
sedangkan mama eliza yg baru saja selesai menonton Vidio itu air matanya yg terus menerus mengalir
Dy pun menuju ke kamar Arsy namun saat Dy membuka pintu Dy mendengar tawa Arsy yg cukup membuat hatinya terharu
" bahagia lah sayang lepaskan semua beban mu tak kan kami biarkan kau terluka dan membuat air mata mu jatuh setetes pun "@ batin mama
" mama akan selalu ada untukmu"@ ujar batin mama Eliza saat itu jg terdengar suara bell
mama Eliza pun menuju kearah pintu dibukakan pintu itu
"assalamualaikum nona "@ ujar ibu itu
" waAlaikum salam cari siapa ya"@ ujar Eliza tersenyum
" apakah El dan als ada drumah"@ ujar ibu itu menanyakan Azka dan Arsy namun mama Eliza bingung siapa wanita ini kenapa Dy memanggil nama sang menantu dan anaknya
tak lama dari arah belakang terdengar teriakan Devina
" nenek"@ teriak Devina
" little princess jangan lari" "@ujar ibu itu dan merentangkan tangannya untuk menyambut sang cucu
" Nana rindu nenek"@ ujar Devina
" nenek jg rindu sama Nana "@ ujar ibu itu yg lain ibu tiwi
" dimana aunty dan uncle mu sayang"@ ujar ibu tiwi
" ada didalam nek uncle sedang menggoda aunty bie agar tak sedih LG "@ celoteh Devina membuat Tiwi tersenyum senang
"Alhamdulillah kau dikelilingi oleh orang" yg sangat mencintai mu menyayangi mu dan melindungi mu nak "@ batin ibu tiwi
" maaf jika saya boleh tau nyonya ini siapa ya"@ ujar Eliza
"saya Tiwi nyonya saya ibu angkat dari Arsy"@ ujar Tiwi membuat mama Eliza kaget
" Pratiwi"@ ujar mama eliza sendu pasalnya Dy sangat mengenal siapa Pratiwi
" iya Liza ini aku"@ ujar Tiwi
" Masya Allah wi aku sangat merindukanmu selama ini aku mencari mu saat aku kerumah mu kata suami dan anak baru mu kau pergi "@ ujar Eliza
" ya aku diusir oleh mereka ketika semua aset ku di rampas "@ ujar Tiwi
" astaghfirullah terus bagaimana putra mu yg hilang dengan adik" nya@ ujar Eliza
" Alhamdulillah Dy sudah ditemukan bahkan kedua anak perempuan kembarku pun bersama nya mereka di asuh oleh tuan Kusuma "@ ujar Tiwi tersenyum
" maksudmu apakah Daren Arlen dan elen"@ ujar Eliza terkejut dan diangguki oleh Tiwi
" ya saat suamiku pergi suamiku pernah menitipkan anak" ku ke beliau dan kehilangan mereka memang sudah direncanakan oleh tuan Kusuma namun tuan Kusuma tak memberi tahu tentang itu kepadaku aku mengetahui ketika bie memberi tahu semuanya kepada ku "@ ujar Tiwi
" sungguh diluar dugaan ya wi "@ ujar Eliza
" sangat saat putri kecilku menceritakan seorang anak laki-laki kecil yg pernah Dy tolong dan cerita itu didengar oleh ketiga anakku saat itu mereka mencari tau sedetail mungkin dan ternyata itu putramu "@ ujar Tiwi
__ADS_1
" dan menutup akses putra ku untuk mencari tau bie"@ ujar Eliza dan diangguki oleh Tiwi
" jadi Arlen elen dan ajho Darren putra ibu"@ ujar Azka yg baru saja turun dari kamar nya bersama sang istri yg ada digendongan
" yes kau benar ms "@ ujar Arsy
" kenapa aku tak tau soal itu aku hanya tau bahwa ibu adalah ibu angkat istriku "@ ujar Azka heran
" karena aku deba memang sengaja untuk merahasiakan identitas mereka cukup nama alm. Abah saja yg tersemat di belakang nama mereka "@ ujar Arsy
tersenyum dan turun dari gendongan Azka dan berlari ke arah sang ibu
" kau ini selalu berlari" jika kau tersandung bagaimana lihat tuh suamimu sudah melotot saja"@ ujar Tiwi dan dibalas hanya cengiran kearah sang suami
" huh terus kenapa tak tinggal bersama Arlen elen atau Daren"@ ujar Eliza
" aku tak ingin membahayakan anak"ku apalagi menantu kesayangan mu ini Eli mereka masih mengincar ku "@ ujar Tiwi
" huh sebenarnya apa yg mereka cari darimu Tiwi sejak dulu aku selalu berfikir kenapa pihak bawah selalu mengincar mu "@ ujar Eliza
" karena orang tua ku adalah ketua drangkes dan mereka mencari kelemahan nya yaitu aku "@ ujar Tiwi membuat Azka dan mamanya terkejut
" apa "@ ujar Azka
" dan yg utama elen dan arlen "@ ujar bie
" kenapa harus elen dan Arlen"@ ujar Sean yg mendengar percakapan mereka
" karena mereka berdua yg berhak atas drangkes "@ ujar Darrel masuk bersama.n dengan yg lain
Tiwi pun mengangguk
" tak biasanya ibu datang mendadak seperti ini ada apa Bu"@ ujar Arsy to the poin
" tidak ada apa" hanya rindu pada gadis kecil ibu ini "@ ujar Tiwi tersenyum menatap Arsy
" jangan beralasan bie yg jadi topik nya Bu"@ ujar Arsy
dingin
" sayang "@ ujar Azka lembut
" apa harus selalu seperti ini beralasan dulu atau berdrama seperti tak terjadi apa"@ujar Arsy LG tanpa menghiraukan sang suami nya
" bie tau Bu apa yg sedang terjadi diluar sana apa yg sedang dibicarakan dan apa yg sedang Dy lakukan untuk menjatuhkan ku yg notabene nya adiknya sendiri"@ujar Arsy terpejam sambil menyender ke sofa
"mereka menutupi nya agar bie tak mengetahui nya tapi sayang nya bie lebih dulu mengetahui nya "@ ujar Arsy lirih air matanya mengalir membasahi pipinya Azka yg duduk disampingnya tak berani berkutik
" kami melakukan nya untukmu mulutmu bisa berkata kau baik baik saja tapi tidak dengan hati dan batin mu Arsyla "@ ujar Daren dingin
" Darren "@ ujar Tiwi mempringati sang putra
" bu..selama ini aku selalu memanjakan nya tak pernah aku mengekang dan melarang apa yg Dy lakukan hanya sekedar ku pantau sampai pada akhirnya aku tak bisa mengontrol nya..
lukanya Dy aku pun merasakan ny Bu lihat sekarang Bu lihat karena siapa Dy rapuh seperti ini.."@ujar Daren tajam
__ADS_1
" karena kami yg tak bisa melindungi bie"@ujar Axel dingin
" kami sadar Jho kami sadar kami memang bukan lah Abang yg baik untuk bie kami tau itu kami berusaha untuk memberikan apa yg ajho berikan kepada nya tapi kami tak pernah sadar bahwa luka itu masih sangat membekas kami kira Dy memang sudah benar" melupakan kejadian itu makanya kami pun welcome ka"@ ujar Arkansas tajam namun perkataan nya dipotong oleh teriakan bie
" CUKUP cukup cukup hiks hiks hiks "@ teriak Arsy menutup telinga nya membuat semua disana terkejut
" sayang tenanglah"@ ujar Azka khawatir langsung memeluk sang istri namun Arsy meronta ronta
" ada apa ini "@ ujar Ami yg baru saja masuk dengan mymom
" salahkan Arsyla karena Arsyla lah yg memulai semuanya ini Arsylah yg membuat masalah ini Arsylah yg membuat kalian semua terbebani hiks"@ teriak Arsy
" sayang jangan ngmng gitu nak.. ya Allah bie "@ ujar Dania khawatir dengan putrinya yg tiba tiba pinsan
"sayang bangun hey sayang "@ ujar Azka ikut panik ketika Arsy tiba tiba pingsan
Azka pun mengangkat tubuh sang istri dibawa ke kamar
Daren langsung menghubungi sang istri yg sedang keluar dengan zakiya
"sayang buka matamu jangan gini als ku mohon"@ lirih Azka
denisa yg ditelpon sang suami jika Arsy pinsan pun langsung menancap gas mobilnya ke mansion begitu pun yg lain yg sedang berada di luar
" ada apa ini dan apa yg terjadi"@ ujar denisa yg baru saja masuk
" tolong Alsa dulu und "@ ujar Azka panik yg melihat wajah Arsy yg sudah pucat
" kalian semua keluar sekarang "@ ujar denisa
" und tolong alsa"@ ujar Azka lirih masih setia menggenggam tangan sang istri
" pasti aku akan berusaha untuk adikku"@ ujar denisa dingin
" bisa kau jelaskan intinya Azka karena bagaimanapun aku harus tau sebabnya"@ ujar denisa
Azka pun menjelaskan sedangkan denisa zakiya dan sheyla mendengar perkataan Azka dengan memeriksa Arsy
mereka kesal dengan tingkah laku Axel Daren dan Arkansas
setelah selesai memeriksa denisa keluar dengan perasaan kesal
" Mimi aunty GPP kan"@ ujar Devina
" aunty GPP nak nana doa.n aunty oke"@ ujar denisa
" baba ingin masuk"@ ujar baba dingin tegas dan tajam
denisa pun mengangguk sebagai pertanda meng iyakan
matanya pun melihat muka sang suami Axel dan Arkansas sudah merah pertanda mereka baru saja dpat Bogeman dari baba
" Bogeman baba blm pas "@ ujar denisa plak plak plak
3 tamparan tepat mengenai pipi Daren Axel dan Arkansas
__ADS_1