Hijabagent

Hijabagent
Part128


__ADS_3

3 Tahun berlalu


Bandung


Umma Azzam boleh ikut Anty Eva tidak ke Jakarta " Ujar Anak laki laki berumur 5 Tahun itu Duduk memeluk Sang ibu


Anty Eva ada urusan loh nak, Lagi pula kan anty meta dan anty Melia disini kok malah kamu mau kejakarta " Ujar Sang Umma bingung menatap putra nya itu


Anty udah janji Umma mau ngajakin Azzam kejakarta kalau Anty ke bandung " Ujar lirih Sang anak


Arsy menatap ke arah adiknya sedangkan yang ditatap cengengesan


Maaf kak, v " Ujar Melva mengangkat 2 jarinya keatas


Lain kali jangan dijanjikan va, ujungnya ribet Sendiri kan " Ujar Seseorang dari belakang


Ya, abis dari kemaren pengen ke jakarta mulu ya udah tak iyain aja " Ujar Melva membela diri


Berapa hari jangan lama lama Va" Tanya Arsy ke sang adik


Mungkin 3 hari kak, aku ada pertemuan yang gak bisa diwakilkan kak " Ujar Melva


Angga mau ikut Azzam tidak " Tanya Arsy kepada bocah Yang Umurnya terpaut berapa bulan dengan sang putra


Tidak Umma, Angga Disini saja, temani ibu Jaga adek " Ujar bocah itu


Kalau Angga mau ikut anty tak apa nak, Kan ada ayah yang jagain ibu " Ujar Laki laki yang berada di belakang nya mengusap kepala sang putra


Tidak yah, Angga mau disini saja, " Ujar bocah itu menolak


Ya udah kalau gitu, Tapi Azzam jangan Nakal ya sama Anty Eva, harus nurut " Ujar Sang umma menasehati sang anak


Siap permaisuri " Ujar Azzam hormat menunduk didepan Sang ibu


Memang Azzam mau ngapain sih ikut ke Jakarta " Tanya wanita yang Duduk di sofa dengan mengelus ngelus perutnya yang sedikit membuncit


Azzam menatap sang umma, Arsy yang ditatap tersenyum mengangguk ia tau kenapa sang putra ingin sekali ke Jakarta


Mau beli Alat Alat Buat Robot Azzam Anty " Ujar Azzam tersenyum


Lah kenapa gak bilang aja dari kemaren sama uncle Malvin nanti pasti uncle beliin " Ujar Malvin yang duduk di dekat Melia


biar gak bingung


Melia sudah menikah dengan Malvin 2 tahun lalu


memiliki anak 1 berumur 1,5 tahun laki laki


Hendra Sudah menikah 1,5 tahun lalu dengan Seorang janda anak 1 yang Tinggal tak jauh dari tempat tinggal Arsy yang bernama hena Sekarang ia memiliki anak laki laki berumur 5 Bulan sedangkan anak tirinya Yang bernama Angga


Sedangkan meta menikah dengan Hendru 6 bulan lalu dan Sekarang sedang hamil 4bulan


balik ke topik yo


Tidak Uncle, Azzam mau beli alat alat itu sendiri dari tabungan Azzam , Kata Umma jika kita membeli barang dari hasil jerih payah kita pasti hasilnya akan memuaskan untuk diri kita sendiri " Ujar Azzam tersenyum


Sip betoll sekali, " Ujar Melva mencium pipi Gembul Azzam


Stop Anty jangan cium Azzam " Ujar Azzam kesal


Melva hanya terkekeh kecil melihat ponakannya yang sudah tumbuh besar


Ya sudah, Ayo Azzam kita Paking dan siap siap dulu" Ujar Sang umma diangguki oleh Azzam dengan semangat


Anty tunggu ya, Azzam Paking dulu " Ujar Azzam tersenyum mengeluarkan gigi kecilnya


Siap Bossy Akan Anty tunggu " Ujar Melva dengan mengangkat tangannya hormat Azzam membalas dengan Acungan Jempol dan anak dan ibu itu pun Pergi ke atas menuju kamar Azzam


Di dalam kamar


Umma, Nanti kalau Azzam sudah besar Azzam mau Jadi orang yang sukses biar umma gak capek kerja di restoran sama di Penginapan terus di kebun lagi " Ujar Azzam Dengan semangat


Siap, umma selalu mendoakan keinginan Putra umma ini ya sudah, Ini pakaian nya udah umma rapikan, disini juga udah Umma siapkan Alat sholat Azzam Dan Speker Untuk Azzam " Ujar Arsy


Azzam tidak bisa tidur jika tidak mendengarkan Shalawat sang ibu makanya Arsy selalu merekam setiap ia melantunkan Shalawat untuk Azzam


Terimakasih umma, cup " Ujar Azzam mencium Pipi sang ibu


Umma jaga kesehatan ya jangan Capek capek " Ujar Azzam mengingat kan sang ibu

__ADS_1


Siap jagoan, kamu juga ya jangan nakal, harus nurut sama Anty dan jangan jauh jauh dari anty " Ujar Arsy memperingati sang Anak


iya ummaku cup " Ujar Azzam mencium pipi Sang ibu


Ya sudah ayo kita kebawah kasian Anty mu udah nungguin " Ujar Arsy azzam pun mengangguk mereka berdua pun turun kebawah dengan Arsy menggeret koper milik Sang putra


Sudah siap boy " Tanya Melva


Siap Anty let's go " Ujar Azzam semangat


mereka berdua pun pamit kepada orang yang ada dirumah itu setelah itu pergi dari halaman


Sedangkan di Jakarta


Seorang laki laki duduk dikursi roda nya menatap kearah jendela


Tuan, " Ujar Seseorang laki laki yang baru saja masuk keruangan itu


Ada apa Bo nzi, Apa ada celah dikit saja kabar " Ujar pria yang duduk dikursi roda itu


Dia bernama Melva Ariana Tuan, Namun Identitas nya di rahasiakan kami sudah mencoba mencari identitas gadis itu tapi hasilnya nihil, Dia hanya seorang Desainer Dan Butik miliknya tersebar di berbagai wilayah bahkan beberapa negara " Ujar Laki laki itu


Saya sudah Melakukan kerjasama dengannya Tuan, Semoga saja kita mendapatkan sedikit petunjuk, Karena insting saya mengatakan Jika dia adalah salah satu dari ke lima orang itu " Ujar Laki laki yang pertama masuk


Semoga Aku sangat merindukan Dia dan anakku " Ujarnya lirih meneteskan air mata nya


malam pun tiba


Didalam Mobil


Anty kita mampir di Rumah makan Itu yuk sekalian kita sholat, disamping itu juga ada Masjid " Ujar Azzam


Oke Boy " Ujar Melva


Melva pun menepikan mobilnya ke Rumah makan itu


Pak saya Sholat dulu ya, "Ujar Melva Saat keluar dari mobil itu Dan bicara ke tukang parkir


Baik Neng, " Ujar Tukang parkir itu


Melva dan Azzam pun masuk kedalam


Dan berpisah saat sudah di toilet masing masing


Mari tuan, " Ujar Laki laki yang Mendorong Kursi roda


Nak, kamu kenapa kok diam disini lagi nunggu ayah kamu ya " Ujar Laki laki dikursi Roda itu


Ah Tidak om, Saya ingin mengambil Air wudhu tapi sedang dipakai semua " Ujar Azzam dengan sopan


Itu ada yang kosong " Ujar Azka


Om saja duluan, Saya terakhiran saja om " Ujar Azzam Sopan menatap kearah pria itu


Deg


Baik Azka dan Azzam tiba tiba jagung mereka berdetak


Ayo tuan Takut waktu Sholat nya abis " Ujar Bobo


Ayo nak, itu udah pada selesai " Ujar Enzi Azzam pun mengangguk dan berjalan kearah pojok dekat dengan Azka


Azka yang menunduk ingin melipat celananya terkejut dengan tangan kecil yang sudah menunduk dan melipat celananya


Biar gak basah om, Azzam bantuin ya ngelepit celana nya " Ujar Azzam tersenyum


Seketika Azka terdiam


Nama itu " Batin Azka


Nama kamu Azzam nak " Ujar Azka diangguki oleh Azzam


Sudah selesai, ayo om kita wudhu nanti kita ketinggalan " Ujar Azzam dan dia pun membaca doa Wudhu dan berwudhu Azka pun ikut berwudhu namun matanya fokus dengan Azzam


Setelah selesai berwudhu mereka pun Masuk kemasjid dan Kebetulan juga Azka Bersampingan dengan Azzam mereka berdua Sholat dengan khusuk setelah sholat Azzam menyalami Azka Enzi dan bobo


Saya pamit om, " Ujar Azzam Sopan dengan senyuman nya dia pun langsung Pergi keluar untuk bertemu dengan sang anty


Enzi ikuti anak itu " Ujar Azka

__ADS_1


Baik tuan " Ujar Enzi walaupun sebenarnya ia ingin bertanya tapi ia urungkan


Ada apa tuan, kenapa tuan menyuruh Enzi untuk mengikuti nya " Tanya Bobo


Ntah lah bo, tapi Aku merasa sangat dekat dengan anak itu, apalagi nama dia Azzam Sama dengan Putraku " Ujar Azka


mereka berdua pun keluar dari masjid itu namun tiba tiba Hp bobo berbunyi


Tuan Anak itu ada dirumah makan yang berada disamping masjid ini, ia bersama seorang wanita " Ujar Bobo


kita kesana, tapi sebelum itu ambilkan topi ku di mobil " Ujar Azka bobo pun mengangguk dan Langsung masuk kedalam mobil untuk mengambil topi itu setelah itu mereka berdua pun menyusul Enzi dirumah makan itu


Enzi yang melihat kedatangan bosnya pun mengangkat tangan nya


Bobo mendorong kursi roda itu kearah Enzi


Tepat saat itu Seorang wanita sedang mengangkat telpon nya


Duh headset ku ketinggalan di mobil lagi, " gumam Wanita itu


Hallo assalamualaikum " Ujar wanita itu


Sebentar kak, gak kedengaran " Ujar Wanita itu dia memencet Hp nya


Kau lagi dimana Va" Tanya orang di sebrang sana Hp itu Dilospeker dan hal itu dapat didengar oleh Azka Bobo Dan Enzi


Suara itu " Batin Enzi dan Bobo


Als " Batin Azka menatap kearah wanita itu


Aku dan Azzam, lagi mampir makan kak, " Ujar Wanita itu


Apa sudah sholat " Tanya orang di sebrang


Sudah kak, " Ujar Wanita itu


Oh, ya sudah, Melva ingat jangan dikasih makan pedas Azzam nanti dia sakit perut lagi " Ujar orang disebrang sana


Ya kak Arsy, Melva ingat itu " Ujar Nya setelah itu orang disebrang sana mematikan telponnya Melva yang merasa di perhatikan pun menengok kearah samping namun Azka dll sudah tidak lagi menatap Wanita itu


Anty lama bener, Azzam sudah lapar ini " Ujar Azzam


iya, kamu mau makan apa " tanya Melva


Gurame bakar pedas manis " Ujar Azzam


Oh tidak untuk yang pedas Moreno Azzam Aryyant Ammanur , Umma mu baru saja menelpon dan meminta anty tidak memberikan kamu makan pedas "Ujar Melva


Namun perkataan Melva membuat ketiga laki laki itu saling tatap


Baiklah, Aku tunggu di meja tadi jangan lama " Ujar Azzam ia melewati Azka dan 2 orang lainnya dan tidak menyadari hal itu


setelah memesan makanan Mereka Melva pun duduk ke meja yang diduduki oleh Azzam


Tuan ingin makan apa" tanya bobo


Gurame bakar pedas manis " Ujar Azka diangguki oleh Bobo


kau, " Tanya bobo


Sepertinya untukku yang paling simple saja karena setelah ini aku akan ada tugas, " Ujar Enzi


Ya apa " Tanya bobo


Nasi Goreng " Ujar Enzi


Aku tau tuan, tak perlu merintah akan ku selidiki " Ujar Enzi


Azka mengangguk


Azka menatap kearah Jendela yang samping dimana jendela itu memantulkan Wajah Azzam


Dia putraku, Masya Allah dia sudah besar, maafkan Baba nak, " Batin Azka menatap pantulan jendela itu


Tingkah Azka tak luput dari bobo dan Enzi


Tuan makanan nya sudah sampai sebaiknya Tuan makan dulu dan setelah itu minum obat " Ujar Bobo


Azka mengangguk iapun makan pesanan

__ADS_1


Setelah makan Bobo memberikan obat kepada Azka


Untuk ini Nanti saja Bo, Aku ingin tau dimana putraku " Ujar Azka Dibalas anggukan oleh Bobo sedangkan Enzi dia sudah keluar setelah makanannya abis


__ADS_2