Hijabagent

Hijabagent
part73


__ADS_3

sudah 3bulan Arsy sadar dan sudah 3 bln jg iya membohongi suaminya


" kak Gita hari ini aku akan ke markas untuk menemui fara"@ ujar Arsy


" tapi nona nona masih"@ ujar Gita dipotong oleh Arsy


" aku sudah meminta izin kepada mama semalam Dy mengizinkan ku asal aku dengan mu dan tetap dikursi roda ini "@ ujar Arsy


sebenarnya Dy sudah bisa berjalan tapi entah kenapa jika Dy terlalu lelah Dy akan merasakan sakit di bagian dadanya jika mama eliza bilang itu efek tembakan waktu lalu


"huft baik lah nona "@ ujar Gita


" ya sudah hayuk kita pergi aku sudah mengurus cctv jadi suamiku tak kan mengetahui dalam waktu dekat"@ ujar Arsy


Dy pun sudah meminta para Abang dan kakaknya di Amsterdam untuk membuat Azka sibuk dengan kegiatan nya agar Azka tak menghubungi tiap waktu


" ya nona mari"@ ujar gita


mereka pun turun


" ingin kemana kalian berdua "@ ujar bunda menghampiri Arsy


"ingin keluar sebentar Bun nyari udara selama ini kan bie hanya di rumah saja tak kemana" bosen bun"@ ujar Arsy


" baiklah bunda temenin ya"@ ujar sang bunda


" tak usah Bun aku bersama kak Gita saja bunda bukannya mau kekantor kan jadi pergi lah "@ ujar Arsy


" tapi sayang bunda ingin menemani mu bunda khawatir "@ ujar bunda


" tak usah Bun bie bisa sendiri apalagi ada kak Gita yg menemani dan menjagaku dan nanti jg Abang armanza jg akan menyusul ku jadi bunda tak perlu khawatir"@ ujar Arsy


" baik lah jika ada apa" langsung kabari bunda ya sayang"@ ujar bunda


"siap bunda ku "@ ujar Arsy tesenyum


mereka pun langsung pergi namun sebelum itu


ketika keluar gerbang


" kak Gita kita harus mengecoh orang" bunda yg ada di belakang"@ ujar Arsy karena Dy tau bundanya menyuruh orang" nya untuk mengikuti nya


" baik nona "@ ujar Gita Dy pun menancap gas mobilnya sebelumnya Dy sudah menghubungi anak buah ny untuk membantu mengecoh suruhan Syifa


sampai dimarkas


" selamat siang ketua Gita"@ ujar bodyguard yg membukakan pintu gerbang


" selamat siang pak"@ ujarnya


mereka semua sempat ingin bertanya siapa wanita berniqab yg berada di samping ketuanya tapi di urungkan


ya selama Sadar dari komanyady memutuskan untuk berniqab untuk menutupi wajahnya karena permintaan sang suami dulu saat ia koma



saat mobil sudah terparkir Gita keluar dan mengambil kursi roda yg ada di bagasi mobil


" tak perlu kak aku sudah bisa sendiri "@ ujar Arsy berdiri dan duduk di kursi rodanya


Gita hanya mengangguk dan mendorong kursi roda itu ke dalam sesampainya di sel farah mata Arsy tak lepas dari wanita yg dulu bersamanya wanita yg sudah ia anggap saudarinya dan wanita inilah yg dititipkan oleh almarhum sahabatnya untuk melindungi ya selama ini Arsy selalu mengikuti fara dimana pun itu tanpa sepengetahuan dia


" assalamualaikum kakak"@ ujar Arsy

__ADS_1


gara yg mendengar suara yg sangat familiar di telinga nya langsung menoleh kearah asal suara itu


" waAlaikum salam bie "@ ujar fara terkejut dan matanya berkaca-kaca


" keluarkan kak Fara kak Gita "@ ujar Arsy


" tapi nona"@ Gita ingin menolak tapi Arsy menatap nya


" baik lah sebentar saya ambilkan kuncinya dulu"@ ujar Gita dan pergi keluar


" gimana kabar mu kak kenapa kau sangat kurus apa mereka tak memberi mu makan apa mereka tak mengurusmu apa Abang manza dan suamiku tak memperhatikan mu kak "@ ujar Arsy kesal melihat tubuh Fara yg kurus tak terurus


" tidak bie mereka semua memberi ku makan bahkan Abang mu armanza tiap hari kesini untuk memastikan aku masih hidup apa sudah bunuh diri hahaha "@ ujar fara


tak lama Gita masuk membawa kunci sel dan membukakan sel Fara


" kita ketaman saja yuk kak far aku sangat merindukanmu kak Gita tolong hapus cctv ya "@ ujar Arsy sedangkan Gita hanya mengangguk pasrah


mereka bertiga pun berjalan ke arah taman


" kak bisa tinggalkan aku dengan Fara aku ingin berbicara dengannya"@ ujar Arsy


" tapi non"@ ujar Gita jujur Dy takut akan terjadi apa" kepada nonanya ini


" kak tak kan terjadi apa" pergilah jika Abang manza datang katakan aku disini "@ ujar Arsy dan Gita hanya mengangguk pasrah lagi tak berani membantah ny


Gita pun pergi dari sana


" bie maafkan aku "@ ujar fara terisak dan berjongkok didepan Arsy memohon maaf


"bangun lah kak jangan seperti ini bie sudah memaafkan mu bangun lah kak far"@ ujar Arsy


" maafkan aku maaf jika bukan karena aku kau takkan menderita aku sudah ingkar janji hiks hiks"@ ujar fara


"maafkan aku "@ujar Fara


" sttt sudah oke "@ ujar Arsy menghapus air mata Fara


"aku akan melakukan apapun untuk menebus semua dosa dan penderitaan mu bie"@ ujar fara


" kak sudah oke "@ ujar Arsy


" kakak serius bie"@ ujar fara


" baiklah kalau kakak seperti itu bie hanya minta tolong satu kali saja"@ ujar arsy


"assalamualaikum maaf Abang terlambat de"@ ujar Arman yg baru saja datang


" hemm ya bang.. oh iya apa Abang tak mengurus kakak ku ini dengan baik hemm sehingga kakak ku ini kurus seperti ini bang"@ ujar Arsy menatap tajam kearah armanza


armanza yg ditatap oleh adiknya kelabakan


" ab Abang itu anu mengerusnya nya kok de hanya saja Dy nya yg merengkel dibilangin susah "@ ujar manza menatap Fara dingin


" ya bie apa yg dikatakan bang manza benar jangan salahkan Dy"@ ujar fara menunduk


" aish sudahlah jangan dibahas "@ ujar Arsy yg menatap abangny dengan kesal


"apa kakak ingin membantu ku kak"@ ujar Arsy


" apa bie akan aku lakukan walaupun nyawaku sendri taruhan nya untuk menebus dosa ku kepadamu"@ ujar fara


" eh jangan dong Sampek nyawa jg bisa gagal jadi kakakku beneran ini mah kalau kakak kenapa" "@ ujar Arsy

__ADS_1


"maksudnya "@ ujar fara bingung


" hehehe gak gak aku ingin kakak memancing Peter keluar kak " @ ujar Arsy


"Peter bukannya Dy sudah "@ ujar fara dipotong oleh Arman


" Dy memanipulasi keadaan agar orang orang tau nya Dy sudah mati Dy mengincar mu "@ ujar armanza


" iya kak Dy blm mati Dy memanipulasi keadaan seakan-akan Dy memang benar"mati "@ ujar arsy


" untuk apa Dy melakukan itu"@ ujar fara


" untuk mengecoh kita termasuk azka dan kakak"@ujar Arsy


" maksudnya gimana sih bie kakak gx nyambung"@ ujar fara


" huft gini kak Peter melakukan itu agar Dy bisa mengecoh Kita karena Peter tau bahwa memori card yg sekarang berada didalam bandul kalung kakak yg Adit berikan ke kakak dan Azka tau soalny isi memori itu makanya Dy memanipulasi keadaan agar kita tak pernah bisa menangkapnya namun Peter baru sadar jika memori itu sangat penting karena didalam memory itu terdapat file file dokumen dan rekaman yg sangat penting baginya dan bagi dunia bawah "@ ujar Arsy


" apa rekaman itu yg isinya"@ ujar fara dan diangguki oleh Arsy


" tapi file dan dokumen apa maksudnya bie aku tak menemukan file atau dokumen dari memori itu"@ ujar fara


" ada kak file dan dokumen itu sengaja disembunyikan dan dikunci oleh Adit agar tak ada yg tau isinya "@ ujar Arsy


Fara pun sepontan memegang kalung yg didalam nya berisi memori itu


" terus apa yg harus kakak lakukan bie"@ ujar fara


" hanya memancing Peter keluar karena selama ini Dy mencari mu dan mengincar memori yg ada dikalung mu itu "@ ujar Arsy


" baiklah akan kakak lakukan"@ ujar fara dan Dy melepaskan kalung nya dan mengambil memori itu dan memberikannya kepada Arsy


" kok dikasih ke Arsy kak"@ ujar Arsy bingung


" kakak takut jika tak bisa menjaganya saat terjadi sesuatu nnti dan malah jatuh ke tangan Peter"@ ujar fara


" tak kan terjadi apa" dengan mu aku yg akan melindungi mu"@ ujar armanza tegasdan membuat Arsy tersenyum lebar didalam niqabnya


" si Abang bisa AE hehehe"@ ujar Arsy meledek


"bie "@ peringatan dari armanza karena sebentar LG ada ledekan dari sang adiknya itu


" nona kita harus pulang tiba" saja tuan Azka menelpon ingin vc dan melihat nona tapi aku berkata bahwa nona sedang diperiksa oleh nyonya Eliza"@ ujar Gita panik


" astaghfirullah Ayuk kak Gita kita pulang "@ ujar Arsy berlari cepat dan disusul oleh gita


" Arsyla salshabiella Az-Zahra putri jangan lari astaghfirullah anak itu "@ teriak armanza


" Abang antar kak Fara ke apartemen oke Dede harus buru"nyampai rumah ini selaki ku mau vc ntr Dy curiga lg kalau bie udah sadar"@ teriak Arsy yg masih didengar oleh Arman


" astaga anak itu benar" ya "@ ujar Arman geleng kepala


" memang Azka belum tau jika bie sudah sadar "@ ujar fara


" belum ayok aku akan mengantarkan mu ke apartemen bie"@ ujar Arman berjalan duluan Fara pun menyusul Arman


" kenapa bie tak memberi tahu Azka "@ ujar fara


" Dy ingin menyelesaikan urusan nya dulu jika Azka tau urusan itu pasti diambil alih oleh Azka "@ ujar Arman


" lah berarti bagus dong Azka harus bertanggung jawab melindungi bie "@ ujar fara


" huft apa kau lupa siapa adik mu itu Fara "@ ujar armanza mereka pun berbincang bincang dimobil hingga apartemen

__ADS_1


__ADS_2