
malam pun tiba
mereka semua sudah ada diruang makan untuk makan malam
"silahkan semuanya sudah siap tuan nyonya nona@ ujar maid
" ya bi apa bibik sudah makan"@ ujar Dania
" belum nyonya setelah ini kami akan makan"@ ujar maid itu
" baiklah jangan ada yg tak makan malam bik pastikan semuanya makan ya dan setelah itu minum vitamin agar badan kalian tetap lah sehat "@ ujar Diana
" baik nona kami pamit "@ ujar Maida itu dan diangguki oleh Dania
mereka semua pun makan dengan tenang dan Hidmat tak lama Azzam menangis Di kereta dorong nya (lupa namanya apa.n)
oek oek oek
bie yg ingin menghampiri Azzam pun tersenyum ketika Azka yg lebih dulu menghampiri Azzam
" cup cup boy kenapa hemm laper ya "@ ujar Azka tersenyum dan memberikan dot susu asi untuk Azzam ya Azzam minum asi ya Azka membelikan asi untuk Azzam ntah dari mana intinya Dy mencarinya untuk sang putra agar sang putra bisa menikmati asi walaupun bukan asi dari ibu kandungnya
Azzam pun langsung melahap susu itu sampai tak tersisa membuat semua orang yg ada di meja makan tersenyum
" ya baba zam jg lapel tau masa pada makan Azzam sendili yg gak"@ ujar Arsy menirukan suara bayi
membuat mereka semua tertawa melihat tingkah Arsy yg menggemaskan
" ternyata kau sudah tumbuh dewasa nak lihat lah syfa putri yg pernah kau sakiti sekarang bangkit dari terpuruk nya menampilkan senyum bahagia yg indah"@ ujar batin Dania tersenyum
" inilah yg baba selalu inginkan nak melihat mu tersenyum bahagia dihadapan baba"@ ujar batin Daniel tersenyum
" senyummu ini yg membuat candu deba sayang"@ ujar batin Ari Kusuma
" bahagiamu dan senyum mu adalah hal yg selalu kami inginkan nona"@ ujar batin bobo
" cukup ini yg ku inginkan melihat kau tersenyum tanpa adanya beban dan rasa sakit sayang"@ ujar Azka tersenyum
" dan terima kasih untuk kalian yg telah hadir dan mendampingi bie sampai saat ini"@ ujar Arsy tersenyum lembut nan tulus
__ADS_1
" itu tugas Keluarga bukan harus dan wajib ada untuk keluarga nya apalg putri Wijaya Kusuma yg cantik ini"@ ujar Dania
" eh putri Nugraha alrich jg dong "@ ujar mama eliza tak mau kalah dan membuat mereka tertawa bersama Azzam yg masih berada di gendongan Azka pun tangannya memegang jilbab yg di pakai oleh Arsy
" kenapa ganteng nya umma sini sini"@ ujar Arsy meraih sang putra dari gendongan sang suami
" saingan mu berat ka hahaha Azzam kayak nya gx bisa jauh" dari ummanya nemplok mulu liat ummanya aja langsung pengen mintak digendong"@ ujar Sean meledek
" diem kau se "@ ujar Azka tajam
" ms, mas marah kalau Azzam lebih dekat dengan als"@ ujar Arsy menatap sang suami nya
" eh gx sayang kenapa mas marah kalau putra ms lebih Deket ke ummanya itu kan wajar sayang si Sean jngn didengerin sayang mulutnya emng kayak kompor meleduk "@ ujar Azka gelagapan ketika sang istri menatap nya
" yakin gx marah atau jeleous sama putranya"@ ujar Arsy
" gak sayang gak kalian itu harta ms kenapa ms marah atau jeleous sama putra ms sendiri"@ ujar Azka tersenyum
" sudah sudah kok malah bahas perjeleousan sih yuk lah kita ke depan sini cicit eyangmi sama eyangmi dulu biar ummanya nyiapin ASI-nya lg sekalian bie buat ntr mlm kalau cicit eyangmi kebangun laper"@ ujar asri mengambil alih gendongan Azzam
" tu Azzam dioper gendong sana sini ampek bingung Dy"@ ujar angkasa yg melihat sang ponakannya
mereka pun ke ruang keluarga dan berbincang" sedangkan Arsy mama Eliza sedang menyiapkan asi untuk Azzam
" loh kenapa gx nginep aja didi biasanya jg kita dsini"@ ujar Davina bingung
" sekarang beda nana aunty mu Arlen kan sudah dilamar dan seharusnya tak boleh bertemu istilahnya dipingit sebelum pernikahan "@ ujar ibu tiwi
" Oalah begitu ya sudah kita pulang tapi Nana pamit dulu ke aunty bie sekalian mau minta izin gx ketemu sama anty selama anty Arlen di pingit"@ ujar Davina dan berlari ke arah dapur disusul oleh Devan yg berjalan kearah Azka yg berada dihalaman samping karena tadi ada panggilan masuk dari orang suruhan nya
" Evan mau kemana nak"@ ujar denisa
" mau nyamperin uncle azka Mimi mau pamitan kalau mau pulang"@ ujar Devan dan diangguki oleh denisa
sesampainya di halaman samping
" urus dengan sangat rapih jangan sampai mereka tau siapa putraku dan pastikan keluarga dirgantara tau tentang ini bagaimana pun mereka adalah orang tua istriku yg berarti orang tuaku aku akan menemui mereka nnti setelah semua urusan ku selesai dan memastikan keadaan istri dan putraku baik baik dsini "@ ujar Azka setelah itu dimematikan telpon nya
" ada apa boy kau menemu uncle"@ ujar Azka tersenyum dan berbalik menghadap anak kecil yg tak lain tak bukan adalah Devan
__ADS_1
" Evan ingin pamit pulang uncle karena aunty Arlen harus dipingit jadi kami harus pulang "@ ujar Devan
" baiklah hati hati dan jaga aunty mu jangan sampai Dy keluar rumah seblm masa pingitan nya selesai oke"@ ujar Azka tersenyum menatap Devan
" siap uncle "@ ujar Devan masih dengan tatapan yg sulit diartikan
" apa yg ingin kau ketahui hemm apa soal percakapan uncle ditelpon tadi"@ ujar Azka ya Dy tau bagaimana Devan Dy akan melakukan apapun apalagi itu terkait dengan Arsy istrinya makanya saat devan datang Azka masih saja jojong menelpon orang itu
Devan pun mengangguk
" apa ada yg ingin melakukan kejahatan kepada Azzam uncle"@ ujar Devan
" tidak boy hanya uncle ingin berjaga" dengan identitas Azzam pastinya kau lebih tau siapa orang tua Azzam bukan"@ ujar Azka tersenyum ya Devan memang masih kecil namun IQ nya jangan dianggap remeh apalagi tentang masalah identitas Azzam Dy sudah mengetahui nya
" he.em"@ ujar Devan disertai anggukan
" terus tentang orang tua kandung aunty "@ ujar Devan
" sini duduk disebelah uncle"@ ujar Azka duduk di bangku yg ada disamping nya dan menyuruh Devan duduk disebelah nya
"uncle akan ke-indonesia untuk menemui mereka bagaimana pun mereka harus tau tentang aunty mu walaupun jujur uncle sangat enggan untuk bertemu dengan mereka tapi darah mereka mengalir ditubuh aunty mu boy dan uncle tak bisa pungkiri itu"@ujar Azka
"apa uncle jg ingin memberi tahu mereka tentang Azzam"@ ujar Devan dan diangguki oleh Azka
" ya.. Azzam adalah putra uncle dan aunty mu mereka harus tau itu"@ ujar Azka tersenyum
" bagaimana kalau mereka tak mau mengakui nya uncle seperti mereka tak mengakui aunty bie"@ ujar Devan khawatir dengan adiknya
" insyaallah tidak akan terulang dengan Azzam mereka sudah berubah boy dan telah mengakui kesalahannya "@ ujar Azka tersenyum meyakinkan
" apa uncle yakin "@ ujar Devan
" yakin boy percayalah aunty dan adik mu akan diakui oleh mereka"@ ujar Azka lagi
" ya uncle akan memastikannya sendiri penyesalan mereka maka dari itu uncle akan ke Indonesia "@ ujar batin Azka
" oke akan ku pegang perkataan uncle "@ ujar Devan dan diangguki oleh Azka mereka pun beranjak dari tmpt duduk dan masuk beriringan kedalam mansion
✓®[™]\=®]✓
__ADS_1
Tugas suami bukan hanya memberikan nafkah lahir dan batin saja namun menjaga keluarga menjaga ketaatan dan ketentraman keluarga itu sendiri
serta menjadi penasehat yg dingin nan sejuk untuk keluarga nya dan adil bijaksana dalam menyikapi sebuah masalah