
di Indonesia semua orang panik dengan Arsy baba Dady papa dan ayah pun melesat ke tempat kejadian namun saat mereka sampai mereka melihat semuanya sudah beres
" dimana adik kalian"@ teriak Daniel dengan emosi
" nona sedang dibawa ke RS baru saja dengan tuan Reyhan "@ ujar Andres tak lama telpon gara berbunyi
"assalamualaikum ada apa tuan"@ ujar gara
"waAlaikum salam gar tolong susul kami ban mobil ku pecah cepat "@ ujar Reyhan panik
" baik tuan saya kesana segera "@ ujar gara
setelah itu telpon dimatikan
" ada apa gara "@ ujar sang ayah
" tuan Rey ban mobilnya pecah tuan "@ ujar gara
"astaghfirullah "@ ujar mereka Daniel dan doni langsung melesat menyusul pikiran mereka hanya sang putri takut jika terjadi apa"
sesampainya di tempat mobil Rey mereka langsung keluar
" baba"@ ujar Reyna terisak
Arsy pun digendong oleh baba
" ba sakit "@ ujar Arsy lirih
" ya sayang bertahan ya sayang "@ ujar baba panik
merekapun langsung melesat kers di mobil Doni
"Reyna kamu tenang nak "@ ujar Doni
" kak Nana bie GPP kok"@ ujar Arsy tercekat menahan sakitnya
" baba "@ ujar arsy lirih
"jangan salahin bang armanza atau kak elen ya itu semua rencananya bie tanpa mereka tau jg bie akan melakukan nya sendiri "@ ujarnya sambil menahan rasa sakit yg teramat didadanya
" iya nak "@ ujar baba
mereka pun sampai di RS disana Eliza Fira dan keluarga yg lain sudah disana
" nak bertahan ya "@ ujar Eliza kepada sang menantu
dan dijawab dengan senyuman
sedangkan di luar ruangan semua orang panik dan khawatir
" elen apa yg sebenarnya terjadi "@ ujar xela ya Dy yg baru saja sampai
" maaf ini salah ku aku lalai disini tak bisa menjaganya aku membiarkan Dy sendrian tanpa ku awasi seharusnya aku bisa hiks hiks "@ Isak elen
plakkk
tamparan keras dari bunda Syifa mendarat dipipi elen
" lihat apa yg kau lakukan putriku anak ku harus berjuang LG dengan kondisinya itu karena ulah mu dasar kau anak tak tau diri"@ teriak Syifa
__ADS_1
"stop Syifa sudah CUKUP cukup kau menyakiti putri putri ku cukup cukup sibungsu yg kau sakiti syifa jangan para kakak nya jangan salah kan elen Syifa tapi salah kan aku yg tak bisa menjaga bie dengan baik hiks hiks hiks ku mohon Syifa cukup bie akan lebih kecewa dengan mu LG jika kau menyakiti mereka bukan aku membela mereka yg lalai tapi jika mereka disakiti bie yg akan kecewa hiks hiks "@ ujar Dania memeluk elen yg terisak
tak jauh dari mereka armanza berlari
" maaf kan aku ini salah ku jangan salah kan elen nyonya aku yg tak becus menjaga adik ku "@ ujar armanza dingin karena melihat pipi elen memerah di pelukan sang Ami
Theo yg baru saja sampai pun langsung menghajar armanza namun langsung dipisahkan oleh Sean dwn
" aku yg akan membawa adik ku pergi sejauh-jauhnya"@ ujar Theo tajam
" jangan berharap kau bisa membawa Arsy pergi tuan Theo Dy milik adik ku dan aku sebagai Abang nya akan mempertahankan apa yg menjadi milik adikku"@ ujar Sean tajam
"jangan melampaui kesabaran ku Theo"@ ujar Axel tajam
" selangkah saja anda memaksa saya pastikan anda akan hancur tuan "@ ujar seseorang dingin auranya mencekam
" Darren "@ ujar mereka
" maaf ajho telat "@ ujar Daren elen pun yg mendengar suara Abang kandung nya pun melepaskan pelukannya dari Ami dan memeluk sang Abang
" maaf ajho hiks hiks elen gak nepati janji elen jagain bie "@ ujarnya
"Alen jg minta maaf ajho alen jg gagal hiks hiks "@ ujar Arlen yg sedari tadi hanya diam melihat sang adik nya ia ingin membela namun apa yg dilakukan sang adik memang salah tapi ia jg tak terima adiknya diperlakukan seperti itu
" sudah berhenti lah menangis kalian tak ada yg gagal untuk menjaga bie ajho yg gagal karena tak mengawasi kalian lebih baik "@ ujar Daren
" maafin Axel Jho "@ ujar Axel menunduk ya dihadapan mereka Daren lah yg lebih ditakuti karena cara Dy mendidik sang adiknya lebih disiplin deba pun memang mengakui cara nya dan selama di Amsterdam Daren lah yg bertanggung jawab penuh dengan raja elen Arlen Lukas lucky dll
"apa sekarang kau menjadi seorang yg lemah Axel "@ ujar Daren tajam
" dimana sikap angkuh mu itu sampai kau tak bisa melindungi mereka aku menitipkan mereka untuk kau lindungi bukan hanya sekedar menjaganya saja Axel"@ ujar Daren LG
" ku kira kepekaan kalian masih tajam ternyata salah Azka lebih peka dari pada kalian disini "@ ujar denisa istri Daren
" kalian itu keluarga seharusnya kalian saling menjaga bukan saling menyalahkan "@ ujar devano putra pertama daren yg masih umur 8 tahun
" dan nyonya jika aunty ku tau kau menyakiti Cece kesayangan nya aunty akan sangat kecewa padahal dari mereka lah aunty menerima kalian kembali"@ ujar devani putri keduanya yg ber umur 6 thn
tak lama Eliza keluar
Dy mengedarkan pandangannya ke sekeliling nya dan tak sengaja matanya mengarah ke Daren
" Daren artama"@ ujar Eliza terkejut
" ma apa mama kenal Dy"@ ujar sang papa
" iya pa mama kenal lelaki ini lelaki ini yg saat itu menolong mama dan lelaki ini yg pernah diceritakan oleh Azka bahwa bie memiliki satu lg abang yg terdepan untuk melindungi bie dan lelaki ini yg sedang dicarinya untuk meminta maaf dan restu "@ ujar Eliza ya saat itu Azka menelpon dan menceritakan isi dairy Arsy di dairy tersebut tercantum nama nama abangnya dan yg blm Dy temui dan meminta restu hanya Daren disana pun tertulis bahwa Daren adalah prisai terdepan untuk bie dan yg lainnya dan Azka meminta kepada sang mama agar jika Daren ke Indonesia segera hubungi Azka.. Azka pun menunjukkan foto Daren bersama Arsy elen dan Arlen jadi Eliza pun mengenal Daren
" sebenarnya saya sudah sering berjumpa dengan nya nyonya tapi Azka mungkin tak menyadari nya malah nyonya yg menyadari dan langsung mengenali saya"@ ujar Daren tersenyum
" ya bagaimana uncle El bisa menyadari jika ini Didi setiap Didi bertemu dengan uncle Didi selalu merubah ubah penampilan Didi"@ ujar devano kesal dengan sang didi
" dan membuat sang uncle harus lebih keras mencari Didi "@ ujar devani
" hahaha ya biar uncle idola kalian itu berjuang dong mendapatkan restu Didi yg ganteng ini"@ ujar Daren
" kepedean sekali suami Mimi ini "@ ujar devani
Fira yg berada didalam pun keluar untuk memanggil elen dan armanza
__ADS_1
"elen armanza dipanggil oleh Arsy"@ ujar Fira
Dy sempat heran kenapa ada sang dokter muda hebat nan legendaris disini
" dokter denisa"@ujar Fira Eliza pun yg baru menyadari jika itu denisa pun terkejut
" astaghfirullah iya aku baru sadar jika anda dokter denisa nona"@ ujar Eliza
" jangan berlebihan seperti itu Tante panggil saja aku nisa dan maaf jika kedatangan kami tadi membuat kalian kurang konsentrasi didalam "@ ujar denisa tersenyum
mereka pun berbincang" sedang para gadis hanya diam karena mereka tau jika mereka tak ditegur oleh denisa berarti denisa sedang marah maka itu satu pun dari mereka tak ada yg berani mendekat bahkan Alen yg masih memeluk sang ajhonya pun tak berani menatap istri ajhonya itu
denisa yg baru menyadari jika tingkah para adik gadisnya hanya diam saja terkekeh
" apa kalian tak merindukan unda mu para ladies "@ujar denisa sambil merentangkan tangannya langsung mereka semua berhamburan untuk memeluk sang unda yg selalu siaga untuk mereka dalam hal apapun itu
"dasar mentang" undanya tak menegur tak ada yg mau menegur "@ ujar denisa terkekkeh
" abis muka unda sebelas dua belas sama ajho kalo LG marah jadi kan takut mau negur duluan jangan di dusel" dong engap ini vei nya "@ ujar vei
semua orang pun tertawa terbahak-bahak beda hal nya didalam ruangan
Arsy yg melihat wajah elen yg memerah karena tamparan dan luka sobek dan lebam dibagian sudut sang Abang pun dibuat kesal dan kecewa
"siapa yg melakukan nya jawab "@ujar bie tajam
mereka berdua diam tak berani menjawab jika mereka menjawab dipastikan bie akan semakin tersakiti oleh keluarga kandungnya
" apa kalian berdua tak ingin menjawab pertanyaan ku apa kalian berdua ingin aku tak kecewa atas sikap keluarga kandungku karena perlakuan mereka "@ ujar teriak Arsy yg sudah tau apa yg terjadi diluar ruangan tadi saat Dy dipriksa
mereka berdua terkejut karena teriakan arsy.. Arsy tak pernah Semarah ini pikirnya
"bie sewajarnya jika mereka semua melakukan itu karena mereka terlalu khawatir dengan mu"@ ujar elen
" tak ada yg wajar jika hanya menyalahkan orang lain tapi tak bisa introspeksi diri "@ ujarnya dingin
"dede kontrol emosi mu "@ ujar manza yg khawatir dengan keadaan bie apalagi dengan kondisinya yg belum baik
" jika aku disuruh mengontrol emosi ku terus bagaimana aku bisa meluapkan rasa kekecewaan dan rasa sakit ku bang"@ teriak Arsy yg kedua kalinya dan ini lebih keras membuat orang yg berada di luar ikut terkejut
" bie"@ seru mereka terkejut
denisa langsung masuk kedalam ruangan dan merasakan aura yg mencekam tak lama disusul oleh mereka
"aku selalu memendam nya ce aku selalu mengikuti arahan mu untuk mengikis rasa sakit ini dan tak lagi menaruhkan rasa sakit hati ini namun kenapa mereka semua malah menorehkan luka luka itu lagi "@ Isak bie
"mengeluarkan kata kata itu kepadamu ce kata kata yg sangat menyakitkan hiks hiks "@ ujar nya masih terisak di dalam dekapan elen sedang armanza diam mematung melihat sang adik nya rapuh seperti ini LG
denisa memberikan kode kepada elen agar dia yg mengambil alih pelukan bie
elen pun mengagguk denisa pun memeluk erat si bungsu
Arsy yg tau itu denisa tangisan ny pun pecah
" hiks hiks undaaaa "@ ujar Arsy dengan tangisan
" keluarkan lah keluar kan rasa sakit yg mengganjal di hatimu unda sudah disini lepaskan lh "@ ujar denisa
Arsy pun mengeluarkan segala rasa sakitnya yg tertahan dan itu membuat keluarga dirgantara Walton tertampar
__ADS_1