
ke esokan paginya
egh, " Eluhan Arsy, ia membuka matanya perlahan
Selamat pagi sayang, umma " Ujar Azka dan Azzam berbarengan tersenyum lembut menatap wajah wanita yang baru saja membuka matanya
Selamat pagi juga " Ujar Arsy tersenyum lembut menatap dua laki laki yang menatapnya dengan senyuman
Arsy bangun dari tidurnya bersender di Tepi kasur
Azka dengan gesit memberikan air putih untuk sang istri
Terimakasih mas " Ucap Arsy tersenyum
jangan berterimakasih sayang ini hanya hal kecil " Ujar Azka ia menatap sang putranya dengan mata berkedip
Kami mencintai umma cup " Ujar mereka mencium pipi arsy, membuat ia terkejut
tok tok " Ketukan pintu terdengar
sebentar " Ujar Azka ia pun ingin berdiri namun Azzam menghalangi nya
biar Azzam aja ba, " Ujar Azzam ia pun turun dari ranjang menuju pintu
Saat pintu sudah dibuka
Ada apa Anty meta " tanya Azzam
ah, baba ada nak, " Ujar meta menatap Azzam
ada baba sedang menemani Umma, apa ada hal penting " Ujar Azzam tersenyum kepada meta namun saat matanya menatap beberapa pria yang ada dibelakang meta ia langsung merubah ekspresi wajah nya
iya sayang, tolong panggilkan baba ya suruh kebawah sebentar, " Ujar meta
baiklah, nanti aku akan mengatakan nya kepada baba anty " Ujar Azzam
Terimakasih boy, " Ujar meta
Apa Abi papi dan yang lain boleh bertemu dengan Umma mu nak " Lirih Salah satu dari ke 10 laki laki itu menatap Azzam
aku tak mau mengambil resiko jika ummaku kenapa kenapa lagi, " Ujar Azzam dingin
Aku akan mengatakan pada baba, permisi " Ujar Azzam ia pun langsung menutup pintunya kembali dan masuk kedalam kamar
Ada siapa nak " Tanya Azka
Umma mandi ba " tanya Azzam ia tak membalas perkataan sang ayah
Azka mengagguk
Baba, dipanggil suruh kebawah, " Ujar Azzam diangguki oleh Azka
baik, Azzam jaga Umma jangan suruh turun atau keluar dari kamar terlebih dahulu " Ujar Azka
diangguki oleh Azzam
Azka pun berdiri, Azzam dengan gesit memberikan tongkat yang ia minta dari dokter Fani untuk ayah nya
Terimakasih boy, " Ujar Azka
sama sama baba, " Ujar Azzam
Azka turun tangga matanya menatap Keluarga besar nya Disana sudah memakai baju rapi dan Koper pun sudah ada disana
__ADS_1
Kalian mau kemana " Tanya Azka
Sebaiknya kami kembali ke Jakarta Ka, " Ujar Arfan
Ya nak, ini demi Bie juga jika kami masih disini kami takut dia semakin tertekan " Ujar Daniel lirih
Azka menghela nafas nya berat memang ini adalah posisi yang sangat sulit
Disatu sisi ia ingin keluarganya berkumpul dan disatu sisi kondisi sang istri yang masih belum setabil malah akan membahayakan mental dan dirinya
Maaf " Ujar Azka lirih dengan kepala menunduk
Daniel menghampiri Menantunya itu dan memeluk nya
Tidak nak, jangan meminta maaf, ini bukan salahmu " Ujar Daniel
tapi ba, seharusnya " Ujar Azka dipotong oleh Eliza sang mama
Nak semua butuh proses, setidaknya saat ini kalian sudah berkumpul dan dia bisa menerima mu walaupun demi Azzam jadi pertahankan nak, " Ujar Eliza
Iya boy, Kami titip mereka berdua, bahagiakan dia " Ujar Dania
Arkansas maju matanya terus menatap bocah kecil yang berada dibawah tangga
Ia menjongkok menatap anak itu
Maaf, hanya itu yang bisa ayah katakan nak, Kamu adalah anak yang berbakti ayah bangga dengan mu, teruslah menjadi kebanggaan ayah, dan menggenggam tangan umma mu, " Ujar Arkans dengan mengelus pucuk kepala sang putra
Azzam berkaca-kaca matanya menatap arkans
Ia langsung memeluk leher Arkansas
Ayah, ayah juga maafin Azzam sama umma kan " dengan suara tercekat nya
Kamu hebat, kamu menjaga umma dengan sangat amat baik, bunda bangga dengan bang Azzam , Umma, umma juga tidak bersalah nak, hanya saja mungkin kesalah pahaman itu menjadi masalah terbesar dan membuat Umma seperti ini, Sudah jangan menangis lagi jagoan " Ujar Arlen
......
setelah bercakap-cakap mereka pun pamit pergi
......
dikamar
Mas, Azzam mana " Tanya Bie
Oh dia sedang bermain dengan Angga " Ujar Azka ia duduk di sofa dimana sang istri duduk
Oh, kayaknya tadi rame banget ada apa ya " Ujar Bie
ya, Ia akan lupa kejadian dimana ia sempat drob kemarin karena Sheyla telah menyuntikkan nya
Oh, itu " saat Azka ingin membuka suara pintu diketuk dari luar
Sebentar Sayang, mas buka pintu dulu " Ujar Azka ia pun berjalan kearah pintu itu dalam hatinya bersyukur Karena ia tak harus berbohong dengan sang istri
saat dibuka ternya Azzam
Ba, ada tamu dibawah, namanya om barra, sama Dokter Daryanto " Ujar Azzam
Oh, baiklah nak, nanti baba kebawah " Ujar Azka
Diangguki Azzam ia pun pamit kebawah duluan sedangkan Azka ia masuk kembali
__ADS_1
Siapa mas " Tanya Arsy
Azzam, sayang dia bilang kalau barra dan dokter Daryanto sudah sampai , mas mau kebawah dulu ya nemuin mereka " Ujar Azka
ikut mas " Ujar Arsy ia berdiri dari sofa menghampiri sang Suami
Pelan pelan jalannya " Ujar Arsy lembut dengan memegang Tangan sang suami
Azka tersenyum menatap sang istri dan cup
Oh my God, bang Azka bisa kah tidak mencium Kakak jangan di luar kamar " Teriak Seorang gadis yang berada dibelakang mereka berdua
dan kamu bisakah tidak berteriak dengan ku, aku ini abangmu " Ujar Azka tajam
Nikah makanya biar gak iri " Ledek Melia terkekeh
Ish dah, " Ujar Melva kesal ia merengut bibir nya
umur mu tidak pantas merajuk melva " Ujar Hena
saat mereka sudah sampai dibawah ,
Azka " Ujar Daryanto ia langsung bersalaman dengan Azka sedangkan Lelaki yang disamping Daryanto
matanya menatap kearah belakang
Matamu barr, dia adikku " Ujar Arsy tajam karena ia sadar sejak ditangga Barra menatap adiknya itu
eh maaf Nona, maaf " Ujar Barra kelagapan
Melva yang mendengar suara yang menurut nya familiar langsung menoleh ke depan
loh, " Ujar Melva kaget
ekhem, Melva " Tegur Malvin
Eh bang dia orangnya " Ujar Melva membuat mereka bingung
maksud mu apa " Ujar Hendra mereka menatap Kearah Melva dengan bingung
dia laki laki yang akan melamar ku Lusa " Ujar Melva membuat hendru yang tadi sedang meminum minuman nya langsung tersedak
bisa dijelaskan Barrack " Ujar Azka
eh, iya tuan maaf sebelumnya, sayang, jadi kakakmu yang kamu maksud itu Nona Arsy " Ujar Barra
sayang sayang belum sah woy " Ujar meta
Meta " Tegur Arsy membuat Meta diam
iya dia adikku, adik angkat ku " Ujar Arsy
Barra menelan Selvianya dengan susah payah matanya melirik Kearah Azka
Kenape natap saya " Ujar Azka dingin
Eh tuan gak papa kan ya " Ujar Barra gugup
Gak papa gimana " Ujar Azka
ya kalau aku nikahin adik ipar tuan " Ujar Barra
Kau tanya saya, sedangkan ada yang lebih berhak dari saya Ada Abang kandungnya ada kakak kakaknya " Ujar Azka cuek
__ADS_1
Eh iya iya " Ujar Barra menggaruk kepalanya yang tak gatal