
mereka semua pun Sarapannya hanya Arsy yang tak Ada dimeja makan
Aku akan ke kamar kalian makan saja duluan " Ujar Azka dia ingin pergi dari sana
Sarapan lah bang, percuma kau membujuk kakak, Itu akan sia sia, " Ujar Malvin
A" Ujar Azka yang akan menjawab perkataan Malvin langsung dipotong oleh Melva
Sarapan lah biar aku yang menemui kakak, Lagi pula saat ini Ada dokter Fani " Ujar Melva
Fani kesini, apa terjadi sesuatu dengan Istriku " Ujar Azka khawatir
Tidak bang, dokter Fani hanya melakukan Konsultasi saja " Ujar Melva menatap Azka
ia pun mengangguk dan melanjutkan sarapannya
dengan matanya yang tak luput dari sang anak
Sedangkan Azzam ia masih diam cuek
Azzam mau nambah lagi nak " Tanya Azka
Tidak, Azzam sudah kenyang " Ujar Azzam dingin
Azzam keatas Dulu semua, permisi " Ujar Azzam dengan sopan
baba, umma takut sekarang ini " bisik Azzam saat dia ada disamping sang ayah
Azka yang mendengar hal itu terkejut ia pun menatap sang anaknya
Azka tak lagi banyak kata ia langsung menyusul anknya keatas
Sesampainya di atas Dia melihat sang putra duduk berjongkok di depan pintu dengan menunduk
Nak, " Ujar Azka lirih dan memeluk sang putra
Baba apa baba akan membawa umma pergi, dan tinggal Di tempat baba, " Ujar Azzam lirih
Azka tidak menjawab pertanyaan sang putra dia hanya diam saja
Baba, apakah boleh kita disini, aku tak tega melihat Umma seperti itu merasa takut, Azzam memang tidak tau apa yang terjadi tapi Azzam tidak kuat melihat umma tersiksa Baba " Ujar Azzam
__ADS_1
Saat Melva keatas dan disusul oleh Azzam sebelum nya
Arsy yang sedang konsultasi dengan Fani dia mengungkapkan semua nya,
Rasa takut rasa tidak kepercayaan diri bahkan pengkhianatan yang dilakukan oleh orang terdekat itu membuat mental nya terguncang
Tidak akan, kita akan tetap disini Baba tidak akan membawa azzam dengan umma pergi " Ujar Azka pelan
Tak lama terdengar suara ramai dibawah
Mereka sudah datang baba " Ujar Azzam saat mendengar suara ramai di bawah
Iya nak, Apa ingin bertemu dengan para kakek dan nenekmu " Ujar Azka tersenyum
Aku akan menemui mereka tapi bisakah baba tidak mengizinkan Mereka menemui umma " Perkataan Anak kecil itu didengar jelas oleh beberapa orang yang berada di pucuk tangga
Nak, bagaimana pun mereka saudara dan orang tua Umma dan baba " Ujar Azka memberikan pengertian
Mereka memang Keluarga Baba dan Umma tapi apa baba fikir itu akan baik dengan kondisi Umma yang saat ini sakit Baba, " Ujar Azzam tajam
Terus mau Azzam bagaimana " Ujar pria paruh baya itu menatap sang cucu nya dengan Sendu
Tapi bagaimana pun dia anakku aku berhak ingin bertemu " Ujar Daniel
Dan aku seorang putra yang akan tetap menjaga ibuku dan tak membiarkan ibuku sakit " Ujar Azzam dingin
Anak ini membenci kita " Bisik Dania diangguki oleh mereka
Aku tidak membenci kalian tapi aku ingat siapa siapa yang pernah menyakiti umma ku " Ujar Azzam dingin
kalian, Deba dan omamy, yang tidak berada tepat di samping Umma ketika umma butuh kalian, kakek Nena , kalian menyia nyiakan Umma ku sejak dulu , Dan Kalian para Daddy dan Mommy dan para Anty Uncle kalian mengkhianati Dan membuat kepercayaan umma ku hancur , Dan kalian Berdua terutama anda omma Eliza, Kau membuat Umma ku sakit hati dan terluka " Ujar Azzam dingin namun itu membuat mereka bungkam
saat Azzam selesai mengatakan hal itu Fani keluar ia memang mendengar Perkataan Azzam
Nak, Umma mu baik baik saja " Ujar Fani menghibur sang Ponakan
Bualan apa itu Dokter Fani, jelas jelas aku dan baba mendengar hal itu, sejak kemarin umma memendam nya maka dari itu dia menghindar dan pergi dari pasar, tapi nyatanya sebaik apapun rasa itu tetap akan meledak dengan sendirinya" Ujar Azzam dingin
Azzam masuk kedalam kamar dan menguncinya dari dalam
Dia menatap ummanya yang tertidur pulas
__ADS_1
Umma Aku akan menjaga umma " Ujar Azzam menatap wajah pucat Sang ibu
Sedangkan di luar
Maaf atas perkataan Azzam, tapi kami memohon Akan itu, Kakak mentalnya terguncang saat itu sampai saat ini pun kami masih berusaha namun, kaca yang sudah pecah itu akan susah untuk disatukan kembali, Beberapa bulan lalu hendru memberikan Bukti jika bang Azka tidak bersalah kami meyakinkan nya berkali-kali, maka saat dia Datang Mungkin Dampak terkejut nya kakak, antara menerima atau tidak, namun saat bang Azka menjelaskan nya dan dengan keadaan Bang Azka itu sudah menjadi kunci Jika kakak menerima Bang Azka kembali " Ujar Malvin menatap seluruh orang yang ada disana
saat kami membawa nya ke Indonesia, dia meminta untuk Tinggal hanya berdua dengan Azzam, Awal nya kami semua tak mengizinkan namun kakak yang kekeh ingin tinggal berdua dan jauh dari Kota pun membuat kami mengizinkan dengan syarat, jika tiap hari kami akan bergantian disini untuk sekedar menjaganya " Ujar Hendra
Lambat laun memang keadaanny membaik kami fikir, namun itu fikiran kami, tapi pada dasarnya kakak masih sering melamun bahkan mengurung dikamar dengan berbagai alasan " Ujar melia
Mereka semua yang disana diam membisu, seperti tamparan bagi mereka semua
Sekarang saya mau tanya dengan bang Azka, mau bagaimana selanjutnya, " Ujar Malvin menatap Kearah Azka
Saya tetap akan memenuhi janji saya, yang akan menikahinya secara sadar, Dan akan memenuhi semua keinginan tanpa terkecuali, " Ujar Azka
Diangguki oleh Malvin Melia Hendra
baiklah, Malam ini akan saya siapkan semuanya , toh selama ini kebutuhan kakak yang selalu bang Azka penuhi, itu membuktikan bahwa Abang masih Menafkahi Kakak " Ujar Malvin
Maksudnya apa, kebutuhan bagaimana bang " Ujar Melva bingung
Bang Azka masih mengirimkan uang ke rekening kakak, tapi Kak Arlena yang mengatur semuanya maka dari itu rumah serta Sawah itu dari bang Azka, Awalnya kami memberikan hal itu tapi, kak Arlen langsung menghubungi kami berdua dan mengatakan jika bagaimana pun Azka masih tetap suaminya dan hukum pun mengatakan mereka masih suami istri " Ujar Hendra
ya saat itu Arlen langsung terbang dan menemui Malvin dan Hendra
flashback
Dimana Arsy, " Tanya Arlen
Dia di Bandung kami membelikan sebuah rumah dan persawahan untuknya " Ujar Malvin
Baiklah semua yang kalian keluarkan akan saya kembalikan " Ujar Arlen
Tidak nona, kami memberikan nya karena " Ujar Hendra terpotong oleh perkataan Arlen
Dia masih sah istri Azka, Kalian harus tau itu, kalian ingin Azka atau pun Arsy menanggung dosa mereka lebih banyak lagi, Aku akan mengganti uang kalian dengan Uang Milik Azka yang sering ia transfer ke rekening Arsy sebagai Nafkah nya , tanpa sepengetahuan Azka atau pun Arsy, kalian tinggal terima beres saja saya akan memalsukan semuanya tanpa mereka tahu sampai dimana Azka dan Arsy bertemu dan mengatakan jika mereka ingin berpisah " Ujar Arlen
Apa kah anda yakin nona, jika tuan Azka tidak mengetahui karena untuk saat ini kakak butuh waktu " Ujar Malvin yang khawatir dengan kondisi Arsy
Aku akan mengatur semuanya tugas kalian jaga kakak kalian baik baik, aku titip dia " Ujar Arlen setelah itu ia pamit untuk kembali ke Amsterdam
__ADS_1