
Di Rumah Sakit
Dok Bagaimana keadaan Istri saya " Ujar Azka Panik
Dokter itu tersenyum
Keadaan istri anda baik baik saja tuan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, hanya saja yang seharusnya memeriksa nona dokter kandungan " Ujar Dokter itu
Azka menyeringit bingung
dokter kandungan maksudnya bagaimana " Ujar Azka bingung, belum sempat dokter itu menjelaskan Pintu rawat terbuka
Permisi dok " Ujar Seorang perempuan yang baru saja membuka pintu kamar rawat
Ah, kau sudah datang ya sudah aku pamit undur diri tuan, biar dokter Desy yang memeriksa Nona " Ujar dokter pertama tadi
Azka hanya diam mengangguk saja
Dokter perempuan itu pun memeriksa keadaan Arsy
disaat itu juga Arsy bangun
Assalamualaikum mbak, " Ujar Dokter Desy
waAlaikum salam dok " Ujar Arsy
Jika saya boleh tau, tgl berapa Mbak datang bulan " Ujar Dokter Desy
Tanggal **** dan ini saya Sudah telat sekisaran 3 Minggu " Ujar Arsy diangguki oleh Dokter desy
Baik kita cek dulu ya, sudah berapa Minggu usianya " Ujar Dokter Desy itu dengan Menyiapkan alat alatnya
Ada keluhan tidak mbaknya " Tanya dokter itu
Pinggang saya kadang suka nyeri mbak dan perut saya kadang Suka kram " Ujar Arsy
Azka yang mendengar keluhan sang istri menatap nya
Sayang, kenapa gak pernah bilang sama mas " Ujar Azka menatap sang istri
itu hanya sebentar mas, setelah itu sudah biasa biasa aja " Ujar Arsy
Hal itu wajar tuan, untuk trisemester pertama Pada ibu hamil, jadi tuan harus ekstra menjaga kesehatan ibunya jangan sampai kelelahan " Ujar Dokter Desy
Azka diam dirinya menyimak perkataan sang dokter dan seketika wajahnya terkejut
Ibu hamil, maksud dokter, istri saya sedang hamil dok " Ujar Azka
Dokter itu mengangguk
Iya tuan, lihat di layar monitor itu, usia kandungan Nona sudah 6 Minggu, " Jelas Dokter Desy ,
Azka menatap layar monitor itu tangannya yang masih menggegam tangan sang istri terlepas
Sayang apa ini benar " Ujar Azka menatap sang istri dengan mata berkaca-kaca
Arsy mengagguk menatap sang suami dan tersenyum dibalik Niqabnya
Masya Allah, Alhamdulillah ya Allah, " Ujar Azka ia langsung melakukan Sujud syukur
Setelah itu ia mencium Arsy dengan penuh sayang
__ADS_1
Terimakasih ya Allah, maafin mas ya sayang mas gak tau jika kamu " Ujar Azka terputus dengan jari telunjuk yang menempel di bibirnya
Udah ya, ini bukan salahnya mas, als juga gak tau kalau ada malaikat kecil yang hadir disini " Ujar Arsy menggenggam tangan sang suami menyentuh perut nya itu
setelah berbincang bincang dan Azka sudah mendapatkan banyak saran dari dokter desy, mereka pun pamit pulang,
Di dalam mobil.,
Ingat jangan kecapean, jangan banyak fikiran , kalau ngerasain gak enak di badan langsung ngmng ke mas jangan diem aja ya , kalo " Ujar Azka terpotong dengan perkataan Arsy
Hendra bisa kamu itung berapa kali abangmu itu mengatakan hal tadi " Ujar Arsy bertanya dengan terkekeh
Maklum kak, seorang suami pasti akan seperti itu " Ujar Hendra tersenyum di balik kemudi
tak butuh waktu lama mereka sudah sampai
Tunggu, jangan keluar " Ujar Azka
Tadi saat mereka akan keluar Azka menggendong Arsy sampai keparkiran karena Arsy yang tak ingin memakai kursi roda
Arsy hanya mengangguk pasrah saja
Azka keluar dari Mobil nya dan berputar kesamping membuka pintu jok belakang langsung menggendong sang istri
Baba, umma kenapa " teriak bocah laki laki dengan tangisan nya karena saat dia sampai ummanya tak ada ia bertanya dengan para tantenya hanya dijawab umma tidak apa apa umma sedang kerumah sakit
Azka yang sedang berjalan tiba tiba berhenti,
Abang kenapa nak " Ujar Azka yang kaget melihat anak nya teriak menangis
Umma kenapa baba, kata anty umma kerumah sakit buat memeriksa keadaan Perut umma, umma sakit lagi " Celoteh Anak itu dengan suara parau nya
Mas turunin " Ujar Arsy
kita masuk dulu yuk bang, nanti baba jelasin sama Abang, baba punya kabar baik sekaligus kado untuk Abang " Ujar Azka
Azzam hanya mengangguk pasrah dengan isakan kecilnya
tangannya memegang tangan ummanya yang masih digendong Azka
sesampainya di Ruang Keluarga Azzam memeluk sang umma
Nak jangan erat erat ya meluk perut ummanya " Ujar Azka
memang kenapa biasanya juga gak papa Baba " ujar Azzam dengan isakannya
Azka berjongkok duduk di depan Azzam dan sang istri
Azzam mau tau apa kado untuk Azzam " Ujar Azka diangguki oleh Azzam
Azzam akan jadi Abang nak , dan didalam perut umma ada janin/ bayinya " Ujar Azka mengelus kepala sang putra
Azzam langsung menatap sang ummanya dan diangguki oleh Arsy
Iya sayang, Azzam akan jadi Abang, Azzam akan punya adik, di perut umma Arsy " Ujar Arsy dengan lembut
Azzam yang tadinya diam langsung teriak menangis dan memeluk sang ayah yang berjongkok
Loh nak, kenapa sayang, Abang gak seneng ya " Ujar Arsy dengan suara lirih
Hanya dibalas dengan gelengan kepala oleh Azzam
__ADS_1
Abang kenapa Hem, kenapa jagoan baba malah menangis, nanti dadanya sakit loh nak " Ujar Azka mengelus kepala sang anak dan punggung untuk meredakan tangisnya
Doa, azzam terkabul baba, azzam akan jadi Abang untuk adik adiknya Azzam, " Dengan suara putus putus karena menangis
Mereka dsana menghela nafasnya dan tersenyum
Sudah ya, Abang jangan nangis nanti dadanya sakit loh nak, " Ujar Aray mengelus bahu sang anak
Azzam melepaskan pelukannya dari sang ayah dan menatap sang ibunya
Umma boleh Azzam cium perut umma " Ujar Azzam
Boleh dong Abang " Ujar Arsy
no, panggil Abang umma, panggil Dàgē biar keren " Ujar bocah itu
Dàgē , " Ujar mereka serentak
Iyah, Dàgē itu sama artinya Abang juga, jadi Azzam mau dipanggil Dàgē " Ujar Azzam mereka pun mengangguk
Baiklah Dàgē, silahkan cium adeknya " Ujar Arsy
Azzam pun mencium perut yang sedikit berisi itu
Baik baik didalam perut umma ya adik adiknya Dàgē, jangan Nakal jangan buat umma sakit " Bisik Azzam
iya Dàgē siap, " Ujar Arsy dengan suara yang dibuat seperti anak kecil hal itu membuat mereka tertawa
setelah itu mereka perbincang bincang
kak, sejak tadi pagi kakak belum makan nasi dan ini Melia buatkan nasi tim lagi tanpa Daun bawang " Ujar Melia yang baru saja tiba
Arsy tersenyum menatap Melia ia mengangguk dan mengambil mangkuk itu
Vin suapi kakak " Celetuk Arsy yang membuat Semua orang menoleh ke arah Arsy
Sayang mas aja yang suapin ya, kan mas suami mu " Ujar Azka
Aku maunya Malvin kok, bukan kamu, inget ya mas, als masih jengkel sama mas gara gara tadi pagi " Ujar Arsy kesal
Semua orang disana mengulum senyum, karena mereka tau, pasti Azka sedang cemburu
Sana pindah biar Malvin Disini, als mau disuapin sama Malvin " Ujar Arsy
Eh, gak boleh gitu sayang gak enak sama Melia loh, sebagai istrinya " Ujar Azka gelagapan ia menengok Melia agar menjawab iya namun Melia tersenyum
saat matanya dan mata Arsy bertatapan
gak papa kok kak, gak perlu sungkan, kan Malvin adik kakak" Ujar Melia hal itu membuat Azka melotot tak terima
tuh melia nya aja gak papa hust sana pergi mas " Ujar Arsy
Bang bawaan ibu hamil, jadi turutin aja ngidamnya " Ujar Malvin yang sudah berdiri didepan Azka
Azka menatao adik iparnya itu dengan sengit ia pun beranjak dari duduknya menepi ke ujung sofa
Sabar bos, ini belum seberapa, " Ujar barra mendapatkan tatapan tajam oleh Azka
mas kenapa kayak gitu sama barra, inget ya mas barra itu suaminya Melva, kalau mas masih kayak gitu tidur diluar " Ujar Arsy kesal
Azka gelagapan ketika mendengar hal keramat itu dari Mulut sang istri
__ADS_1
eh gak sayang mas gak ngapain ngapain kok mas ini senyum sama barra nih " Ujar Azka tersenyum paksa kearah barra