
6 bulan kemudian,
setelah pertemuan Barra dan Melva mereka berdua pun langsung dinikahi oleh malvin, dan Azka sudah melakukan operasi nya dan sekarang dia sudah berjalan normal
dan saat ini Melva hamil 4 bulan
......
Sayang, bangun dulu yuk sarapan " Ujar Azka membangunkan sang istri yang setelah sholat subuh tertidur, hal itu membuat Azka bingung karena biasanya sang istri tidak akan tidur malah langsung ke dapur
Nanti mas, masih ngantuk " lirih Arsy
Tapi sayang ini udah waktunya sarapan loh, nanti Maghnya kambuh lagi " Ujar Azka dengan suara lembut,
Aku masih ngantuk loh, dibilangin masih ngantuk " Kesal Arsy ia menarik selimut nya sampai menutup mata hal itu membuat Azka terkejut,
dia tak lagi bicara langsung berdiri dari kasur dan melangkah keluar kamar, karena jika ia lanjutkan membuat sang istrinya kesal bisa jadi nanti malam ia akan tidur diluar seperti tempo hari
Azka keluar dari kamar disaat itu juga Sang putranya keluar dari kamar
Umma belum juga bangun Ba, " tanya Azzam
Belum nak, umma mu masih ngantuk katanya " Ujar Azka tersenyum ia mengelus kepala sang putra
Tumben banget ya ba, biasanya umma gak pernah tidur lagi setelah sholat subuh, " Ujar Azzam
Mungkin memang umma sedang ngantuk nak, hari ini sarapan nya sama baba dan yang lain dulu ya, tanpa umma dulu " Ujar Azka diangguki oleh Azzam
sesampainya di meja makan
Kakak mana bang " Tanya Melva
masih tidur " Ujar Azka ia menarik kursi disamping nya untuk sang putra duduki
tumben akhir akhir ini kakak sering tidur pagi " Ujar Meta
yang baru saja sampai di meja makan dengan sang buah hati ada digendongan nya
Mungkin kelelahan Ta " Ujar Azka
bisa jadi, ya sudah kita sarapan dulu, Bik tolong punya kakak dipisah kan dulu lauknya " Ujar Malvin
Non Arsy tadi nelpon tuan, dia tidak usah di pisahkan lauknya, dia mintak dibuatkan nasi tim, dan nanti diantarkan kekamar jam 9 dan itu harus masih panas jadi setelah ini saya akan membuatnya " Ujar Bi Ijah
Baiklah " Ujar Malvin mengangguk namun sejujurnya ia bingung dengan kakaknya itu
Nasi tim, sejak kapan menu sarapan kakak nasi tim " Ujar Melva di balas dengan Bahu terangkat oleh Meta
Aku akan memastikan sesuatu " batin Melia tersenyum
Setelah sarapan Azka mengantarkan Azzam sekolah
Hendra mengantarkan Angga sekolah sedangkan para pria yang lain mereka sudah berangkat ke Jakarta, ya Malvin barra dan hendru mereka akan PP ke Jakarta Bandung jika ada hal yang penting namun jika tidak mereka akan mengerjakan nya di rumah saja
...
__ADS_1
Arsy yang baru saja selesai mandi ia melihat nasi timnya sudah tersedia di meja dekat sofa ia pun mengambil nya namun ia melihat daun bawang disana
tiba tiba dia mual dan menjatuhkan mangkuk berisi nasi tim
klontang, Arsy langsung lari ke kamar mandi dan memuntahkan cairan bening
huek huek
Kenapa daun bawang itu sangat menyengat sih, " Gumamnya lirih tubuhnya lemas disaat itu Melia datang
Kak, kakak gak papa " Ujar Melia khawatir karena wajah Arsy sudah pucat
Gak papa Mel, kayaknya aku masuk angin deh, perutku mual banget, dan itu ncium daun bawang nyengat banget lagi, bibik ngasihnya kebanyakan kayaknya itu " Ujarnya lirih
Melia membantu Arsy berdiri ia menuntun Arsy ke kasur
Sebentar kak, Melia suruh bibik bersihin, " Ujar Melia
eh gak usah, biar abangmu aja, yang bersihin nanti, sebagai hukuman tadi sudah membuat kakak kesal" ujar Arsy
Melia hanya mengangguk saja ia menatap lemari yang biasa terdapat setok Pembalut bedak parfum dll
itu terbuka,dan stok itu masih utuh
Kakak sedang PmS " Tanya Melia
belum Mel, Sudah 3minggu kakak telat halangan, makanya pinggang kakak ini sedikit nyeri, bawaannya lemes aja " Ujar Arsy
Melia yang mendengar perkataan Arsy matanya berbinar-binar
Yang bener kak " Ujar Melia
Melia langsung keluar dengan terburu-buru ia teriak memanggil Melva yang berada di lantai bawah bersama Meta dan Henna
Melva, kamu keatas bawa testpek mu yang belum terpakai " Teriak Melia kencang
testpek untuk siapa " Tanya meta
sudah cepat bawa aja ke kamar kakak " Ujar Melia tersenyum bahagia
sedangkan ke tiga wanita itu saling menatap
tespek kekamar kakak, jangan jangan " Ujar Hanna menggantung
jangan jangan apa mbak, " Ujar Melva bingung
Ah, mbak, udah va, ambil aja cepet jangan banyak tanya " Ujar meta tersenyum menyadari sesuatu
Sus, suster " Teriak Meta memanggil baby sister
Iya Non " Ujar baby sister
tolong jagain anak anak sebentar kami mau keatas dulu " Ujar Meta diangguki oleh Baby sister itu
Cepat Melva, " ujar Hanna menarik Melva
__ADS_1
ia mbak, sebentar to " Ujar Melva membuka laci meja riasnya
Nih " Ujarnya memberikan benda yang mereka cari
Hanna yang memegang itu langsung berlari keatas tangga di ikuti oleh meta
va, kamu jangan lari oke, kami duluan " Ujar meta ia menyusul Hanna
Melva hanya pasrah mengangguk dengan berjalan santai naik tangga walaupun sebenarnya ia pun penasaran
Sesampainya Di kamar Arsy
Ini Mel, " Ujar hanna tersenyum
Melia langsung menerima benda itu
kak, kakak bukan air kecil disini terus kakak rest " Ujar Melia
Mel, " Ujar Arsy dia tau apa benda itu tapi itu tak mungkin ia akan secepat itu karena beberapa bulan lalu ia pernah konsultasi dan dokter mengatakan jika kondisi Rahimnya sedikit bermasalah
Kak, dokter bisa memprediksi tapi jika Allah sudah berkehendak , di coba dulu " Ujar Hanna mengelus bahu kakak iparnya itu
Arsy diam ia menatap benda itu dalam
ada keraguan di dirinya namun ia berharap jika mukjizat itu ada, Ia pun mengambil Benda itu dan berdiri berjalan dengan di papah oleh Melia
Mel, tunggu di luar ya kak " Ujar Melia tersenyum
Kakak takut mel, kakak takut itu hanya lah " Ujar Arsy lirih
kita coba dulu kak, bismillah " Ujar Melia tersenyum
Arsy pun mengangguk, Melia keluar dari kamar sedangkan Arsy mencoba alat itu
10 menit Sudah Arsy memejamkan matanya ia tak sanggup melihat kearah benda itu namun ketukan Melia membuat nya membuka mata dan melihat benda itu bergaris merah dua ia pun terisak terduduk dilantai
Melia Melva meta dan hana yang mendengar Arsy menangis lmereka khawatir mereka pun langsung membuka pintu kamar mandi melihat Arsy terduduk dengan tangisan
kak, " Ujar Mereka serentak
Arsy mendongakkan kepalanya menatap ke 4 Wanita yang menjadi adik angkatnya itu
ia menjulurkan tangannya dan menampilkan benda yang bergaris merah dua
mereka berempat langsung memeluk Arsy dengan tangisan haru bertepatan dengan Azka yang baru masuk kekamar
Sayang " Panggil Azka namun tak ada Jawaban, dia masuk kedalam dan terdengar tangisan di arah kamar mandi Azka Langsung cepat cepat kekamar mandi ia Melihat sang istri dipeluk dengan 4 adiknya itu dengan tangisan
Sayang kamu kenapa " Ujar Azka panik Melia Hanna melepaskan pelukannya mereka berdiri hanya tersisa Meta dan Melva yang masih memeluk mereka dengan Tersedu sedu
Melia ada apa, " Ujar Azka panik Namun belum sempat Melia menjawab Arsy pinsan
kakak" Ujar meta dan Melva serentak
Sayang " Teriak Azka panik ia pun mendorong meta dan menggendong Arsy membawa nya keluar
__ADS_1
Hendra siapkan Mobil sekarang kita kerumah sakit " Teriak Azka Hendra yang mendengar Teriakkan Azka ia langsung menyambar kunci mobil
Kakak kenapa " Tanya Hendra namun hal itu tak digubris oleh Azka