Hijabagent

Hijabagent
part147


__ADS_3

skip


Mereka semua pun sudah tiba di Amsterdam


Azka dengan perlahan membaringkan sang istri di kasur


begitu pun dengan Malvin yang membaringkan Azzam disamping kakaknya


setelah itu mereka berdua pun keluar


Huft, terimakasih Vin ," Ujar Azka pelan


Tak perlu berterimakasih bang, Azzam adalah ponakan saya jadi sudah kewajiban saya untuk membantu kalian mengurus Azzam " Ujar Malvin


iya Vin, tapi sama kau saja dia sedikit merasa tenang , jika dengan ku atau dengan bang Alex dia malah semakin histeris " ujar ,Lukas


ya karena sejak bayi Malvin dan saudara nya yang ada didekat Azzam jadi wajar kalau dia merasa tenang dengan Malvin " ujar xela


ya bisa dibilang begitu non, " Ujar Malvin sopan


tidak perlu seperti ini Vin, kita saudara kau adik dari adikku jadi kau pun adikku panggilkan aku kakak seperti kau memanggil Bie " ,ujar Xela tersenyum diangguki oleh Azka


Setelah berbincang-bincang sebentar Azka masuk kamar


dipandanginya 2 manusia yang berbeda jenis dan umur itu


ya Allah, aku berterima kasih karena KAU telah mempertemukan Aku dengan anak istri ku, Semoga keputusan ku ini yang terbaik untuk semuanya, Azzam Baba akan melakukan apapun nak, untuk kamu tetap bersama kami, Dan baba harap setelah kejadian ini kamu menjadi anak yang kuat mental boy " ujar Azka lirih mengecup kening sang putra


Baba " lirih Azzam


Iya boy, " Ujar Azka dengan senyuman manis nya


papa jahat, " ,lirihnya dengan suara tercekat


Azka langsung dengan cepat menggendong sang putra karena ia tau anaknya akan hesteris lagi


ia menggendong anaknya itu dan berjalan kearah balkon, namun sebelum itu ia memencet tombol didinding untuk meredam suara agar Sang istri tidak terganggu tidurnya

__ADS_1


Hiks hiks hiks " Tangisan Azzam mulai terdengar lagi


Azka yang masih menggendong sang putra pun hanya mengelus pucuk kepala sang anak sambil berjalan kearah kursi yang tak jauh dari pintu balkon


Menangis lah, keluarkan semua rasa sakit Dàgē, Baba akan mendengarkan " ujar Azka dengan lembut


Papa jahat, papa kasar dengan Azzam ba, papa ngebentak Azzam, papa dorong Azzam sampai kepala Azzam terbentur, tangan Azzam sakit ba " Isak Azzam mengeluarkan semua nya yang ia rasakan


Azzam gak suka papa, papa jahat ba, hiks hiks hiks " Ujar Azzam tersedu sedu


Azzam mengeluarkan semua yang dirasakan sedangkan Azka dia mendengar perkataan sang putra, namun ia pun Merekam perkataan Azzam itu


Umma bilang papa orang baik, Azzam gak percaya kalau papa orang baik, papa jahat ba, dia yang ngebunuh Ibu, dia yang celakai umma sampai umma sakit hiks hiks " Ujar Azzam


Azka ia terkejut begitu pun perempuan yang berada dibelakang Azka


siapa yang bilang sama Azzam kalau papa yang bunuh ibu "Tanya wanita yang berada dibelakang Azka


Azka yang tak mendengar pertanyaan sang istri pun terkejut karena ia sama sekali tak mendengar pergerakan dari sang istri


Azzam dengar umma, kalau papa yang bunuh ibu Maria, azzam juga denger kalau papa yang buat umma sakit dulu dan karena papa juga yang buat baba dan umma pisah, hiks hiks " ujar Azzam yang membuat kedua orang itu terkejut karena mereka berdua pikir putranya saat di pesawat Tadi tidur sebelum mengamuk tapi nyatanya anak mereka mendengar percakapan mereka


Dika sudah kelewat batas, Maria sudah ia bunuh , kalian di adu domba sampai kalian berpisah, belum lagi soal kecelakaan itu dan penembakan kau Bie sampai kau koma, ini tidak bisa di biarkan Ka, Pria Bre****k itu harus dihukum, " Ujar Lukas


Benar kata Lukas Ka, Dika harus benar benar dihukum bagaimana pun itu sudah tindakan kriminal " Ujar Alex


Terus bagaimana dengan Azzam bang, Bagaimana perasaan putra ku jika ia tau Papa nya dihukum, pasti ia berfikir Papa nya jahat sedangkan sejak dulu aku selalu bicara jika Papanya adalah seorang yang baik, dan memang sebenarnya seperti itu " Ujar Arsi


membuat Azka terkejut dengan perkataan sang istri yang tiba tiba berubah


Bukankah sebelumnya dia ingin memberikan hukuman kepada Dika " batin Azka menatap wajah sang istri


mas, kenapa diem " ucap Arsy menatap sang suami


Ah tidak sayang, bukan kah tadi sayang bilang Mau menghukum Dika " cicit Azka


Ia, tapi kasian Putraku Jika Papanya dihukum bukan kah mas juga berfikir seperti itu " Ujar Arsy diangguki oleh Azka ia tak mau mengambil resiko berdebat dengan sang istri nya itu

__ADS_1


.....


Papa Dika orang baik nak, hanya mungkin jalan yang papa pilih salah, mungkin menurut papa yang dilakukan itu baik untuk papa, mami Delisa dan adek karena papa ingin melindungi mereka, " Ujar Arsy memberikan nasehat kepada sang anak


tapi aku pun anak papa kenapa papa jahat pada ku " Ujar Azzam dengan mata yang penuh dengan air mata


Papa Dika kan , belum tau sama Azzam, yang papa Dika tau kan Azzam Anak Baba, papa dan baba punya konflik, " Ujar Azka


konflik apa ba, sampai harus melukai Azzam " Ujar Azzam


Azzam masih ingat om Rafly " Ujar Azka diangguki oleh Azzam sedangkan Arsy ia sudah melotot namun Azka mengangguk tersenyum menatap sang istri memberikan kode ini akan lebih Efektif menjawab dan putranya tidak mengetahui hal apa yang membuat Dika dulu Melakukan hal itu


Om Rafly dari dulu Suka umma, Dàgē tau kan seberapa cantikk nya umma "ujar Azka


Umma sangat cantik baba " Ujar Azzam


Nah, om Rafly adik papa, papa gak terima adiknya di tolak " ujar Azka


Papa gak terima kalau Umma nolak umma makanya papa seperti itu " ujar Azzam diangguki oleh Azka


Azzam kan akan menjadi Abang kan, " Ujar Azka diangguki oleh Azzam


pasti Azzam pun akan melakukan melindungi adik Azzam kan jika ia terluka atau sakit " Ujar Azka diangguki lagi oleh Azzam


begitu pun dengan papa, papa sangat sayang dengan om Rafly maka dari itu papa ingin melindungi Om Rafly, papa gak tau kalau Azzam itu anaknya, karena sejak Azzam lahir dari rahim ibu Maria Azzam sudah bersama Umma dan baba " Ujar Azka


Terus yang bunuh ibu papa, berarti papa jahat " Ujar Azzam


No, papa bukan pembunuh ibu nak " sangkal Arsy


tapi uncle Lukas tadi bilang seperti itu " bantah Azzam


uncle Lukas, salah Sayang bukan papa, tapi musuh papa, karena dulu papa Azzam banyak musuh begitu pun Dengan ibu azzam, nah saat itu ibu sedang dikejar musuh dan kebetulan Umma dan baba berpapasan dengan ibu dan menolong ibu, " Ujar Arsy


Terus dimana papa kenapa tidak papa saja yang menolong ibu, " ujar Azzam


Papa Azzam, dia pun sedang bertarung oleh musuh dan menyuruh ibu lari agar tidak terluka tapi malah ibu terluka karena umma dan baba saat itu terlambat menolong " Ujar Arsy

__ADS_1


terus kenapa papa tidak tau jika aku lahir " Ujar Azzam bertanya


Karena ibu, meminta agar kelahiran Azzam tidak diberitahu oleh papa, karena jika papa tahu positif musuh papa juga tau dan hal itu akan membahayakan Azzam " Ujar arsy mengelus pucuk kepala sang putra


__ADS_2