Hijabagent

Hijabagent
part135


__ADS_3

ke esokan paginya


egh, " Eluhan Arsy, ia membuka matanya perlahan


Selamat pagi sayang, umma " Ujar Azka dan Azzam berbarengan tersenyum lembut menatap wajah wanita yang baru saja membuka matanya


Selamat pagi juga " Ujar Arsy tersenyum lembut menatap dua laki laki yang menatapnya dengan senyuman


Arsy bangun dari tidurnya bersender di Tepi kasur


Azka dengan gesit memberikan air putih untuk sang istri


Terimakasih mas " Ucap Arsy tersenyum


jangan berterimakasih sayang ini hanya hal kecil " Ujar Azka ia menatap sang putranya dengan mata berkedip


Kami mencintai umma cup " Ujar mereka mencium pipi arsy, membuat ia terkejut


tok tok " Ketukan pintu terdengar


sebentar " Ujar Azka ia pun ingin berdiri namun Azzam menghalangi nya


biar Azzam aja ba, " Ujar Azzam ia pun turun dari ranjang menuju pintu


Saat pintu sudah dibuka


Ada apa Anty meta " tanya Azzam


ah, baba ada nak, " Ujar meta menatap Azzam


ada baba sedang menemani Umma, apa ada hal penting " Ujar Azzam tersenyum kepada meta namun saat matanya menatap beberapa pria yang ada dibelakang meta ia langsung merubah ekspresi wajah nya


iya sayang, tolong panggilkan baba ya suruh kebawah sebentar, " Ujar meta


baiklah, nanti aku akan mengatakan nya kepada baba anty " Ujar Azzam


Terimakasih boy, " Ujar meta


Apa Abi papi dan yang lain boleh bertemu dengan Umma mu nak " Lirih Salah satu dari ke 10 laki laki itu menatap Azzam


aku tak mau mengambil resiko jika ummaku kenapa kenapa lagi, " Ujar Azzam dingin


Aku akan mengatakan pada baba, permisi " Ujar Azzam ia pun langsung menutup pintunya kembali dan masuk kedalam kamar


Ada siapa nak " Tanya Azka


Umma mandi ba " tanya Azzam ia tak membalas perkataan sang ayah


Azka mengagguk


Baba, dipanggil suruh kebawah, " Ujar Azzam diangguki oleh Azka


baik, Azzam jaga Umma jangan suruh turun atau keluar dari kamar terlebih dahulu " Ujar Azka


diangguki oleh Azzam


Azka pun berdiri, Azzam dengan gesit memberikan tongkat yang ia minta dari dokter Fani untuk ayah nya


Terimakasih boy, " Ujar Azka


sama sama baba, " Ujar Azzam


Azka turun tangga matanya menatap Keluarga besar nya Disana sudah memakai baju rapi dan Koper pun sudah ada disana

__ADS_1


Kalian mau kemana " Tanya Azka


Sebaiknya kami kembali ke Jakarta Ka, " Ujar Arfan


Ya nak, ini demi Bie juga jika kami masih disini kami takut dia semakin tertekan " Ujar Daniel lirih


Azka menghela nafas nya berat memang ini adalah posisi yang sangat sulit


Disatu sisi ia ingin keluarganya berkumpul dan disatu sisi kondisi sang istri yang masih belum setabil malah akan membahayakan mental dan dirinya


Maaf " Ujar Azka lirih dengan kepala menunduk


Daniel menghampiri Menantunya itu dan memeluk nya


Tidak nak, jangan meminta maaf, ini bukan salahmu " Ujar Daniel


tapi ba, seharusnya " Ujar Azka dipotong oleh Eliza sang mama


Nak semua butuh proses, setidaknya saat ini kalian sudah berkumpul dan dia bisa menerima mu walaupun demi Azzam jadi pertahankan nak, " Ujar Eliza


Iya boy, Kami titip mereka berdua, bahagiakan dia " Ujar Dania


Arkansas maju matanya terus menatap bocah kecil yang berada dibawah tangga


Ia menjongkok menatap anak itu


Maaf, hanya itu yang bisa ayah katakan nak, Kamu adalah anak yang berbakti ayah bangga dengan mu, teruslah menjadi kebanggaan ayah, dan menggenggam tangan umma mu, " Ujar Arkans dengan mengelus pucuk kepala sang putra


Azzam berkaca-kaca matanya menatap arkans


Ia langsung memeluk leher Arkansas


Ayah, ayah juga maafin Azzam sama umma kan " dengan suara tercekat nya


Kamu hebat, kamu menjaga umma dengan sangat amat baik, bunda bangga dengan bang Azzam , Umma, umma juga tidak bersalah nak, hanya saja mungkin kesalah pahaman itu menjadi masalah terbesar dan membuat Umma seperti ini, Sudah jangan menangis lagi jagoan " Ujar Arlen


......


setelah bercakap-cakap mereka pun pamit pergi


......


dikamar


Mas, Azzam mana " Tanya Bie


Oh dia sedang bermain dengan Angga " Ujar Azka ia duduk di sofa dimana sang istri duduk


Oh, kayaknya tadi rame banget ada apa ya " Ujar Bie


ya, Ia akan lupa kejadian dimana ia sempat drob kemarin karena Sheyla telah menyuntikkan nya


Oh, itu " saat Azka ingin membuka suara pintu diketuk dari luar


Sebentar Sayang, mas buka pintu dulu " Ujar Azka ia pun berjalan kearah pintu itu dalam hatinya bersyukur Karena ia tak harus berbohong dengan sang istri


saat dibuka ternya Azzam


Ba, ada tamu dibawah, namanya om barra, sama Dokter Daryanto " Ujar Azzam


Oh, baiklah nak, nanti baba kebawah " Ujar Azka


Diangguki Azzam ia pun pamit kebawah duluan sedangkan Azka ia masuk kembali

__ADS_1


Siapa mas " Tanya Arsy


Azzam, sayang dia bilang kalau barra dan dokter Daryanto sudah sampai , mas mau kebawah dulu ya nemuin mereka " Ujar Azka


ikut mas " Ujar Arsy ia berdiri dari sofa menghampiri sang Suami


Pelan pelan jalannya " Ujar Arsy lembut dengan memegang Tangan sang suami


Azka tersenyum menatap sang istri dan cup


Oh my God, bang Azka bisa kah tidak mencium Kakak jangan di luar kamar " Teriak Seorang gadis yang berada dibelakang mereka berdua


dan kamu bisakah tidak berteriak dengan ku, aku ini abangmu " Ujar Azka tajam


Nikah makanya biar gak iri " Ledek Melia terkekeh


Ish dah, " Ujar Melva kesal ia merengut bibir nya


umur mu tidak pantas merajuk melva " Ujar Hena


saat mereka sudah sampai dibawah ,


Azka " Ujar Daryanto ia langsung bersalaman dengan Azka sedangkan Lelaki yang disamping Daryanto


matanya menatap kearah belakang


Matamu barr, dia adikku " Ujar Arsy tajam karena ia sadar sejak ditangga Barra menatap adiknya itu


eh maaf Nona, maaf " Ujar Barra kelagapan


Melva yang mendengar suara yang menurut nya familiar langsung menoleh ke depan


loh, " Ujar Melva kaget


ekhem, Melva " Tegur Malvin


Eh bang dia orangnya " Ujar Melva membuat mereka bingung


maksud mu apa " Ujar Hendra mereka menatap Kearah Melva dengan bingung


dia laki laki yang akan melamar ku Lusa " Ujar Melva membuat hendru yang tadi sedang meminum minuman nya langsung tersedak


bisa dijelaskan Barrack " Ujar Azka


eh, iya tuan maaf sebelumnya, sayang, jadi kakakmu yang kamu maksud itu Nona Arsy " Ujar Barra


sayang sayang belum sah woy " Ujar meta


Meta " Tegur Arsy membuat Meta diam


iya dia adikku, adik angkat ku " Ujar Arsy


Barra menelan Selvianya dengan susah payah matanya melirik Kearah Azka


Kenape natap saya " Ujar Azka dingin


Eh tuan gak papa kan ya " Ujar Barra gugup


Gak papa gimana " Ujar Azka


ya kalau aku nikahin adik ipar tuan " Ujar Barra


Kau tanya saya, sedangkan ada yang lebih berhak dari saya Ada Abang kandungnya ada kakak kakaknya " Ujar Azka cuek

__ADS_1


Eh iya iya " Ujar Barra menggaruk kepalanya yang tak gatal


__ADS_2