Hijabagent

Hijabagent
part137


__ADS_3

Di Rumah Sakit


Dok Bagaimana keadaan Istri saya " Ujar Azka Panik


Dokter itu tersenyum


Keadaan istri anda baik baik saja tuan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, hanya saja yang seharusnya memeriksa nona dokter kandungan " Ujar Dokter itu


Azka menyeringit bingung


dokter kandungan maksudnya bagaimana " Ujar Azka bingung, belum sempat dokter itu menjelaskan Pintu rawat terbuka


Permisi dok " Ujar Seorang perempuan yang baru saja membuka pintu kamar rawat


Ah, kau sudah datang ya sudah aku pamit undur diri tuan, biar dokter Desy yang memeriksa Nona " Ujar dokter pertama tadi


Azka hanya diam mengangguk saja


Dokter perempuan itu pun memeriksa keadaan Arsy


disaat itu juga Arsy bangun


Assalamualaikum mbak, " Ujar Dokter Desy


waAlaikum salam dok " Ujar Arsy


Jika saya boleh tau, tgl berapa Mbak datang bulan " Ujar Dokter Desy


Tanggal **** dan ini saya Sudah telat sekisaran 3 Minggu " Ujar Arsy diangguki oleh Dokter desy


Baik kita cek dulu ya, sudah berapa Minggu usianya " Ujar Dokter Desy itu dengan Menyiapkan alat alatnya


Ada keluhan tidak mbaknya " Tanya dokter itu


Pinggang saya kadang suka nyeri mbak dan perut saya kadang Suka kram " Ujar Arsy


Azka yang mendengar keluhan sang istri menatap nya


Sayang, kenapa gak pernah bilang sama mas " Ujar Azka menatap sang istri


itu hanya sebentar mas, setelah itu sudah biasa biasa aja " Ujar Arsy


Hal itu wajar tuan, untuk trisemester pertama Pada ibu hamil, jadi tuan harus ekstra menjaga kesehatan ibunya jangan sampai kelelahan " Ujar Dokter Desy


Azka diam dirinya menyimak perkataan sang dokter dan seketika wajahnya terkejut


Ibu hamil, maksud dokter, istri saya sedang hamil dok " Ujar Azka


Dokter itu mengangguk


Iya tuan, lihat di layar monitor itu, usia kandungan Nona sudah 6 Minggu, " Jelas Dokter Desy ,


Azka menatap layar monitor itu tangannya yang masih menggegam tangan sang istri terlepas


Sayang apa ini benar " Ujar Azka menatap sang istri dengan mata berkaca-kaca


Arsy mengagguk menatap sang suami dan tersenyum dibalik Niqabnya


Masya Allah, Alhamdulillah ya Allah, " Ujar Azka ia langsung melakukan Sujud syukur


Setelah itu ia mencium Arsy dengan penuh sayang

__ADS_1


Terimakasih ya Allah, maafin mas ya sayang mas gak tau jika kamu " Ujar Azka terputus dengan jari telunjuk yang menempel di bibirnya


Udah ya, ini bukan salahnya mas, als juga gak tau kalau ada malaikat kecil yang hadir disini " Ujar Arsy menggenggam tangan sang suami menyentuh perut nya itu


setelah berbincang bincang dan Azka sudah mendapatkan banyak saran dari dokter desy, mereka pun pamit pulang,


Di dalam mobil.,


Ingat jangan kecapean, jangan banyak fikiran , kalau ngerasain gak enak di badan langsung ngmng ke mas jangan diem aja ya , kalo " Ujar Azka terpotong dengan perkataan Arsy


Hendra bisa kamu itung berapa kali abangmu itu mengatakan hal tadi " Ujar Arsy bertanya dengan terkekeh


Maklum kak, seorang suami pasti akan seperti itu " Ujar Hendra tersenyum di balik kemudi


tak butuh waktu lama mereka sudah sampai


Tunggu, jangan keluar " Ujar Azka


Tadi saat mereka akan keluar Azka menggendong Arsy sampai keparkiran karena Arsy yang tak ingin memakai kursi roda


Arsy hanya mengangguk pasrah saja


Azka keluar dari Mobil nya dan berputar kesamping membuka pintu jok belakang langsung menggendong sang istri


Baba, umma kenapa " teriak bocah laki laki dengan tangisan nya karena saat dia sampai ummanya tak ada ia bertanya dengan para tantenya hanya dijawab umma tidak apa apa umma sedang kerumah sakit


Azka yang sedang berjalan tiba tiba berhenti,


Abang kenapa nak " Ujar Azka yang kaget melihat anak nya teriak menangis


Umma kenapa baba, kata anty umma kerumah sakit buat memeriksa keadaan Perut umma, umma sakit lagi " Celoteh Anak itu dengan suara parau nya


Mas turunin " Ujar Arsy


kita masuk dulu yuk bang, nanti baba jelasin sama Abang, baba punya kabar baik sekaligus kado untuk Abang " Ujar Azka


Azzam hanya mengangguk pasrah dengan isakan kecilnya


tangannya memegang tangan ummanya yang masih digendong Azka


sesampainya di Ruang Keluarga Azzam memeluk sang umma


Nak jangan erat erat ya meluk perut ummanya " Ujar Azka


memang kenapa biasanya juga gak papa Baba " ujar Azzam dengan isakannya


Azka berjongkok duduk di depan Azzam dan sang istri


Azzam mau tau apa kado untuk Azzam " Ujar Azka diangguki oleh Azzam


Azzam akan jadi Abang nak , dan didalam perut umma ada janin/ bayinya " Ujar Azka mengelus kepala sang putra


Azzam langsung menatap sang ummanya dan diangguki oleh Arsy


Iya sayang, Azzam akan jadi Abang, Azzam akan punya adik, di perut umma Arsy " Ujar Arsy dengan lembut


Azzam yang tadinya diam langsung teriak menangis dan memeluk sang ayah yang berjongkok


Loh nak, kenapa sayang, Abang gak seneng ya " Ujar Arsy dengan suara lirih


Hanya dibalas dengan gelengan kepala oleh Azzam

__ADS_1


Abang kenapa Hem, kenapa jagoan baba malah menangis, nanti dadanya sakit loh nak " Ujar Azka mengelus kepala sang anak dan punggung untuk meredakan tangisnya


Doa, azzam terkabul baba, azzam akan jadi Abang untuk adik adiknya Azzam, " Dengan suara putus putus karena menangis


Mereka dsana menghela nafasnya dan tersenyum


Sudah ya, Abang jangan nangis nanti dadanya sakit loh nak, " Ujar Aray mengelus bahu sang anak


Azzam melepaskan pelukannya dari sang ayah dan menatap sang ibunya


Umma boleh Azzam cium perut umma " Ujar Azzam


Boleh dong Abang " Ujar Arsy


no, panggil Abang umma, panggil Dàgē biar keren " Ujar bocah itu


Dàgē , " Ujar mereka serentak


Iyah, Dàgē itu sama artinya Abang juga, jadi Azzam mau dipanggil Dàgē " Ujar Azzam mereka pun mengangguk


Baiklah Dàgē, silahkan cium adeknya " Ujar Arsy


Azzam pun mencium perut yang sedikit berisi itu


Baik baik didalam perut umma ya adik adiknya Dàgē, jangan Nakal jangan buat umma sakit " Bisik Azzam


iya Dàgē siap, " Ujar Arsy dengan suara yang dibuat seperti anak kecil hal itu membuat mereka tertawa


setelah itu mereka perbincang bincang


kak, sejak tadi pagi kakak belum makan nasi dan ini Melia buatkan nasi tim lagi tanpa Daun bawang " Ujar Melia yang baru saja tiba


Arsy tersenyum menatap Melia ia mengangguk dan mengambil mangkuk itu


Vin suapi kakak " Celetuk Arsy yang membuat Semua orang menoleh ke arah Arsy


Sayang mas aja yang suapin ya, kan mas suami mu " Ujar Azka


Aku maunya Malvin kok, bukan kamu, inget ya mas, als masih jengkel sama mas gara gara tadi pagi " Ujar Arsy kesal


Semua orang disana mengulum senyum, karena mereka tau, pasti Azka sedang cemburu


Sana pindah biar Malvin Disini, als mau disuapin sama Malvin " Ujar Arsy


Eh, gak boleh gitu sayang gak enak sama Melia loh, sebagai istrinya " Ujar Azka gelagapan ia menengok Melia agar menjawab iya namun Melia tersenyum


saat matanya dan mata Arsy bertatapan


gak papa kok kak, gak perlu sungkan, kan Malvin adik kakak" Ujar Melia hal itu membuat Azka melotot tak terima


tuh melia nya aja gak papa hust sana pergi mas " Ujar Arsy


Bang bawaan ibu hamil, jadi turutin aja ngidamnya " Ujar Malvin yang sudah berdiri didepan Azka


Azka menatao adik iparnya itu dengan sengit ia pun beranjak dari duduknya menepi ke ujung sofa


Sabar bos, ini belum seberapa, " Ujar barra mendapatkan tatapan tajam oleh Azka


mas kenapa kayak gitu sama barra, inget ya mas barra itu suaminya Melva, kalau mas masih kayak gitu tidur diluar " Ujar Arsy kesal


Azka gelagapan ketika mendengar hal keramat itu dari Mulut sang istri

__ADS_1


eh gak sayang mas gak ngapain ngapain kok mas ini senyum sama barra nih " Ujar Azka tersenyum paksa kearah barra


__ADS_2