kearah Arsy
Sayang mau kemana " Tanya Azka tatkala Melihat Arsy turun dengan Membawa tas kecil
Mau kepasar pagi mas, belanja untuk di restoran sama didapur " Ujar Arsy lembut
Sendiri " Tanya Sean
Mana mungkin aku di izinkan mereka ber5 untuk pergi sendiri mas, Aku akan pergi dengan Bibik dan 2 Orang yang berkerja di Restoran " Ujar Arsy
Mas ikut " Ujar Azka
Gak usah mas toh cuman sebentar, lagi pula kamu harus banyak istrahat untuk besok operasi, dan Nanti juga kan mereka semua datang, aku hanya membeli beberapa belanjaan " Ujar Arsy yang membujuk Azka tak ikut
Biar aku saja yang ikut " Ujar Seorang yang berada di atas tangga
Aku ikut hon " Ujar Sean tak mau kalah
Terus anak kau siapa yang jaga Hon " Ujar Selena menatap Sang suami
Sean menghela nafas panjang
Baiklah aku akan dirumah, tapi ingat ho" Ujar Sean belum Sempat menyelesaikan perkataannya sudah dipotong oleh Selena
Aku sudah memiliki anak Sean , " Ujar Selena menekan setiap kata
Sean menyengir
Ya sudah, sebaiknya kita berangkat, Aku tunggu kau diluar Len " Ujar Arsy diangguki oleh Selena
Ya aku tak ambil tas ku dulu " Ujar Selena dan berjalan ke atas menuju kamarnya
Sayang, yakin gak mau mas temenin" Ujar Azka lirih
Yakin mas, toh cuman kepasar ini " Ujar Arsy tersenyum di balik niqabnya
Bagaimana kalau saya saja yang menjaga Nyonya, Tuan " Ujar Bobo
Seperti nya aku hanya Belanja sayuran Bobo, bukan alat untuk berperang jadi tak perlu menjaga atau mengawal " Ujar Arsy terkekeh
Tak lama Selena sudah berada disamping nya
Ayo " Ujar Selena Diangguki oleh Arsy
Ayo bik, Kami berangkat Assalamualaikum " Ujar Arsy di ikuti oleh Selena
di depan pintu
Kita baik motor aja, Bibik Sama Mereka berdua Naik mobil Pick up Aja " Ujar Arsy
baik Non" Ujar Bibik
Ayo Len, kita naik motor itu" ujar Arsy
Let's go Baby" ujar selena semangat
Didalam mansion
Saya akan mengikuti nyonya tuan" ujar Enzi yang mengerti kegundahan hati bosnya itu
Pergilah, rekam semua kegiatan mereka " Ujar Sean diangguki oleh Enzi ia pun segera keluar dari Rumah itu menyusul Mereka
Malvin Hendra dan Hendry hanya menggelengkan kepalanya saja
Kau terlalu Posesif bang " Ujar Hendru
__ADS_1
Aku takut jika Kakakmu, kenapa kenapa ndru " Ujar Azka
membuat mereka terkekeh
itu tidak akan terjadi, " Ujar Hendra
...----------------...
Sejuknya bie, huh " ujar selena menikmati udara segar di pagi hari
tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di pasar
Kalian Bertiga belanja Kebutuhan restoran, bibik dengan ku dan Selena, Belanja kebutuhan Dapur " Ujar Arsy
Baik Non " Ujar mereka
Mereka pun berpencar
Non bibik cari bawang bawang dulu ya " Ujar Sang bibik
Baik bik, aku tak kesana Cari lauk dulu " Ujar Syaci diangguki oleh bibik
Selena dan Arsy pun berjalan ketempat pasar ikan
Wih, bie ini Ikannya masih fress dan Besar besar, " Ujar Selena tersenyum
Ya jelas dong, tuh liat nelayan langsung Mengoper hasil tangkapan mereka ke si penjual, disini sistemnya begitu, jika Hasil penangkapan harus segera dijual dan si penjual langsung di dagangkan agar kualitas sayuran atau ikan seperti ini masih fress " Ujar Arsy diangguki oleh Selena
Mang Din, Sila mintak Ikan Tuna nya ya " Ujar Arsy
berapa neng kayak biasanya " Ujar Si penjualan
5 Kali lipatnya mang " Ujar Arsy
Tumben neng lagi ada acara ya " Ujar Si mamang
kebetulan Keluarga lagi kumpul" Ujar Arsy
Bie, udang itu juga mau " Ujar Selena
ah tidak a' bibik sedang belanja yang lain ini saya di temani oleh Kakak saya dan Saudara suami saya " Ujar Arsy yang melihat Enzi berjalan kearah mereka
Suami, " Ujar Pria itu
Ekhem, Bie Apa butuh bantuan " Ujar Enzi
Ah tidak, Enz , tapi boleh juga mintak kau telponkan mas Azka dia ingin lauk apa nanti " Ujar Arsy
Baik, saya akan Menelpon suami kau dulu , " Ujar Enzi
Ku pastikan, Azka Tidak akan diam dirumah menunggu " Ujar Selena berbisik
Maaf a' Saya duluan assalamualaikum " ujar Arsy ia pun menarik Tangan Selena pergi
Neng arsila tunggu " ujar pemuda itu ia ingin mengejar Arsy namun Enzi lebih dulu menahan nya
Jaga sikap anda, Dia sudah memiliki suami " ujar Enzi tajam
Bukankah selama ini dia janda anak satu sejak kapan dia sudah menikah " Ujar Pria itu
Istriku tidak pernah menjanda, aku dengan nya masih sah Kami tidak pernah bercerai ," Ujar Seseorang yang berada di telpon itu yang memang sengaja di lospeker
oleh Enzi
pria itu terkejut, namun dia bisa merubah rasa terkejutnya dengan sebuah senyuman menyeringai
Ampir 3 Tahun Sila tinggal disini dan selama itu dia membesarkan anaknya sendiri, aku tau pastinya kau memaksa dia agar kembali kepada anda, dengan beralaasan anak " Ujar pria itu sengit
Kau " Ujar Enzi naik pitam, Ia langsung meninju pria itu membuat pasar yang tadi ramai sibuk dengan urusan masing masing menjadi Riuh karena Enzi menghajar pria itu
__ADS_1
Bre*gsek kau , " Ujar Enzi Ingin melayangkan tinjunya namun Suara Yang ia kenal menghentikan aksinya
Denzio Hentikan " Ujar Suara lembut namun tegas membuat Laki laki itu diam ia menghempaskan tubuh pria itu
Sayang Pulang sekarang " Ujar Azka yang masih terhubung dengan Hp Enzi,Dan didengar oleh Mereka
Arsy menghela nafasnya
Bik, bibik yang belanja sendiri gak papa kan " Ujar Arsy menatap wanita paruh baya yang ada disampingnya
Tak apa Non, sebaik nona berdua pulang saja " Ujar Bibik diangguki oleh Selena Dan Arsy
Ayo, pengacau pulang" Ujar Selena menarik kerah baju Enzi
Duh nyonya, jangan seperti ini, dia yang mulai duluan yang " celoteh Enzi
Diam Enz" Ujar Arsy dingin
mereka keluar dari pasar dan pergi dari sana
Sesampainya dirumah Arsy masuk lewat belakang membawa belanjaan yang beberapa ia beli tadi
Diruang tamu
Dimana Istriku enzi " tanya Azka
Dia lewat belakang " Ujar Enzi
hanya diangguki oleh Azka, iapun menjalankan kursi roda nya kearah dapur
Saat dia sudah sampai di ujung dapur Ada pergerakan kecil dari belakang
Baba, jangan marahi Umma, Umma pasti sekarang sedang kesal " Ujar Anak kecil itu menghampiri Azka
Baba tidak akan memarahi umma Nak, hanya ingin bertemu dan memastikan umma nya Azzam baik baik saja " Ujar Azka tersenyum mengelus Kepala sang putra
Sedangkan di dapur Arsy Diam, ia mengeluarkan barang nya dan menaruh barang itu ke kulkas
Nona kenapa, tidak biasanya Nona diam seperti ini dan lagi suasananya kok jadi merinding gini sih " Bisik pelayan itu ke temannya
Sssttt " Ujar temannya
Kalian keluar lah sebentar " Ujar Azka yang baru masuk kedapur namun masih mendengar bisikan Pelayan itu
Baik tuan " Ujar mereka dan keluar dari dapur
Azka berdiri dari kursinya dan tertatih tatih berjalan kearah Sang istri yang sibuk memasukkan belanjaan dikulkas
Sayang maaf" Ujar Azka lirih ia duduk dilantai memeluk sang istri dengan lembut
Sayang jangan diam, maafin mas pria itu yang " Ujar Azka terpotong dengan perkataan Arsy
Aku tau mas kamu berfikir aku akan berpaling, jika memang aku ingin sudah sejak dulu aku berpaling dengan laki laki lain, " Ujar Arsy
Ia melepaskan pelukannya dan berjalan tanpa menoleh sang suami ia berjalan keluar
jangan temui aku, sebelum hati mu benar-benar yakin atas diriku " Ujar Arsy pergi dari sana
Arggggh, Azka kenapa kau bodoh sekali sih, Sudah tau istrimu lebih sensitif sekarang ini " rutuk Azka dengan mengacak rambutnya kasar ia berdiri dan tertatih tatih berjalan kearah Kursi roda
ia pun menjalankan kursi roda nya kearah pintu dapur
Boy kamu masih disini " Ujar Azka terkejut melihat sang putra masih didepan pintu dapur
Umma menangis Baba, Baba tidak menepati janji baba " Ujar Azzam dingin
Membuat Azka menelan Selvianya dengan susah
tatapan tajam yang dimiliki sang putra sama dengan tatapan milik Arsy padahal mereka tak sedarah
__ADS_1
Baba mintak maaf nak, " Ujar Azka menunduk
Umma bilang Umma butuh istirahat jangan diganggu " Ujar Azzam berlalu pergi dari hadapan Azka