
3 Tahun berlalu
Bandung
Umma Azzam boleh ikut Anty Eva tidak ke Jakarta " Ujar Anak laki laki berumur 5 Tahun itu Duduk memeluk Sang ibu
Anty Eva ada urusan loh nak, Lagi pula kan anty meta dan anty Melia disini kok malah kamu mau kejakarta " Ujar Sang Umma bingung menatap putra nya itu
Anty udah janji Umma mau ngajakin Azzam kejakarta kalau Anty ke bandung " Ujar lirih Sang anak
Arsy menatap ke arah adiknya sedangkan yang ditatap cengengesan
Maaf kak, v " Ujar Melva mengangkat 2 jarinya keatas
Lain kali jangan dijanjikan va, ujungnya ribet Sendiri kan " Ujar Seseorang dari belakang
Ya, abis dari kemaren pengen ke jakarta mulu ya udah tak iyain aja " Ujar Melva membela diri
Berapa hari jangan lama lama Va" Tanya Arsy ke sang adik
Mungkin 3 hari kak, aku ada pertemuan yang gak bisa diwakilkan kak " Ujar Melva
Angga mau ikut Azzam tidak " Tanya Arsy kepada bocah Yang Umurnya terpaut berapa bulan dengan sang putra
Tidak Umma, Angga Disini saja, temani ibu Jaga adek " Ujar bocah itu
Kalau Angga mau ikut anty tak apa nak, Kan ada ayah yang jagain ibu " Ujar Laki laki yang berada di belakang nya mengusap kepala sang putra
Tidak yah, Angga mau disini saja, " Ujar bocah itu menolak
Ya udah kalau gitu, Tapi Azzam jangan Nakal ya sama Anty Eva, harus nurut " Ujar Sang umma menasehati sang anak
Siap permaisuri " Ujar Azzam hormat menunduk didepan Sang ibu
Memang Azzam mau ngapain sih ikut ke Jakarta " Tanya wanita yang Duduk di sofa dengan mengelus ngelus perutnya yang sedikit membuncit
Azzam menatap sang umma, Arsy yang ditatap tersenyum mengangguk ia tau kenapa sang putra ingin sekali ke Jakarta
Mau beli Alat Alat Buat Robot Azzam Anty " Ujar Azzam tersenyum
Lah kenapa gak bilang aja dari kemaren sama uncle Malvin nanti pasti uncle beliin " Ujar Malvin yang duduk di dekat Melia
biar gak bingung
Melia sudah menikah dengan Malvin 2 tahun lalu
memiliki anak 1 berumur 1,5 tahun laki laki
Hendra Sudah menikah 1,5 tahun lalu dengan Seorang janda anak 1 yang Tinggal tak jauh dari tempat tinggal Arsy yang bernama hena Sekarang ia memiliki anak laki laki berumur 5 Bulan sedangkan anak tirinya Yang bernama Angga
Sedangkan meta menikah dengan Hendru 6 bulan lalu dan Sekarang sedang hamil 4bulan
balik ke topik yo
Tidak Uncle, Azzam mau beli alat alat itu sendiri dari tabungan Azzam , Kata Umma jika kita membeli barang dari hasil jerih payah kita pasti hasilnya akan memuaskan untuk diri kita sendiri " Ujar Azzam tersenyum
Sip betoll sekali, " Ujar Melva mencium pipi Gembul Azzam
Stop Anty jangan cium Azzam " Ujar Azzam kesal
Melva hanya terkekeh kecil melihat ponakannya yang sudah tumbuh besar
Ya sudah, Ayo Azzam kita Paking dan siap siap dulu" Ujar Sang umma diangguki oleh Azzam dengan semangat
Anty tunggu ya, Azzam Paking dulu " Ujar Azzam tersenyum mengeluarkan gigi kecilnya
Siap Bossy Akan Anty tunggu " Ujar Melva dengan mengangkat tangannya hormat Azzam membalas dengan Acungan Jempol dan anak dan ibu itu pun Pergi ke atas menuju kamar Azzam
Di dalam kamar
Umma, Nanti kalau Azzam sudah besar Azzam mau Jadi orang yang sukses biar umma gak capek kerja di restoran sama di Penginapan terus di kebun lagi " Ujar Azzam Dengan semangat
Siap, umma selalu mendoakan keinginan Putra umma ini ya sudah, Ini pakaian nya udah umma rapikan, disini juga udah Umma siapkan Alat sholat Azzam Dan Speker Untuk Azzam " Ujar Arsy
Azzam tidak bisa tidur jika tidak mendengarkan Shalawat sang ibu makanya Arsy selalu merekam setiap ia melantunkan Shalawat untuk Azzam
Terimakasih umma, cup " Ujar Azzam mencium Pipi sang ibu
Umma jaga kesehatan ya jangan Capek capek " Ujar Azzam mengingat kan sang ibu
__ADS_1
Siap jagoan, kamu juga ya jangan nakal, harus nurut sama Anty dan jangan jauh jauh dari anty " Ujar Arsy memperingati sang Anak
iya ummaku cup " Ujar Azzam mencium pipi Sang ibu
Ya sudah ayo kita kebawah kasian Anty mu udah nungguin " Ujar Arsy azzam pun mengangguk mereka berdua pun turun kebawah dengan Arsy menggeret koper milik Sang putra
Sudah siap boy " Tanya Melva
Siap Anty let's go " Ujar Azzam semangat
mereka berdua pun pamit kepada orang yang ada dirumah itu setelah itu pergi dari halaman
Sedangkan di Jakarta
Seorang laki laki duduk dikursi roda nya menatap kearah jendela
Tuan, " Ujar Seseorang laki laki yang baru saja masuk keruangan itu
Ada apa Bo nzi, Apa ada celah dikit saja kabar " Ujar pria yang duduk dikursi roda itu
Dia bernama Melva Ariana Tuan, Namun Identitas nya di rahasiakan kami sudah mencoba mencari identitas gadis itu tapi hasilnya nihil, Dia hanya seorang Desainer Dan Butik miliknya tersebar di berbagai wilayah bahkan beberapa negara " Ujar Laki laki itu
Saya sudah Melakukan kerjasama dengannya Tuan, Semoga saja kita mendapatkan sedikit petunjuk, Karena insting saya mengatakan Jika dia adalah salah satu dari ke lima orang itu " Ujar Laki laki yang pertama masuk
Semoga Aku sangat merindukan Dia dan anakku " Ujarnya lirih meneteskan air mata nya
malam pun tiba
Didalam Mobil
Anty kita mampir di Rumah makan Itu yuk sekalian kita sholat, disamping itu juga ada Masjid " Ujar Azzam
Oke Boy " Ujar Melva
Melva pun menepikan mobilnya ke Rumah makan itu
Pak saya Sholat dulu ya, "Ujar Melva Saat keluar dari mobil itu Dan bicara ke tukang parkir
Baik Neng, " Ujar Tukang parkir itu
Melva dan Azzam pun masuk kedalam
Dan berpisah saat sudah di toilet masing masing
Mari tuan, " Ujar Laki laki yang Mendorong Kursi roda
Nak, kamu kenapa kok diam disini lagi nunggu ayah kamu ya " Ujar Laki laki dikursi Roda itu
Ah Tidak om, Saya ingin mengambil Air wudhu tapi sedang dipakai semua " Ujar Azzam dengan sopan
Itu ada yang kosong " Ujar Azka
Om saja duluan, Saya terakhiran saja om " Ujar Azzam Sopan menatap kearah pria itu
Deg
Baik Azka dan Azzam tiba tiba jagung mereka berdetak
Ayo tuan Takut waktu Sholat nya abis " Ujar Bobo
Ayo nak, itu udah pada selesai " Ujar Enzi Azzam pun mengangguk dan berjalan kearah pojok dekat dengan Azka
Azka yang menunduk ingin melipat celananya terkejut dengan tangan kecil yang sudah menunduk dan melipat celananya
Biar gak basah om, Azzam bantuin ya ngelepit celana nya " Ujar Azzam tersenyum
Seketika Azka terdiam
Nama itu " Batin Azka
Nama kamu Azzam nak " Ujar Azka diangguki oleh Azzam
Sudah selesai, ayo om kita wudhu nanti kita ketinggalan " Ujar Azzam dan dia pun membaca doa Wudhu dan berwudhu Azka pun ikut berwudhu namun matanya fokus dengan Azzam
Setelah selesai berwudhu mereka pun Masuk kemasjid dan Kebetulan juga Azka Bersampingan dengan Azzam mereka berdua Sholat dengan khusuk setelah sholat Azzam menyalami Azka Enzi dan bobo
Saya pamit om, " Ujar Azzam Sopan dengan senyuman nya dia pun langsung Pergi keluar untuk bertemu dengan sang anty
Enzi ikuti anak itu " Ujar Azka
__ADS_1
Baik tuan " Ujar Enzi walaupun sebenarnya ia ingin bertanya tapi ia urungkan
Ada apa tuan, kenapa tuan menyuruh Enzi untuk mengikuti nya " Tanya Bobo
Ntah lah bo, tapi Aku merasa sangat dekat dengan anak itu, apalagi nama dia Azzam Sama dengan Putraku " Ujar Azka
mereka berdua pun keluar dari masjid itu namun tiba tiba Hp bobo berbunyi
Tuan Anak itu ada dirumah makan yang berada disamping masjid ini, ia bersama seorang wanita " Ujar Bobo
kita kesana, tapi sebelum itu ambilkan topi ku di mobil " Ujar Azka bobo pun mengangguk dan Langsung masuk kedalam mobil untuk mengambil topi itu setelah itu mereka berdua pun menyusul Enzi dirumah makan itu
Enzi yang melihat kedatangan bosnya pun mengangkat tangan nya
Bobo mendorong kursi roda itu kearah Enzi
Tepat saat itu Seorang wanita sedang mengangkat telpon nya
Duh headset ku ketinggalan di mobil lagi, " gumam Wanita itu
Hallo assalamualaikum " Ujar wanita itu
Sebentar kak, gak kedengaran " Ujar Wanita itu dia memencet Hp nya
Kau lagi dimana Va" Tanya orang di sebrang sana Hp itu Dilospeker dan hal itu dapat didengar oleh Azka Bobo Dan Enzi
Suara itu " Batin Enzi dan Bobo
Als " Batin Azka menatap kearah wanita itu
Aku dan Azzam, lagi mampir makan kak, " Ujar Wanita itu
Apa sudah sholat " Tanya orang di sebrang
Sudah kak, " Ujar Wanita itu
Oh, ya sudah, Melva ingat jangan dikasih makan pedas Azzam nanti dia sakit perut lagi " Ujar orang disebrang sana
Ya kak Arsy, Melva ingat itu " Ujar Nya setelah itu orang disebrang sana mematikan telponnya Melva yang merasa di perhatikan pun menengok kearah samping namun Azka dll sudah tidak lagi menatap Wanita itu
Anty lama bener, Azzam sudah lapar ini " Ujar Azzam
iya, kamu mau makan apa " tanya Melva
Gurame bakar pedas manis " Ujar Azzam
Oh tidak untuk yang pedas Moreno Azzam Aryyant Ammanur , Umma mu baru saja menelpon dan meminta anty tidak memberikan kamu makan pedas "Ujar Melva
Namun perkataan Melva membuat ketiga laki laki itu saling tatap
Baiklah, Aku tunggu di meja tadi jangan lama " Ujar Azzam ia melewati Azka dan 2 orang lainnya dan tidak menyadari hal itu
setelah memesan makanan Mereka Melva pun duduk ke meja yang diduduki oleh Azzam
Tuan ingin makan apa" tanya bobo
Gurame bakar pedas manis " Ujar Azka diangguki oleh Bobo
kau, " Tanya bobo
Sepertinya untukku yang paling simple saja karena setelah ini aku akan ada tugas, " Ujar Enzi
Ya apa " Tanya bobo
Nasi Goreng " Ujar Enzi
Aku tau tuan, tak perlu merintah akan ku selidiki " Ujar Enzi
Azka mengangguk
Azka menatap kearah Jendela yang samping dimana jendela itu memantulkan Wajah Azzam
Dia putraku, Masya Allah dia sudah besar, maafkan Baba nak, " Batin Azka menatap pantulan jendela itu
Tingkah Azka tak luput dari bobo dan Enzi
Tuan makanan nya sudah sampai sebaiknya Tuan makan dulu dan setelah itu minum obat " Ujar Bobo
Azka mengangguk iapun makan pesanan
__ADS_1
Setelah makan Bobo memberikan obat kepada Azka
Untuk ini Nanti saja Bo, Aku ingin tau dimana putraku " Ujar Azka Dibalas anggukan oleh Bobo sedangkan Enzi dia sudah keluar setelah makanannya abis