Hijabagent

Hijabagent
part127


__ADS_3

malam harinya


Aku sudah menemukan lokasi yang cocok untuk kakak" Ujar Malvin


Dimana " Tanya Mereka


Bandung, Disana udaranya Sejuk cocok untuk kakak, dan mungkin bisa sedikit membantu kakak untuk sekedar melupakan rasa penat nya " Ujar Malvin diangguki oleh Mereka


Kalau begitu besok kita kesana Vin, aku akan ikut Melihat lihat dan sekalian beli Perkebunan untuk hadiah kakak, " Ujar Hendra


Aku, akan mengirimkan Beberapa mobil Lamborghini dan Ferrari kesana untuk kakak berkendara hitung hitung juga hadiah " Ujar Hendru semangat


Eh cicak, kakak tadi pengen hidup yang nyaman tentram dan sederhana , kalau kau kasih Lamborghini dan Ferrari adanya kakak marah marah dengan kau " Ujar Meta mendorong bahu Hendru


Lah terus apa dong " Ujar hendru bingung


yang penting Nyaman tapi tak perlu mewah dru, Kau bisa kasih mobil apa gitu di serummu dan kasih Motor kakakkan pasti butuh motor untuk jalan jalan atau sekedar ingin belanja" Ujar Melva diangguki oleh Hendru


Sama Mobil Yang keroak belakang itu apa namanya " Ujar Hendra


L300 " ujar Melia


Nah ia itu satu, sapa tau kan kakak butuh kan Aku beli perkebunan " Ujar Hendra diangguki oleh Hendru


Aku juga ikut lah kesana, mau cari lokasi untuk kakak, kakakan hobby ni masak, kakak juga dulu punya restoran Nah aku juga mau buat ruko untuk kakak sapa tau kakak mau jualan atau mau buka restoran disana " Ujar meta


eh tunggu kalau kalian ngasih kakak hadiah diborong semua Aku apa dong " Ujar Melva bingung


Gimana Kalau kamu buat Tempat Mengaji anak anak Va, kan kamu pernah cerita kalau kakak pernah Kuliah ilmu agama nah kenapa kamu gak buat aja, itung itung untuk Azzam juga biar dia ada temannya kalau ngaji, terus untuk kakak menyalurkan ilmunya " Ujar Melia membuat Melva menatap Melia dengan berbinar-binar


Ah kamu memang the best Mel, " Ujar Melva langsung memeluk Melia


ya udah jadi besok kita pergi kesana " Ujar Malvin


eh yang disini siapa kalau kita pergi " ujar meta


Biar Melia aja, dia yang disini, tapi jangan bilang bilang ya Mel ini kejutan untuk kakak " Ujar Melva


Sip deh beres, Tapi aku gak bisa ngasih apa untuk kakak " Ujar Melia sendu


eh kata siapa, idemu tadi itu hadiah untuk kakak jadi kita kasih hadiah ke kakak dan Azzam " Ujar Melva merangkul Melia,


kalian ber6 apakah kalian tidak ingin tidur " Ujar Seseorang dari lantai 2 menatap kearah 6 orang itu


Mereka ber6 pun menatap keatas dengan muka cengar-cengir


Iya kak ini kami mau tidur kok, " Ujar Malvin

__ADS_1


mereka pun bubar Kekamar masing masing


...----------------...


...----------------...


skip pagi hari


Mell, dimana yang lain" Tanya Arsy saat baru turun tangga melihat sekitar sudah sepi


Oh, mereka ada urusan dadakan kak, tapi mereka udah bersih bersih kok " Ujar Melia


Em, baiklah, apa mereka sudah pada sarapan saat pergi " Tanya Arsy


Belum kak, katanya makan di sana aja " Ujar Melia diangguki oleh Arsy


Ya sudah kalau gitu kamu sudah sarapan " Tanya Arsy


belum kak, Mel tunggu kakak " Ujar Melia


Ya sudah ayo kita sarapan, " Ujar Arsy mengajak Melia kedapur Melia pun mengangguk


setelah selesai sarapan


Azzam belum bangun kak " Tanya Melia


Bocil itu akan bangun jam 9 Mel, karena tadi setelah sholat subuh dan mengaji, dia langsung tidur dengan disumpal susu " Ujar Arsy terkekeh


He.em, dia kalau ada pergerakan dari kakak, pasti bangun apalagi udah terbiasa bangun subuh jadi ya ikut sholat udah itu ya tidur lagi " Ujar Arsy


Masya Allah banget ya kak Azzam itu, uh pewaris anak Sholehnya udah keliatan " Ujar Melia bangga


Insya semoga, ya Mell, se enggaknya kakak gak sia sia Di amanahin Azzam " Ujar Arsy tak lama terdengar suara langkah kaki kecil


Ummaa" Lirih anak kecil Berumur 2 tahun lebih itu


Eh, udah bangun jagoannya umma " Ujar Arsy menyambut sang putra


Zam tadi nyaliin umma di kamal umma nya Tak ada " Ujar Azzam dengan suara cedalnya


Umma abis sarapan zam mau sarapan dulu apa mau mandi dulu " Tanya Arsy kepada sang anak


Calapan dulu Umma Zam lapel, acing nya bunyi Mulu " Ujar Azzam sambil mengelus Perutnya itu


Melia yang gemas mencubit pipi Azzam dengan gemas


Masya Allah, uuuhhh pinter banget sih ya udah, anty ambilin ya " Ujar Melia

__ADS_1


Bental anty, zam Uci muka dulu dong " Ujar Azzam ia pun meminta diturunkan dari pangkuan sang umma dan berjalan ke arah kamar mandi


namun saat sudah sampai di kamar mandi dia balik lagi


Kenapa nak " Tanya Arsy tersenyum


Umma, Ayungnya tinggi zam gak nyampek " Ujar Azzam dengan muka yang sangat lucu membuat Arsy dan Melia tertawa bahkan melia sampai mengeluarkan air mata


ya udah ayo umma bantuin " Ujar Arsy yang sudah meredakan tawanya


Sedangkan Azzam menatap Melia bingung karena melia masih saja tertawa


Anty jangan ketawa telus nanti ada jin lewat, ketawa lah sewajalnya " Ujar Azzam dan langsung berjalan dengan menggandeng Tangan sang umma


Sedangkan Melia seketika langsung diam mendengarkan perkataan Azzam


Masya Allah anak itu, " Gumam Melia


setelah selesai cuci muka Meraka berdua pun kembali ke meja makan


Zam, mau makan sendiri apa disuapin " Ujar Arsy


Sendili umma " ujar Azzam Arsy pun memberikan Piring yang sudah berisi Makanan kepada Azzam


Diabisin oke " Ujar Arsy diangguki oleh Azzam


Azzam pun berdoa dengan suara yang cedal dan terbalik balik namun Arsy menuntunnya supaya bacaan nya lebih baik


setelah selesai pun Azzam berdoa


Anty terima kasih, masakan pala anty enak, pelut zam udah gak demo belisik lagi " Ujar Azzam


Melia pun tersenyum mengangguk


Sama sama ganteng nya anty cup" Ujar Melia sambil mengecup pipi Azzam


Anty zam Lom mandi jangan cium cium " Ujar Azzam membuat Arsy terkekeh kecil dan Melia semakin gemas


Masya Allah kak Melia gemes banget " Ujar Melia yang gemas dengan Azzam membuat Azzam sedikit mundur


Anty zam takut, jangan makan zam anty " Ujar Azzam membuat mereka berdua tertawa


Eh umma Ama anty ketawa Mulu olang zam takut " Ujar Azzam protes


Anty itu gemes sama zam, kenapa Zam malah takut " Ujar Arsy menatap sang anak


Ya takut nanti digigit pipinya kayak Anty eta, dia kan selinh gigit pipi zam " Ujar Azzam

__ADS_1


Berarti pipi zam enak kayak kue bakpao " Ujar Melia membuat Azzam menutup pipinya dengan dua tangannya yang montok itu


No, pipi zam bukan bakpao makanan anty " Ujar nya seketika membuat Arsy dan Melia tertawa lagi dan itu membuat Azzam semakin kesal dan merajuk


__ADS_2