Hijabagent

Hijabagent
part136


__ADS_3

6 bulan kemudian,


setelah pertemuan Barra dan Melva mereka berdua pun langsung dinikahi oleh malvin, dan Azka sudah melakukan operasi nya dan sekarang dia sudah berjalan normal


dan saat ini Melva hamil 4 bulan


......


Sayang, bangun dulu yuk sarapan " Ujar Azka membangunkan sang istri yang setelah sholat subuh tertidur, hal itu membuat Azka bingung karena biasanya sang istri tidak akan tidur malah langsung ke dapur


Nanti mas, masih ngantuk " lirih Arsy


Tapi sayang ini udah waktunya sarapan loh, nanti Maghnya kambuh lagi " Ujar Azka dengan suara lembut,


Aku masih ngantuk loh, dibilangin masih ngantuk " Kesal Arsy ia menarik selimut nya sampai menutup mata hal itu membuat Azka terkejut,


dia tak lagi bicara langsung berdiri dari kasur dan melangkah keluar kamar, karena jika ia lanjutkan membuat sang istrinya kesal bisa jadi nanti malam ia akan tidur diluar seperti tempo hari


Azka keluar dari kamar disaat itu juga Sang putranya keluar dari kamar


Umma belum juga bangun Ba, " tanya Azzam


Belum nak, umma mu masih ngantuk katanya " Ujar Azka tersenyum ia mengelus kepala sang putra


Tumben banget ya ba, biasanya umma gak pernah tidur lagi setelah sholat subuh, " Ujar Azzam


Mungkin memang umma sedang ngantuk nak, hari ini sarapan nya sama baba dan yang lain dulu ya, tanpa umma dulu " Ujar Azka diangguki oleh Azzam


sesampainya di meja makan


Kakak mana bang " Tanya Melva


masih tidur " Ujar Azka ia menarik kursi disamping nya untuk sang putra duduki


tumben akhir akhir ini kakak sering tidur pagi " Ujar Meta


yang baru saja sampai di meja makan dengan sang buah hati ada digendongan nya


Mungkin kelelahan Ta " Ujar Azka


bisa jadi, ya sudah kita sarapan dulu, Bik tolong punya kakak dipisah kan dulu lauknya " Ujar Malvin


Non Arsy tadi nelpon tuan, dia tidak usah di pisahkan lauknya, dia mintak dibuatkan nasi tim, dan nanti diantarkan kekamar jam 9 dan itu harus masih panas jadi setelah ini saya akan membuatnya " Ujar Bi Ijah


Baiklah " Ujar Malvin mengangguk namun sejujurnya ia bingung dengan kakaknya itu


Nasi tim, sejak kapan menu sarapan kakak nasi tim " Ujar Melva di balas dengan Bahu terangkat oleh Meta


Aku akan memastikan sesuatu " batin Melia tersenyum


Setelah sarapan Azka mengantarkan Azzam sekolah


Hendra mengantarkan Angga sekolah sedangkan para pria yang lain mereka sudah berangkat ke Jakarta, ya Malvin barra dan hendru mereka akan PP ke Jakarta Bandung jika ada hal yang penting namun jika tidak mereka akan mengerjakan nya di rumah saja


...

__ADS_1


Arsy yang baru saja selesai mandi ia melihat nasi timnya sudah tersedia di meja dekat sofa ia pun mengambil nya namun ia melihat daun bawang disana


tiba tiba dia mual dan menjatuhkan mangkuk berisi nasi tim


klontang, Arsy langsung lari ke kamar mandi dan memuntahkan cairan bening


huek huek


Kenapa daun bawang itu sangat menyengat sih, " Gumamnya lirih tubuhnya lemas disaat itu Melia datang


Kak, kakak gak papa " Ujar Melia khawatir karena wajah Arsy sudah pucat


Gak papa Mel, kayaknya aku masuk angin deh, perutku mual banget, dan itu ncium daun bawang nyengat banget lagi, bibik ngasihnya kebanyakan kayaknya itu " Ujarnya lirih


Melia membantu Arsy berdiri ia menuntun Arsy ke kasur


Sebentar kak, Melia suruh bibik bersihin, " Ujar Melia


eh gak usah, biar abangmu aja, yang bersihin nanti, sebagai hukuman tadi sudah membuat kakak kesal" ujar Arsy


Melia hanya mengangguk saja ia menatap lemari yang biasa terdapat setok Pembalut bedak parfum dll


itu terbuka,dan stok itu masih utuh


Kakak sedang PmS " Tanya Melia


belum Mel, Sudah 3minggu kakak telat halangan, makanya pinggang kakak ini sedikit nyeri, bawaannya lemes aja " Ujar Arsy


Melia yang mendengar perkataan Arsy matanya berbinar-binar


Yang bener kak " Ujar Melia


Melia langsung keluar dengan terburu-buru ia teriak memanggil Melva yang berada di lantai bawah bersama Meta dan Henna


Melva, kamu keatas bawa testpek mu yang belum terpakai " Teriak Melia kencang


testpek untuk siapa " Tanya meta


sudah cepat bawa aja ke kamar kakak " Ujar Melia tersenyum bahagia


sedangkan ke tiga wanita itu saling menatap


tespek kekamar kakak, jangan jangan " Ujar Hanna menggantung


jangan jangan apa mbak, " Ujar Melva bingung


Ah, mbak, udah va, ambil aja cepet jangan banyak tanya " Ujar meta tersenyum menyadari sesuatu


Sus, suster " Teriak Meta memanggil baby sister


Iya Non " Ujar baby sister


tolong jagain anak anak sebentar kami mau keatas dulu " Ujar Meta diangguki oleh Baby sister itu


Cepat Melva, " ujar Hanna menarik Melva

__ADS_1


ia mbak, sebentar to " Ujar Melva membuka laci meja riasnya


Nih " Ujarnya memberikan benda yang mereka cari


Hanna yang memegang itu langsung berlari keatas tangga di ikuti oleh meta


va, kamu jangan lari oke, kami duluan " Ujar meta ia menyusul Hanna


Melva hanya pasrah mengangguk dengan berjalan santai naik tangga walaupun sebenarnya ia pun penasaran


Sesampainya Di kamar Arsy


Ini Mel, " Ujar hanna tersenyum


Melia langsung menerima benda itu


kak, kakak bukan air kecil disini terus kakak rest " Ujar Melia


Mel, " Ujar Arsy dia tau apa benda itu tapi itu tak mungkin ia akan secepat itu karena beberapa bulan lalu ia pernah konsultasi dan dokter mengatakan jika kondisi Rahimnya sedikit bermasalah


Kak, dokter bisa memprediksi tapi jika Allah sudah berkehendak , di coba dulu " Ujar Hanna mengelus bahu kakak iparnya itu


Arsy diam ia menatap benda itu dalam


ada keraguan di dirinya namun ia berharap jika mukjizat itu ada, Ia pun mengambil Benda itu dan berdiri berjalan dengan di papah oleh Melia


Mel, tunggu di luar ya kak " Ujar Melia tersenyum


Kakak takut mel, kakak takut itu hanya lah " Ujar Arsy lirih


kita coba dulu kak, bismillah " Ujar Melia tersenyum


Arsy pun mengangguk, Melia keluar dari kamar sedangkan Arsy mencoba alat itu


10 menit Sudah Arsy memejamkan matanya ia tak sanggup melihat kearah benda itu namun ketukan Melia membuat nya membuka mata dan melihat benda itu bergaris merah dua ia pun terisak terduduk dilantai


Melia Melva meta dan hana yang mendengar Arsy menangis lmereka khawatir mereka pun langsung membuka pintu kamar mandi melihat Arsy terduduk dengan tangisan


kak, " Ujar Mereka serentak


Arsy mendongakkan kepalanya menatap ke 4 Wanita yang menjadi adik angkatnya itu


ia menjulurkan tangannya dan menampilkan benda yang bergaris merah dua


mereka berempat langsung memeluk Arsy dengan tangisan haru bertepatan dengan Azka yang baru masuk kekamar


Sayang " Panggil Azka namun tak ada Jawaban, dia masuk kedalam dan terdengar tangisan di arah kamar mandi Azka Langsung cepat cepat kekamar mandi ia Melihat sang istri dipeluk dengan 4 adiknya itu dengan tangisan


Sayang kamu kenapa " Ujar Azka panik Melia Hanna melepaskan pelukannya mereka berdiri hanya tersisa Meta dan Melva yang masih memeluk mereka dengan Tersedu sedu


Melia ada apa, " Ujar Azka panik Namun belum sempat Melia menjawab Arsy pinsan


kakak" Ujar meta dan Melva serentak


Sayang " Teriak Azka panik ia pun mendorong meta dan menggendong Arsy membawa nya keluar

__ADS_1


Hendra siapkan Mobil sekarang kita kerumah sakit " Teriak Azka Hendra yang mendengar Teriakkan Azka ia langsung menyambar kunci mobil


Kakak kenapa " Tanya Hendra namun hal itu tak digubris oleh Azka


__ADS_2