
sedangkan disebuah pondok pesantren seorang pemuda tengah mengaji dengan khusuk
tak lama ada 2 orang pria yg beda usia mendekat
"assalamualaikum "@ ujar Abah
"waAlaikum salam bah "@ ujar Azka ya pria itu azka
" maaf jika kami berdua mengagung"@ ujar sang Abah
" gak kok bah Azka sudah selesai mengajinya"@ ujar Azka dengan sopan
" tadi kau mencari ku kata salah satu santri "@ ujar sang Abah
" iya bah aku ingin bertanya tapi Abah keluar dengan bang Ridwan "@ ujar nya
"apa yg ingin kau tanyakan"@ ujar sang Abah
" gini bah saya ingin bertanya jika menyimpan perasaan kepada lawan jenis itu zina hati tapi bagaimana jika rasa itu sudah ada sejak kita kecil sampai saat ini masih ada "@ ujar Azka
" siapa orang yg kau maksud"@ ujar tajam Ridwan
" wan "@ peringatan dari sang Abah
" bang dwn tau orang itu dan sangat mengenalnya"@ ujar Azka tersenyum
" jangan macam" Azka Dy bukan bahan permainan"@ ujar Ridwan tegas
" aku tak mungkin menjadikan sebuah brilian sebagai mainan ku bang "@ ujar Azka tetap tenang
" pemuda ini masih dengan tenang menghadapi Ridwan yg siapa pun akan takut dengan kemarahan nya"@ ujar batin Abah
__ADS_1
"anak ini benar" sudah mengetahui semuanya tentang bie"@ batin Ridwan
flashback
" bogi supriyadi anak dari pak supri "@ ujar Azka
" apa kau masih mengenal siapa saya gi"@ tanya kepada pria yg ada didepannya
" sangat mengenal mu tuan muda "@ ujar seseorang itu
" ku kira kau lupa gi "@ ujarnya Azka tersenyum
" siapa yg tak mengenal anda tuan anda dan keluarga anda sangat lah berjasa untuk keluarga saya "@ ujar bogi
" kalau begitu apa saya boleh minta tolong satu hal kepadamu"@ ujar Azka
" apa tuan saya akan melakukan apapun permintaan tuan muda"@ ujar bogi
"sangat yakin"@ ujar bogi
" kau pasti tau bahwa aku sedang mengorek identitas Arsyla salshabiella Az-Zahra putri Wijaya Kusuma "@ ujar Azka dengan anggukan bogi menjawab
" aku menginginkan nya dari sejak kecil saat Dy menolong ku dan papa mu dan kau pun pasti tau itu bukan"@ ujar Azka dan sekali LG dengan anggukan bogi menjawab iya Dy mengatahui itu
" apa aku boleh meminta bantuan mu untuk mengawasinya dan melaporkan setiap ada apapun tentang nya gi"@ ujar Azka dan membuat bogi yg awalnya menunduk seketika menatap nya
"apa tuan muda yakin"@ ujar bogi ragu
" aku yakin aku menginginkan Dy gi gadis kecil yg kau jaga itu aku menginginkan "@ ujar Azka dengan tegas
" kau tau tuan itu hal yg tak kan bisa aku lakukan "@ ujar bogi
__ADS_1
" sudah ku duga kau masih dengan pendirian mu "@ ujar Azka tenang
" aku menginginkan makanya aku menyuruh mu untuk mengawasinya agar aku tau dimana letak keberadaan Dy aku pun ingin ikut andil untuk menjaganya karena aku mencintainya gi"@ ujar Azka menatap bogi dan bogi mencari kebohongan Dimata pria ini tapi apa yg dikatakan oleh pria ini ada sebuah kejujuran
" hatiku sakit sangat sakit saat aku mengetahui gimana jalan hidup gadis kecilku itu gi saat keluarga kandung nya mencampakkan nya bahkan saat Dy di caci maki oleh opa Oma nya hati ku sangat sakit gi rasanya ingin ku balas semua perbuatan mereka tapi aku masih berfikir waras jika aku melukai mereka apa Arsy tak kan sedih dan terluka karena aku tahu bahwa Dy masih menyayangi keluarganya dari sorotan matanya itu "@ ujar Azka berkaca-kaca
"dan disaat Dy kemarin terluka aku seperti orang tak waras karna menunggu Dy di ruangan oprasi karena aku sangat takut racun itu masih ada dan menyebar ditubuhnya"@ ujar Azka
ya semua orang yg ada drumah sakit saat Arsy di oprasi pun melihat bagaimana Azka seperti orang tak waras ketika keluar dari ruang donor darah pikiran nya berkecamuk karena Dy takut jika racun yg Dy keluar kan ditubuh arsy masih ada dan menyebar ditubuh nya
saat selesai oprasi pun Dy masih setia menunggu nya bahkan Arsy dipindahkan dan sudah sadar pun Dy menunggu nya diluar ruangan selama 2 hari Dy tak pulang kerumahnya Dy akan pergi jika waktu sholat dan makan Dy selalu menunggu Arsy di luar ruangan dan keberadaannya tak luput dari keluarga sahabat dan para abangnya tapi hal itu diabaikan oleh mereka kecuali Axel dan angkasa
" memang benar Dy sangat takut saat nona terkena tembakan bahkan saat itu fokusny hanya pada nona bahkan saat nona menghajar musuh pun Dy masih tetap berada disamping nona dan saat semua orang lengah termasuk aku Dy yg menjaga nona muda apa sebaiknya aku turuti saja toh aku tak berkhianat Dy ingin mengetahui gerak gerik nona dan Dy jg ingin membantu untuk menjaga nona dan Dy pun sangat mencintai nona dengan tulus terlihat dari sorotan matanya tak mungkin Dy berkhianat kepada nona "@ batin bogi/bobo
" baik lah tuan saya mau membantu anda tapi dengan syarat"@ ujar bogi
" apa syaratnya "@ ujar azka
" jangan ada yg mengetahui tentang ini sekalipun orang" terdekat anda dan jika saya menghubungi anda saat nona mendesak cukup anda atau orang suruhan anda saja yg membantu jangan mereka atau saudara mu tuan "@ ujar bogi
" baiklah hubungi aku tanpa ada celah yg terlewatkan "@ujar Azka
" baik tuan saya pamit assalamualaikum"@ ujar bogi
"waAlaikum salam"@ujar Azka
" apa kau menjadi penguping tuan Delon angkasa Wijaya Kusuma"@ ujar Azka yg tau bahwa angkasa mendengar pembicaraan ny barusan ya angkasa memang berada di ruangan sebelah tapi tingkat pendengaran ny sangat tajam
" apa kau yakin dengan perasaan mu tuan Eugene Azka El Ammar Nugraha"@ujar angkasa tajam
" saya tak kan main" tuan apa LG ini soal hidupnya yg sangat berarti bagi saya"ujar azka tenang dan tegas
__ADS_1
" baiklah jangan kau kecewakan kami Azka "@ ujar Arkansas tajam ya Arkansas armanza darel farel Alex ada dsana Dy mendengar semua perkataan Azka tadi