
skip
Mereka semua pun sudah tiba di Amsterdam
Azka dengan perlahan membaringkan sang istri di kasur
begitu pun dengan Malvin yang membaringkan Azzam disamping kakaknya
setelah itu mereka berdua pun keluar
Huft, terimakasih Vin ," Ujar Azka pelan
Tak perlu berterimakasih bang, Azzam adalah ponakan saya jadi sudah kewajiban saya untuk membantu kalian mengurus Azzam " Ujar Malvin
iya Vin, tapi sama kau saja dia sedikit merasa tenang , jika dengan ku atau dengan bang Alex dia malah semakin histeris " ujar ,Lukas
ya karena sejak bayi Malvin dan saudara nya yang ada didekat Azzam jadi wajar kalau dia merasa tenang dengan Malvin " ujar xela
ya bisa dibilang begitu non, " Ujar Malvin sopan
tidak perlu seperti ini Vin, kita saudara kau adik dari adikku jadi kau pun adikku panggilkan aku kakak seperti kau memanggil Bie " ,ujar Xela tersenyum diangguki oleh Azka
Setelah berbincang-bincang sebentar Azka masuk kamar
dipandanginya 2 manusia yang berbeda jenis dan umur itu
ya Allah, aku berterima kasih karena KAU telah mempertemukan Aku dengan anak istri ku, Semoga keputusan ku ini yang terbaik untuk semuanya, Azzam Baba akan melakukan apapun nak, untuk kamu tetap bersama kami, Dan baba harap setelah kejadian ini kamu menjadi anak yang kuat mental boy " ujar Azka lirih mengecup kening sang putra
Baba " lirih Azzam
Iya boy, " Ujar Azka dengan senyuman manis nya
papa jahat, " ,lirihnya dengan suara tercekat
Azka langsung dengan cepat menggendong sang putra karena ia tau anaknya akan hesteris lagi
ia menggendong anaknya itu dan berjalan kearah balkon, namun sebelum itu ia memencet tombol didinding untuk meredam suara agar Sang istri tidak terganggu tidurnya
__ADS_1
Hiks hiks hiks " Tangisan Azzam mulai terdengar lagi
Azka yang masih menggendong sang putra pun hanya mengelus pucuk kepala sang anak sambil berjalan kearah kursi yang tak jauh dari pintu balkon
Menangis lah, keluarkan semua rasa sakit Dàgē, Baba akan mendengarkan " ujar Azka dengan lembut
Papa jahat, papa kasar dengan Azzam ba, papa ngebentak Azzam, papa dorong Azzam sampai kepala Azzam terbentur, tangan Azzam sakit ba " Isak Azzam mengeluarkan semua nya yang ia rasakan
Azzam gak suka papa, papa jahat ba, hiks hiks hiks " Ujar Azzam tersedu sedu
Azzam mengeluarkan semua yang dirasakan sedangkan Azka dia mendengar perkataan sang putra, namun ia pun Merekam perkataan Azzam itu
Umma bilang papa orang baik, Azzam gak percaya kalau papa orang baik, papa jahat ba, dia yang ngebunuh Ibu, dia yang celakai umma sampai umma sakit hiks hiks " Ujar Azzam
Azka ia terkejut begitu pun perempuan yang berada dibelakang Azka
siapa yang bilang sama Azzam kalau papa yang bunuh ibu "Tanya wanita yang berada dibelakang Azka
Azka yang tak mendengar pertanyaan sang istri pun terkejut karena ia sama sekali tak mendengar pergerakan dari sang istri
Azzam dengar umma, kalau papa yang bunuh ibu Maria, azzam juga denger kalau papa yang buat umma sakit dulu dan karena papa juga yang buat baba dan umma pisah, hiks hiks " ujar Azzam yang membuat kedua orang itu terkejut karena mereka berdua pikir putranya saat di pesawat Tadi tidur sebelum mengamuk tapi nyatanya anak mereka mendengar percakapan mereka
Dika sudah kelewat batas, Maria sudah ia bunuh , kalian di adu domba sampai kalian berpisah, belum lagi soal kecelakaan itu dan penembakan kau Bie sampai kau koma, ini tidak bisa di biarkan Ka, Pria Bre****k itu harus dihukum, " Ujar Lukas
Benar kata Lukas Ka, Dika harus benar benar dihukum bagaimana pun itu sudah tindakan kriminal " Ujar Alex
Terus bagaimana dengan Azzam bang, Bagaimana perasaan putra ku jika ia tau Papa nya dihukum, pasti ia berfikir Papa nya jahat sedangkan sejak dulu aku selalu bicara jika Papanya adalah seorang yang baik, dan memang sebenarnya seperti itu " Ujar Arsi
membuat Azka terkejut dengan perkataan sang istri yang tiba tiba berubah
Bukankah sebelumnya dia ingin memberikan hukuman kepada Dika " batin Azka menatap wajah sang istri
mas, kenapa diem " ucap Arsy menatap sang suami
Ah tidak sayang, bukan kah tadi sayang bilang Mau menghukum Dika " cicit Azka
Ia, tapi kasian Putraku Jika Papanya dihukum bukan kah mas juga berfikir seperti itu " Ujar Arsy diangguki oleh Azka ia tak mau mengambil resiko berdebat dengan sang istri nya itu
__ADS_1
.....
Papa Dika orang baik nak, hanya mungkin jalan yang papa pilih salah, mungkin menurut papa yang dilakukan itu baik untuk papa, mami Delisa dan adek karena papa ingin melindungi mereka, " Ujar Arsy memberikan nasehat kepada sang anak
tapi aku pun anak papa kenapa papa jahat pada ku " Ujar Azzam dengan mata yang penuh dengan air mata
Papa Dika kan , belum tau sama Azzam, yang papa Dika tau kan Azzam Anak Baba, papa dan baba punya konflik, " Ujar Azka
konflik apa ba, sampai harus melukai Azzam " Ujar Azzam
Azzam masih ingat om Rafly " Ujar Azka diangguki oleh Azzam sedangkan Arsy ia sudah melotot namun Azka mengangguk tersenyum menatap sang istri memberikan kode ini akan lebih Efektif menjawab dan putranya tidak mengetahui hal apa yang membuat Dika dulu Melakukan hal itu
Om Rafly dari dulu Suka umma, Dàgē tau kan seberapa cantikk nya umma "ujar Azka
Umma sangat cantik baba " Ujar Azzam
Nah, om Rafly adik papa, papa gak terima adiknya di tolak " ujar Azka
Papa gak terima kalau Umma nolak umma makanya papa seperti itu " ujar Azzam diangguki oleh Azka
Azzam kan akan menjadi Abang kan, " Ujar Azka diangguki oleh Azzam
pasti Azzam pun akan melakukan melindungi adik Azzam kan jika ia terluka atau sakit " Ujar Azka diangguki lagi oleh Azzam
begitu pun dengan papa, papa sangat sayang dengan om Rafly maka dari itu papa ingin melindungi Om Rafly, papa gak tau kalau Azzam itu anaknya, karena sejak Azzam lahir dari rahim ibu Maria Azzam sudah bersama Umma dan baba " Ujar Azka
Terus yang bunuh ibu papa, berarti papa jahat " Ujar Azzam
No, papa bukan pembunuh ibu nak " sangkal Arsy
tapi uncle Lukas tadi bilang seperti itu " bantah Azzam
uncle Lukas, salah Sayang bukan papa, tapi musuh papa, karena dulu papa Azzam banyak musuh begitu pun Dengan ibu azzam, nah saat itu ibu sedang dikejar musuh dan kebetulan Umma dan baba berpapasan dengan ibu dan menolong ibu, " Ujar Arsy
Terus dimana papa kenapa tidak papa saja yang menolong ibu, " ujar Azzam
Papa Azzam, dia pun sedang bertarung oleh musuh dan menyuruh ibu lari agar tidak terluka tapi malah ibu terluka karena umma dan baba saat itu terlambat menolong " Ujar Arsy
__ADS_1
terus kenapa papa tidak tau jika aku lahir " Ujar Azzam bertanya
Karena ibu, meminta agar kelahiran Azzam tidak diberitahu oleh papa, karena jika papa tahu positif musuh papa juga tau dan hal itu akan membahayakan Azzam " Ujar arsy mengelus pucuk kepala sang putra