
dinegara berbeda
" sebaiknya kita pergi kesana ovu rasa ini sudah saatnya bis"@ ujar pria paruh baya itu yg duduk di kursi nya
" tapi keadaan nya yg tidak memungkinkan ovu"@ ujar lelaki yg ada di belakang pria paruh baya itu
" kapan lagi bis,. sedangkan gadis nakal itu sudah lama tak menemui ku apalagi memberi kabar"@ ujar lelaki paruh baya itu
"sekarang Bisma akan menemuinya ovu., ovu dirumah saja dengan Desti "@ ujar lelaki
Dy tak memberi tahu jika sebenarnya orang nya sudah berada disana untuk memberikan informasi tapi malah Arsy mendapatkan masalah dengan kedatangan anak buahnya itu
" no aku ingin menemui akak"@ ujar gadis yg berumur 17 thn yg baru saja turun dari tangga
" kau dirumah saja bocil jaga ovu"@ ujar Bisma tajam
" noo aku ingin ikut aku ingin bertemu dengan nya dan ingin tau tentang kejadian yg sebenarnya bang aku ingin tau ovu "@ ujar lirih gadis itu
" huh baiklah pergilah dengan abangmu ,. Bisma biar lah Dy ikut Dengan mu biar Dy tau apa yg terjadi aku tak ingin Dy berbuat nekat nntinya "@ ujar pria paruh baya itu
Bisma pun hanya pasrah mengagguk sebagai jawaban
"bersiap siaplah nnti jam 2 kita akan berangkat "@ujar Bisma dan berlalu pergi
gadis itu langsung ngaprit ke kamarnya untuk bersiap"
di hospital UMC ultrecht
" sebenarnya ada apa ka kenapa ia bisa begini"@ ujar papa Regan yg baru saja datang
Azka hanya diam tak menjawab pertanyaan pertanyaan dari mereka pikiran kalut rasa bersalah pun menjadi jadi
" sayang maafin mas., mas mohon jangan tinggalkan suami bodoh mu ini sayang mas blm siap"@ ujar batin Azka
tak lama denisa keluar dari ruangan UGD
mereka semua yg melihat desisa keluar pun langsung berdiri
" masuk lah ka bie mencari kamu"@ ujar denisa tersenyum
azka pun langsung masuk ke ruangan itu
saat matanya menatap sang istri yg tersenyum dengan tubuh yg dipenuhi dengan selang ia merasa sesak didada melihat sang istri yg tak berdaya di brangkar
" mas maaf"@ ujar lirih Arsy matanya berkaca-kaca
__ADS_1
" maaf jangan pergi hiks hiks"@ ujar Arsy lagi terisak
" sssttt jangan nangis oke mas gak akan pergi.. mas mintak maaf sama sayang karena mas sudah kelewatan "@ ujar Azka lirih mencium pucuk kepala sang
" mas gak salah Arsy yg salah karena Arsy gx pernah jujur sama ms"@ ujar Arsy lirih
" sstt udah oke nnti kita bahas sekarang sayang istrahat oke"@ ujar Azka
Arsy menggeleng kan kepalanya
" als ingin bertemu dengan orang yg tadi mas "@ ujar Arsy lirih
" tapi sayang kondisimu blm stabil"@ ujar Azka
" als sudah baik baik saja ms als harus bertemu orang itu pasti ada sesuatu dengan ovu dll "@ ujar Arsy lirih
" baik lah ms konsultasi dulu dengan unda denisa "@ ujar Azka dibalas anggukan oleh Arsy
Azka pun keluar ruangan meninggalkan Arsy
" un Dy Ingin bertemu orang itu"@ ujar Azka
" temukan ka pasti ada sesuatu yg memang penting "@ ujar denisa
" Dy baik baik saja tadi memang Dy sempat drop tapi sekarang ia sudah lebih baik karena sumber dari ia tertekan karena Azka yg kecewa olehnya "@ ujar denisa sebenarnya ia jg penasaran siapa lelaki itu
mereka pun mengangguk lega
" bie akan dipindahkan keruangan nya"@ ujar unda tak lama Arsy keluar dari ruang UGD menuju ke ruangan VVIP
" sebaiknya kalian pulang saja biar Arsy Azka yg menjaganya kalian pasti lelah kasian jg Azzam jika Dy sendrian "@ ujar Azka
awal nya mereka enggan untuk mengikuti saran Azka namun Azka membujuk setidaknya mereka beristirahat karena lelah seharian apalagi sang putra drumah hanya sheyla yg menjaga
sepeninggal nya mereka semua tak berapa lama
Gita datang membawa orang itu pun langsung masuk ke ruangan rawat Arsy
" king ini orang nya "@ ujar Gita
saat kejadian Gita memang di suruh tetap dsana menjaga orang itu
" ya kak terimakasih kembali lah pulang bersama Miko biar aku yg menjaganya "@ ujar azka
" tapi"@ ujar Gita
__ADS_1
" pulang lah kak.. "@ ujar Arsy tersenyum lembut
" baiklah "@ ujar Gita., ia pun pamit pergi
" ada apa "@ ujar Arsy menatap ke arah lelaki itu
Azka yg masih stay dsamping sang istri hanya diam saja
" saya diutus oleh tuan besar untuk menyampaikan ini nona"@ ujar pria itu
" terimakasih pergilah"@ ujar Arsy
pria itu langsung pamit pergi
" apa yg ms ingin tau als akan jawab semuanya "@ ujar Arsy menatap lembut sang suami
" jelaskan semuanya "@ ujar Azka menatap sang istri dengan tenang
" baiklah "@ ujar Arsy
" dulu saat aku di asuh oleh Ami baba aku dikenalkan ke keluarga besarnya termasuk bertemu dengan keluarga Buya Adi dan Ambu ati mereka sangat menyayangi ku bahkan mereka yg membela ku dan membantu baba untuk menjaga ku sampai saat dimana aku membujuk baba agar aku diizinkan masuk sekolah agent namun baba sama sekali tak mengizinkan ku karena beliau khawatir namun dengan rengekan yg terus menerus akhir nya baba deba dan yg lain mengizinkan setidaknya ada para abang yg menjaga dan kebetulan a' Raditya dan bang Bisma ada yg menjadi senior ku di sini
tapi saat itu a' Raditya tak menyukai karena aku masuk dengan bantuan Buya Adi als yg tau kalo a' Raditya tak menyukai ku aku membuktikan kemampuan ku dan lambat laun a' Raditya menyukai ku bahkan menyayangi dan sangat menjagaku sampai pada saat dmna ada pemberontakan a' Raditya menjadi tameng terdepan ku setelah kejadian itu a' Raditya yg tak ingin aku kenapa" iya pun menghubungi seluruh anggotanya yg disebut Rc untuk selalu menjaga ku dari jarak jauh tapi pada akhirnya Dy pula merekrut orang" yg menjadi anggota khusus ku hanya fokus untuk menjaga ku dari dekat karena ia takut aku menjadi korban selanjutnya "@ ujar Arsy Dy menarik nafas dalam-dalam dan membuang nya nafas perlahan-lahan
" namun tak disangka ada pemberontakan lagi dan berlanjut cukup besar dan terjadi lah pembantaian itu dan pada akhirnya Buya ambu a' bahkan orang tua kak Farah ikut andil "@ ujar Arsy terisak
" aku telat saat kejadian itu hiks hiks bahkan saat dmna Ambu memberi arahan otakku tak sama sekali berfungsi ms hiks hiks aku seperti orang bodoh didepan mereka dengan hanya memegang pistol hiks hiks yg sama sekali tak berguna makanya saat kejadian itu kak Farah mengira aku lah yg melakukan pembantaian itu "@ ujar Arsy terisak di pelukan sang suami nya
" jangan lanjutkan sayang sudah cukup"@ ujar Azka yg tak ingin istrinya tertekan
Arsy menggeleng
" biar semuanya lega ms"@ujar Arsy
Azka pun mengangguk
" tapi mas, aku sangat bersyukur sangat sekali bersyukur karena ovu bang Bisma dan destya yg notabene nya Keluarga Buya Adi masih bisa aku selamatin maka dari itu aku merahasiakan keberadaan mereka tanpa ada yg tau bahkan baba dad deba kakek pun sama sekali gx tau ms tapi ntah kenapa akhir-akhir ini masalah itu kembali destya yg terus menerus ingin mengetahui kejadian itu bang Bisma pun ingin tau tentang siapa pelakunya dan mereka kembali "@ ujar Arsy
" ada ms yg akan selalu dsini untukmu jadi tolong cobalah terbuka dengan ms ya sayang"@ ujar Azka tersenyum dan mencium pucuk kepala Arsy dengan lembut
" pasti ms... terima kasih untuk selalu ada dsini menemani ku "@ ujar Arsy tersenyum memeluk sang suaminya
Dy sangat bersyukur memiliki suami seperti Azka
yg mencintai menjaga melindungi bahkan selalu ada untuk nya
__ADS_1