Hijabagent

Hijabagent
part85


__ADS_3

Azka yg mendengar ucapan MC pun langsung melirik sekilas dan mengambil buket bunga diberikan oleh Arsy


" terimakasih dan maaf nona"@ ujar Azka tersenyum lirih


Arsy pun hanya mengangguk


" bukan Alsa ka"@ gumam Azka ketika melihat cincin yg melingkar di jari manis bukan terukir namanya


" untung sempet minjem cincin Devan "@ ujar batin Arsy


Azka pun berlalu membawa buketnya ya Arsy sempat meminjam cincin Devan dan cincin Dy Dy titipkan ke mama eliza


" gimana ketahuan kagak"@ bisik Lukas


" dikit LG untung tadi aku sempet minjem cincin Devan untuk berjaga" dan untung tu MC gercep kalo gx ya alamat ketahuan "@ bisik Arsy


Lukas pun terkekeh


" oh ya selamat babang tamvan tapi lebih tamvanan suamiku semoga berkah ilmunya "@ ujar Arsy tersenyum manis dan itu membuat Azka yg sudah dudukpun memperhatikan nya


" bisakah kalian tidak terlalu lama berbicara Azka memperhatikan saja itu"@ ujar Felly di earphonenya mereka dan Lukas pun yg mendengar langsung bergegas pergi


" selamat bang onald"@ ujar Arsy sambil memberikan buket bunga


Ronaldo yg mengenali suara bie pun terkejut


" arsyla"@gumam Ronald


" yes.. brother ini aku bersikap lah biasa saja oke aku ingin membuat kejutan untuknya "@ gumam Arsy


Ronaldo Zein pun tau jika Arsy sudah sadar karena Dy sempat mergoki Lukas sedang vc.n Dengan Arsy saat itu tapi Dy tak tau jika Arsy ada dsini


" baiklah cantik akan Abang turuti permainan mu "@ ujar Ronaldo dan berlalu pergi


dan terakhir Zein


" aura auranya aku tau siapa dirimu "@ ujar Zein ya Zein sempat berpapasan dengan bie dan rombongan nya tadi karena Dy terlambat


" sudah tau diam jangan membuat rencana ku gagal kau Zen Zen"@ gumam Arsy geram


" ckckck dasar kau Unyil masih saja sadis Dengan ku "@ gerutu zein

__ADS_1


" bodmad nih dan selamat berkah tu ilmu dimanfaatin bukan buat pejangan aja "@ ujar Arsy ya Arsy sama Zein itu gx pernah akur ya


" iya iya bawel"@ ujar Zein dan turun dari podium tak sengaja matanya menatap Azka Dy pun tersenyum kearah nya


" kau alesan Dy dsini walaupun dengan keadaan Dy yg masih lemah aku sangat sangat salut dengan perjuangan kalian berdua"@ batin Zein


Zein pun pergi kembali ke tempat duduknya namun tak lama aula padam dan masuk lah segerombolan orang berbaju hitam bertopeng


" siapa mereka"@ ujar Arlen di earphonenya


" ntah lah tak ada yg memberi info jika ada penyerangan di sini"@ ujar xela yg langsung meminta info kepada anggotanya


" bagaimana bisa kalian kecolongan the angel"@ gumam axel masih menatap kearah Arsy dipodium


namun bisa di dengar jelas oleh Azka dan Azka pun mengikuti arah pandangan axel


" lindungi Dy "@ ujar elen namun masih dengan tenang menatap kearah Arsy dan itu pun tak luput dari pandangan dan pendengaran azka


" lindungi aunty ku "@ teriak kesal Devina karena melihat anggota dan para sahabat aunty dan keluarga nya hanya diam saja


" sayang tenang jika kamu tak tenang malah itu akan membuat aunty mu ketahuan nak mereka semua sudah ada ditempatnya"@ bisik denisa menasehati anaknya


" diem Nana "@ ujar Devan tegas membuat Devina terdiam


sedangkan di podium Arsy hanya tenang memperhatikan mereka semua yg memegang pistol dan mengarahkan kesemua orang


" dimana pemilik universitas ini hah "@ ujar seseorang yg merupakan ketuany


" ada apa kau mencari pemilik universitas ini "@ ujar Azka berdiri


" aku ingin Dy mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada mendiang adikku"@ ujarnya tajam


" apa yg harus adikku pertanggungjawabkan jika itu bukan kesalahan nya sendiri tuan "@ ujar Darren berdiri dipojok kanan


" cih kau masih saja membela adik mu yg durjana itu Darren dan menyangkal jika bukan Dy yg melakukan nya padahal semua orang yang ada dsana tau bahwa Dy yg mengarah kan pistolnya ke arah adikku"@ ujar orang itu keras


"ckckck dimana letak keadilan mu selama ini darren dimana kewibawaan mu dan kebijaksanaan mu darren apa kau masih menutup kebusukan adikmu itu "@ ujar perempuan yg dsamping nya


" sekali nya pembunuh ya tetap saja pembunuh "@ ujar tegas orang yg baru saja masuk yg tak lain tak bukan Argi


" hahahaha lihat lah Dy saja sebagai"@ blm sempat wanita itu berbicara Dy sudah ditembak bius oleh devano

__ADS_1


" kau akan menyesal setelah ini tuan Argi terhormat"@ ujar Devan tajam


" bawa aunty keluar sekarang "@ ujarnya LG yg sudah didepan Argi


" Argi "@ gumam Azka berdiri


"siapa bocah itu dan apa maksud dari perkataan Argi dan wanita itu kemana Dy dan kenapa argi berkata seperti itu"@ujar batin Azka


"hai Azka ternyata kau disini jg ya hahaha argh "@ ujar argi kesakitan karena di terjang oleh Devina


" suaramu jelek oom "@ ujar Devina sengit dy berlari dan menerjang argi


" tuan sebaiknya kita pergi dari sini karena ini sudah waktunya kita pergi"@ ujar Miko ya Dy cukup tau kode dari denisa agar membawa Azka pergi


" tidak Miko kita tetap disini aku ingin tau ada apa dan apa maksud dari perkataan Argi Dy itu keluarga ku Miko jadi urusan Dy jg urusanku"@ ujar Azka penasaran


"tapi tuan acara kita yg diperusahaan bagaimana sudah dimulai dan mereka semua menunggu tuan dsana "@ ujar Miko


" pergilah abang yg akan mengurus semuanya ka abng yg akan bertanggung jawab atas Argi percayalah Dy jg keluarga Abang jadi pergilah selesaikan urusan mu dengan cepat setelah itu kau bisa bertemu dengan adikku adikku sudah menunggu mu "@ ujar Axel


" tapi bang"@ ujar Azka lagi Sean yg kesal pun langsung menggeret Azka


" gx pakek tapi tapian Azka loe harus pergi sekarang kalo gx loe bakal nyesel"@ ujar nya ngeromet menggeret Azka keluar


" apa mau mu gi"@ ujar Axel tajam


" kami masih merendah bukan berarti kami lemah atau takut dengan mu tapi kami tak ingin Dy terluka "@ ujar Axel LG


" kau Abang kandungnya bukan kau dan Dy se ibu se darah apa pantas perkataan mu seperti itu Argi fahrezi abidzar putra dirgantara Walton "@ ujar Darren tajam dan dingin membuat suasana mencekam


" dan kau ( menunjuk kearah lelaki yg pertama tadi) apa insting mu sebagai seorang agent berbakat dan terhebat menjadi lemah tak bisa membedakan kemana arah peluru tembakan yg adikku lepaskan Zidan cermati baru kau boleh bertindak jangan berfikir dangkal pakai otak agent mu itu kapten"@ ujar Daniel mengetuk" otak lelaki itu dan pergi dari sana disusul oleh mereka Devina dan Devan pun ikut pergi namun saat sudah didepan pintu Devan dan devani membalikkan badan berlari mendekati Argi


" dua kali kau membuat nya terluka dua kali kau membuat nya kecewa dan kali ini kami tak kan membiarkan mu mendekatiny sejengkal pun dan kupastikan mereka semua terutama uncle ku tak kan membiarkan itu terjadi "@ ujar devani


" tunggu saja saatnya tiba nanti tuan Argi fahrezi abidzar putra dirgantara Walton "@ ujar Devan tajam dan dingin setelah itu Dy pergi sambil menggandeng tangan adiknya


flashback


saat Argi sedang mencari tau tentang dmna Arsy dan keluarga Wijaya /Nugraha dimansion maupun di kantor Dy sempat mendengar percakapan sang maid yg berkerja di Mansion itu dengan salah satu pegawai kantor milik Arsy AS company bahwa mereka semua sedang pergi menemui Azka yg sedang berkerja maka dari itu semua porposal maid itu yg mengantarkan nya ke kantor


" ternyata mereka semua ke Amsterdam aku harus menghubungi Dy dan menyuruh anggota nya untuk membantu ku menyerang gadis tak tau diri itu"@ gumam Argi dan pergi dari sana

__ADS_1


__ADS_2