Hijabagent

Hijabagent
part108


__ADS_3

Azka tersenyum lembut menatap sang istri yg masih terpejam di pelukan nya


" kau adalah nafasku dan denyut nadiku "@ ujar Azka lirih menatap sang istri dan mengelus pipi cabi Arsy dengan lembut


egh Arsy pun mengerjap ngerjapkan matanya dan menyesuaikan cahaya


" assalamualaikum sayangku selamat pagi"@ ujar Azka tersenyum sangat lembut


"waAlaikum salam dan selamat pagi ms"@ ujar Arsy dengan nada serak baru bangun tidur


Azka mengecup kening sang istri dengan lembut


" mas udah sholat "@ ujar Arsy serak


" blm sayang "@ ujar Azka tersenyum


" sholat yuk ms berjamaah"@ ujar Arsy dan dibalas dengan anggukan oleh Azka


Azka pun bangun dari tidurnya dan membantu sang istri untuk berdiri


" sayang tayamun aja ya"@ ujar Azka


" iya mas"@ ujar Arsy dan berjalan melakukan tayamun setelah itu Azka mengambil air wudhu


mereka pun sholat subuh berjamaah setelah itu mereka berbincang'


"mas kapan als boleh pulang als rindu Azzam"@, ujar Arsy


" tunggu kamu benar" pulih baru pulang ya "@ ujar Azka dengan lembut membelai pipi sang istri


" als udah baik baik aja kok mas"@ ujar Arsy sambil mengeluarkan senyum andalan


" no sayang ini buat kebaikan kamu jadi tunggu benar" stabil "@ ujar Azka tenang Dy tak ingin istrinya drop lagi


Arsy pun hanya pasrah karena sang suami tak mempan dengan senyuman maut nya itu


tak lama suara ketukan pintu terdengar Azka pun beranjak dari brangkar menuju pintu untuk membuka pintu


saat membuka pintu Azka dibuat bingung siapa dua orang yg seperti nya berbeda jenis dan memakai kacamata hitam topi dan masker tak lupa tingkahnya seperti mencurigakan


" siapa kalian"@ ujar Azka tajam


" apakah benar ini ruangan akak bie"@ ceplos salah satu dari kedua orang itu yg tak lain perempuan


" siapa kalian "@ ujar Azka lagi dengan tatapan yg tajam


" biar kan kami masuk dahulu tuan kami akan menjelaskan didalam "@ ujar lelaki yg ber- ada disamping gadis itu


" saya tak mungkin membiarkan orang asing masuk keruangan istri saya "@ ujar Azka dingin


" huuh ayolah Abang ipar biarkan kami masuk dulu kami tak kan macam" aku adalah adik perempuan akak bie"@ ujar gadis itu sambil matanya melihat kesekeliling lobby


" izinkan kami berdua masuk kami tak kan berbuat macam" kami dari keluarga Pratama saya Bisma Pratama dan ini adik saya adestya putri Pratama lebih tepatnya kami adalah anak dari alm Buya Adi dan Ambu ati Pratama yg tak lain saudara Raditya Pratama "@ bisik lelaki itu

__ADS_1


ya Bisma terpaksa mengatakan siapa Dy dan Desty agar Azka percaya karena iya tau dari karakter yg ada di diri Azka tak mudah percaya


" kalian yakin"@ ujar Azka memencingkan matanya


membuat mereka berdua menghela nafas panjang


" astaghfirullah kenapa Abang ipar tak percaya nih lihat "@ ujar adesty memperlihatkan foto Arsy kecil Bisma alm Raditya dan dirinya yg digendong oleh Bisma waktu bayi


" eghem maaf baik lah tunggu sebentar dsini "@ ujar Azka menutup pintu itu kembali


" lah kok ditutup pintunya sih"@ ujar destya kesal


" diam Desty jangan keras"@ bisik Bisma Dy pun sebenarnya kesal kenapa Azka menutup pintu ny sedangkan Dy sudah mengerti siapa mereka berdua


sedangkan di dalam ruangan Arsy


" siapa mas kok gx dsuruh masuk"@ ujar Arsy bingung


" ada bang Bisma dan destya di luar ms ingin mereka masuk tapi km tutup niqab mu dulu sayang "@ ujar Azka tersenyum dan membantu memasang niqab sang istri


" hehehe ya mas makasih ya"@ ujar Arsy tersenyum dibalik niqab Azka pun mengangguk dan berjalan lagi kearah pintu untuk mempersilahkan mereka berdua masuk


" maaf silahkan masuk "@ ujar Azka tersenyum dan memberikan jalan untuk mereka setelah itu Dy menengok kanan dan kiri setelah itu menutup pintunya


" assalamualaikum warahmatullahi wa barra katu "@ ujar mereka berdua serentak menatap Arsy yg matanya berkaca-kaca


ya


" apa adik ku tak merindukan idolanya Hem "@ ujar Arsy lembut destya pun setengah berlari menghampiri Arsy dan memeluk sang kakak sekaligus idola nya sambil terisak-isak


"hiks hiks hiks akak jahat sama Esty"@ ujar destya terisak


" menangis lah tumpahkan lah sesak yg ada di hati mu akak akan mendengar kan nya"@ujar Arsy lembut mengelus kepala sang adik


sedangkan Bisma Dy memalingkan wajah menghadap kesamping Azka yg merasakan apa yg dirasa Bisma pun menepuk sang Abang ipar


" bang ceritakan lah berbagilah pada ku lepaskan semua beban mu aku pun adik mu aku pun saudara mu"@ ujar Azka tersenyum lembut menatap Bisma dan merentangkan tangannya Bisma pun menatap Azka dengan sendu Azka yg ditatap seperti itu tersenyum mengangguk


Bisma langsung memeluk Azka


" menangis lah kita memang laki laki namun ada kalanya kita butuh tempat untuk berbagi "@ujar Azka tenang


" hiks hiks hiks hiks"@isak Bisma


" aku seorang lelaki dan ditempatkan sebagai pemimpin tapi aku tak sanggup untuk menanggung semua sendrian ketika keluarga ku dibantai habis"an tanpa aku tau siapa yg melakukan nya dan apa salah dari keluarga ku "@ lirih Bisma


" aku seperti seorang pecundang yg tak bisa apa" karena masalalu itu selalu menghantuiku "@ ujar Bisma lagi Azka hanya bisa mengelus punggung pria yg baru saja ia temui itu


" kau bukan seorang pecundang tapi kau belum bisa Nerima apa yg terjadi bang selama ini "@ ujar Arsy


" aku sudah menerima dan iklas bie tapi apa sedikit pun aku tak mendapatkan informasi apa" dan kau pun selalu menghilang"@ ujar Bisma melepaskan pelukannya dan menatap Arsy


" jika kau sudah iklas pastinya kau sudah mendapatkan informasi itu lebih dulu dari pada aku yg dulu masih kecil dan awam dengan hal hal itu "@ ujar Arsy menatap balik sang Abang

__ADS_1


" kau hanya mengurung dikamar sama sekali tak berbuat apa" sekedar untuk menyelamatkan destya saja kau tak bisa karena otakmu dan raga mu yg blm ikhlas.. kau tau sedikit saja mereka terlambat destya dan ovu akan di tangkap "@ ujar Arsy tajam destya terkejut ketika ia melihat dengan jelas bagaimana akaknya marah Dy pun melepaskan pelukannya


" aku membawa kalian semua pergi dan memisahkan kalian dari Kusuma Wijaya agar setidaknya tidak banyak yg menyerang kalian semua secara bersama dan menjadikan kelemahan diantara kalian "@ ujar Arsy sedikit meninggikan suaranya


" sayang rendahkan suaramu "@ ujar Azka memperingati sang istri yg sudah emosi


" maaf bang, aku memang salah karena aku ingin kalian semua baik baik saja maka dari itu aku melakukan nya"@ ujar Arsy lirih


" tapi apa yg kau lakukan itu bisa membahayakan mu nak"@ ujar baba yg masuk begitu saja ya mereka semua mendengar percakapan tadi


flashback


saat Bisma dan destya berada di depan pintu ruangan Arsy mereka semua berada tak jauh dari lorong dan melihat gerak gerik Bisma dan destya


farell dengan cekatan mengambil alat nyamuk sadapnya dan saat itu jg pintu terbuka oleh Azka mereka semua mendengar percakapan Azka dan menutup pintu itu beberapa menit kemudian membuka nya dan memberikan mereka berdua masuk


mereka pun mendekati ruangan Arsy dan mendengar percakapan diantara mereka


back to topic


" semua musuh menyerang mu kau ingat itu bie "@ ujar elen kesal


" kau pun tak membiarkan kami untuk ikut andil membantu mu "@ ujar Cece


" bahkan kami Abang mu dek kenapa kau tak pernah berbagi malah kau menanggung semuanya sendri menjadikan dirimu jadi korbannya "@ ujar Alex menatap sang adik dengan kekecewaan


Arsy menunduk


" bie melakukan itu agar kalian baik baik saja kalian semua udaraku jika tak ada kalian bagaimana aku bisa bernafas di dunia ini dengan lega "@ ujar Arsy terisak


" tapi kamu melakukan nya sendirian Arsyla salshabiella Az-Zahra"@ geram Axel


" Dy tak sendirian xel ada aku dan para anggota bayangan nya yg selalu ada didekatnya "@ potong Daren


yg baru sampai dan mendengar perkataan axel membuat mereka semua terkejut


ya selama ini Daren selalu mengintai adik angkatnya itu dan mewanti-wanti agar apapun yg terjadi dirinya harus tau jika tidak ia akan bertindak dan Arsy pun pasrah


" ajho tau tentang semua yg dilakukan Arsy"@ ujar Arlen


Darren pun mengangguk


" ya aku ada disisinya "@ ujar Daren tenang


" kami jg ada disisinya"@ ujar beberapa orang yg keluar dari balkon kamar dan masuk dari arah pintu


" siapakah kalian"@ ujar darell memicing kepala ketika melihat beberapa orang masuk tiba"


" kami adalah anggota bayangan dari RC dan AC "@ ujar mereka serentak


" tugas kami hanya fokus melindungi nona aza "@ ujar salah Anggota AC


" sedangkan kami memantau semua orang" yg selalu di pantau oleh nona aza"@ ujar anggota Rc

__ADS_1


__ADS_2