
Di Bandara Soekarno-Hatta
Ke 5 orang berbaju hitam dan bermasker serta topi, berjalan beriringan dengan Beberapa orang berbaju putih sedang mendorong Brangkar
Sepi amat ini tempat " Celetuk Melva saat melewati Lorong Bandara, ya mereka lewat belakang menuju kemobil agar Kedatangan mereka semua tidak dicurigai
Aku sudah mengurus nya untuk beberapa menit jadi cepat kita pergi dari sini " Ujar Malvin
Wow, bisa begitu ya " Ujar Meta kagum
Siapa lagi kalau bukan Malvino Address dia bisa berbuat apapun " Ujar Melva tersenyum bangga kepada sang Abang kembarnya
Cepat Sebelum mereka curiga karena Cctv Di bagian belakang bandara ini ku sadap hanya beberapa menit saja " Ujar Malvin
mereka pun bergegas pergi dari Sana menuju Ke RS
Pastikan Tak mencurigai, karena info yang ku dapat Bobo Andres dan Dwn masih di Indonesia ,. " Ujar Hendru
Baik, kita Bagi tugas, Meta Kau dan Aku akan tetap di RS , Hendra dan hendru akan mengawasi mereka, Dan kau Melva Jaga tuan muda, Ujar melvin tegas
Baik , Kami titip Nona " Ujar Hendru
Diangguki oleh Mereka Berdua
Apapun yang terjadi Hubungi kami " Ujar hendra
Pasti " Ujar Meta mengangguk
mereka pun pergi dari sana
Mr, miss " Ujar Seseorang yang baru saja keluar dari ruangan yang ada di balik pintu
Bagaimana Apa bisa operasinya dilakukan Sekarang " Ujar meta
Bisa Miss, tapi Pasien Pendonor ingin bicara dengan kalian terlebih dulu " Ujar Dokter itu
Baik saya akan menemui nya " Ujar Melvin
Kau disini jaga Nona " Ujar Melvin diangguki oleh meta
Melvin pun pergi menuju ruang rawat yang tak jauh dari ruang Milik Arsy
Nona lekas lah Sembuh, Aku sangat merindukan Nasehat yang sering kau Berikan padaku " ujar meta lirih Matanya berkaca-kaca melihat ke arah Dalam ruangan dimana Ada seorang wanita yang terkapar lemah dengan beberapa selang ditubuhnya untuk ia tetap bernafas
__ADS_1
Tuan Radit, maafkan aku, aku tak bisa menjaga Ratu mu, Hiks hiks hiks " Isak Meta tercekat
Flashback
Berjanji lah kalian untuk tidak Mengkhianati ku dengan Nyawa kalian sendiri " Ujar Seorang Laki laki menatap beberapa orang yang berdiri di hadapan nya
Kami berjanji dengan Nyawa kami , bahwa kami Tidak akan mengkhianati Ketua, jika kami berkhianat kami siap mendapatkan hukuman mati " Ujar Mereka tegas dan mantap
Dan jangan Khianati Ratu kalian, Jangan pernah ikut membenci atau berpaling dengan Nya Walaupun Itu perintah Ku sekalipun kalian akan tetap untuk Nya " Ujar Raditya Tegas
Mereka menatap Ke arah Raditya bingung Karena mereka tak mengetahui siapa ratu mereka yang mereka tau Hanya Raditya lah pemimpin mereka
Lihat foto ini cermati pandangan matanya dan Ingatkan sebagai alram suaranya, Dia Ratu kalian, berjanjilah Untuk Tetap berada di sekitar nya walaupun jarak jauh, berjanjilah jika suatu saat ia terjatuh Kalian berkerja sama untuk menolong nya " Ujar Raditya
Memang dia siapa tuan kenapa dia di nobatkan sebagai queen kami " Ujar Meta
Dia memang Ratu kalian, dia yang akan menjadi pemimpin di setiap Langkahku ini , Dia yang akan menggantikan posisi ku kelak " Ujar Raditya
Jangan membantah Pernyataan nya, Turuti, namun jika memang itu salah katakan dengan alasannya, " Ujar Raditya lagi
Apa saya boleh bertanya tuan " Ujar Hendru
Silahkan ndru " Ujar Raditya
Dia lebih dari kekasih Ndru, dia bagian dari hidup ku saat ini, jika bisa dikatakan Aku hidup saat ini hanya sekedar untuk Menjaganya agar sewaktu waktu dia Sendiri dia kuat dan bisa memimpin kalian semua " Ujar Raditya
...****************...
...****************...
Sedangkan di Ruangan berbeda
Assalamualaikum " Ucap salam Melvin saat memasuki Ruangan itu
waAlaikum salam " Ujar lirih seorang wanita paruh baya yang terbujur lemah di brangkar
Malvin mendekati wanita paruh baya itu menyalami tangan wanita itu
Saya adalah anggota keluarga dari pasien yang anda tolong Nyonya " Ujar Melvin lembut menatap sang wanita itu
Wanita itu mengangguk tersenyum lemah
Terimakasih atas Bantuan dan kebaikan Nyonya Untuk Kakak Saya " Ujar Malvin Matanya berkaca-kaca
__ADS_1
Ya Malvin Dan Melva lebih muda 2 tahun dari Arsy
Apa kau sangat menyayangi kakakmu itu nak " Ujar Wanita paruh baya itu lirih
Sangat Nyonya, karena nyawa dan apa yang saya miliki saat ini bukan apa apa untuk beliau " Ujar Malvin tertunduk dengan suara bergetar
Apa wanita itu baik nak, " tanya ibu itu
Sangat bu, dia wanita yang sangat baik, " ujar Malvin
Syukurlah kalau begitu, ibu tak kan menyesal nantinya, " Ujar wanita itu, namun membuat Malvin bingung dengan ucapan nya
Nak, apa boleh ibu minta satu permintaan " Ujar Wanita itu
Apa Bu, insyaallah selagi aku bisa memenuhi permintaan ibu akan aku penuhi Bu , Uang seberapa banyak pun Akan aku Kasih kepada ibu, sebagai ucapan terimakasih ku atas pengorbanan ibu kepada kakakku " Ujar Malvin
tidak nak ibuk tidak meminta uangmu, ibu hanya minta satu kepadamu tolong selamatkan putri ku dari Mafia kejam itu, Aku tak ingin putri ku menderita menikah dengan nya tolong selamatkan dia " Ujar Ibu itu dengan suara
Ibu tau, Kau adalah Malvin Address pastinya kau bisa menyelamatkan putri ku aku mohon tolong selamatkan Dy hiks hiks, dia akan menikah besok nak, Aku tak ingin putri ku menderita " Ujar Wanita itu terisak memohon dengan kedua tangan nya
Aku akan menyelamatkan putri ibu sekarang, apa ibu tau siapa mafia itu " Ujar Malvin bertanya
Dia Adalah Dank Ketua dari mafia Drankr Nak, Dia juga pemilik perusahaan Drank " Ujar Ibu itu dengan suara tercekat
ibu yang tenang, saya akan menyelamatkan putri ibu, selesai oprasi Putri ibu sudah kembali " Ujar Malvin yakin
Apa Tidak bisa sekarang nak, ibuk takut ketika nanti selesai oprasi ibu tak bisa bertemu dengan Putri ibu lagi " Ujar Wanita itu ..
Malvin tak Bisa menjawab perkataan ibu itu, karena permintaan nya seolah permintaan terakhirnya, iapun menelpon Hendra dan membicarakan masalah itu dan Hendra pun Langsung melacak keberadaan Mafia itu
Dia Ada Di daerah Xxxx, Vin, Anggota mereka sekisaran 1500 Orang, itu pun masih di bawah rata rata " Ujar Hendra di sebrang telpon
Baiklah siapkan anak buah 150 orang teratas, kau kembali ke RS untuk menjaga nona karena aku sedikit ragu jika meta sendiri " Ujar Malvin yang ragu karena jika terjadi sesuatu meta akan mudah panik apalagi jika bersangkutan dengan Arsy
Baiklah " Ujar Hendra dan sambungan telepon dimatikan
Malvin menatap kearah brangkar ibu itu masih terisak dengan nafas yang tersengal-sengal
Malvin semakin tak tega ...
Malvin pun menghampiri nya
Ibu, jangan khawatir saya akan kembali sebelum operasi dimulai dengan putri anda "Ujar malvin berpamitan kepada wanita itu setelah itu ia pun keluar dari ruangan dan pergi keluar
__ADS_1