
malam harinya
Aku sudah menemukan lokasi yang cocok untuk kakak" Ujar Malvin
Dimana " Tanya Mereka
Bandung, Disana udaranya Sejuk cocok untuk kakak, dan mungkin bisa sedikit membantu kakak untuk sekedar melupakan rasa penat nya " Ujar Malvin diangguki oleh Mereka
Kalau begitu besok kita kesana Vin, aku akan ikut Melihat lihat dan sekalian beli Perkebunan untuk hadiah kakak, " Ujar Hendra
Aku, akan mengirimkan Beberapa mobil Lamborghini dan Ferrari kesana untuk kakak berkendara hitung hitung juga hadiah " Ujar Hendru semangat
Eh cicak, kakak tadi pengen hidup yang nyaman tentram dan sederhana , kalau kau kasih Lamborghini dan Ferrari adanya kakak marah marah dengan kau " Ujar Meta mendorong bahu Hendru
Lah terus apa dong " Ujar hendru bingung
yang penting Nyaman tapi tak perlu mewah dru, Kau bisa kasih mobil apa gitu di serummu dan kasih Motor kakakkan pasti butuh motor untuk jalan jalan atau sekedar ingin belanja" Ujar Melva diangguki oleh Hendru
Sama Mobil Yang keroak belakang itu apa namanya " Ujar Hendra
L300 " ujar Melia
Nah ia itu satu, sapa tau kan kakak butuh kan Aku beli perkebunan " Ujar Hendra diangguki oleh Hendru
Aku juga ikut lah kesana, mau cari lokasi untuk kakak, kakakan hobby ni masak, kakak juga dulu punya restoran Nah aku juga mau buat ruko untuk kakak sapa tau kakak mau jualan atau mau buka restoran disana " Ujar meta
eh tunggu kalau kalian ngasih kakak hadiah diborong semua Aku apa dong " Ujar Melva bingung
Gimana Kalau kamu buat Tempat Mengaji anak anak Va, kan kamu pernah cerita kalau kakak pernah Kuliah ilmu agama nah kenapa kamu gak buat aja, itung itung untuk Azzam juga biar dia ada temannya kalau ngaji, terus untuk kakak menyalurkan ilmunya " Ujar Melia membuat Melva menatap Melia dengan berbinar-binar
Ah kamu memang the best Mel, " Ujar Melva langsung memeluk Melia
ya udah jadi besok kita pergi kesana " Ujar Malvin
eh yang disini siapa kalau kita pergi " ujar meta
Biar Melia aja, dia yang disini, tapi jangan bilang bilang ya Mel ini kejutan untuk kakak " Ujar Melva
Sip deh beres, Tapi aku gak bisa ngasih apa untuk kakak " Ujar Melia sendu
eh kata siapa, idemu tadi itu hadiah untuk kakak jadi kita kasih hadiah ke kakak dan Azzam " Ujar Melva merangkul Melia,
kalian ber6 apakah kalian tidak ingin tidur " Ujar Seseorang dari lantai 2 menatap kearah 6 orang itu
Mereka ber6 pun menatap keatas dengan muka cengar-cengir
Iya kak ini kami mau tidur kok, " Ujar Malvin
__ADS_1
mereka pun bubar Kekamar masing masing
...----------------...
...----------------...
skip pagi hari
Mell, dimana yang lain" Tanya Arsy saat baru turun tangga melihat sekitar sudah sepi
Oh, mereka ada urusan dadakan kak, tapi mereka udah bersih bersih kok " Ujar Melia
Em, baiklah, apa mereka sudah pada sarapan saat pergi " Tanya Arsy
Belum kak, katanya makan di sana aja " Ujar Melia diangguki oleh Arsy
Ya sudah kalau gitu kamu sudah sarapan " Tanya Arsy
belum kak, Mel tunggu kakak " Ujar Melia
Ya sudah ayo kita sarapan, " Ujar Arsy mengajak Melia kedapur Melia pun mengangguk
setelah selesai sarapan
Azzam belum bangun kak " Tanya Melia
Bocil itu akan bangun jam 9 Mel, karena tadi setelah sholat subuh dan mengaji, dia langsung tidur dengan disumpal susu " Ujar Arsy terkekeh
He.em, dia kalau ada pergerakan dari kakak, pasti bangun apalagi udah terbiasa bangun subuh jadi ya ikut sholat udah itu ya tidur lagi " Ujar Arsy
Masya Allah banget ya kak Azzam itu, uh pewaris anak Sholehnya udah keliatan " Ujar Melia bangga
Insya semoga, ya Mell, se enggaknya kakak gak sia sia Di amanahin Azzam " Ujar Arsy tak lama terdengar suara langkah kaki kecil
Ummaa" Lirih anak kecil Berumur 2 tahun lebih itu
Eh, udah bangun jagoannya umma " Ujar Arsy menyambut sang putra
Zam tadi nyaliin umma di kamal umma nya Tak ada " Ujar Azzam dengan suara cedalnya
Umma abis sarapan zam mau sarapan dulu apa mau mandi dulu " Tanya Arsy kepada sang anak
Calapan dulu Umma Zam lapel, acing nya bunyi Mulu " Ujar Azzam sambil mengelus Perutnya itu
Melia yang gemas mencubit pipi Azzam dengan gemas
Masya Allah, uuuhhh pinter banget sih ya udah, anty ambilin ya " Ujar Melia
__ADS_1
Bental anty, zam Uci muka dulu dong " Ujar Azzam ia pun meminta diturunkan dari pangkuan sang umma dan berjalan ke arah kamar mandi
namun saat sudah sampai di kamar mandi dia balik lagi
Kenapa nak " Tanya Arsy tersenyum
Umma, Ayungnya tinggi zam gak nyampek " Ujar Azzam dengan muka yang sangat lucu membuat Arsy dan Melia tertawa bahkan melia sampai mengeluarkan air mata
ya udah ayo umma bantuin " Ujar Arsy yang sudah meredakan tawanya
Sedangkan Azzam menatap Melia bingung karena melia masih saja tertawa
Anty jangan ketawa telus nanti ada jin lewat, ketawa lah sewajalnya " Ujar Azzam dan langsung berjalan dengan menggandeng Tangan sang umma
Sedangkan Melia seketika langsung diam mendengarkan perkataan Azzam
Masya Allah anak itu, " Gumam Melia
setelah selesai cuci muka Meraka berdua pun kembali ke meja makan
Zam, mau makan sendiri apa disuapin " Ujar Arsy
Sendili umma " ujar Azzam Arsy pun memberikan Piring yang sudah berisi Makanan kepada Azzam
Diabisin oke " Ujar Arsy diangguki oleh Azzam
Azzam pun berdoa dengan suara yang cedal dan terbalik balik namun Arsy menuntunnya supaya bacaan nya lebih baik
setelah selesai pun Azzam berdoa
Anty terima kasih, masakan pala anty enak, pelut zam udah gak demo belisik lagi " Ujar Azzam
Melia pun tersenyum mengangguk
Sama sama ganteng nya anty cup" Ujar Melia sambil mengecup pipi Azzam
Anty zam Lom mandi jangan cium cium " Ujar Azzam membuat Arsy terkekeh kecil dan Melia semakin gemas
Masya Allah kak Melia gemes banget " Ujar Melia yang gemas dengan Azzam membuat Azzam sedikit mundur
Anty zam takut, jangan makan zam anty " Ujar Azzam membuat mereka berdua tertawa
Eh umma Ama anty ketawa Mulu olang zam takut " Ujar Azzam protes
Anty itu gemes sama zam, kenapa Zam malah takut " Ujar Arsy menatap sang anak
Ya takut nanti digigit pipinya kayak Anty eta, dia kan selinh gigit pipi zam " Ujar Azzam
__ADS_1
Berarti pipi zam enak kayak kue bakpao " Ujar Melia membuat Azzam menutup pipinya dengan dua tangannya yang montok itu
No, pipi zam bukan bakpao makanan anty " Ujar nya seketika membuat Arsy dan Melia tertawa lagi dan itu membuat Azzam semakin kesal dan merajuk