
sedangkan di parkiran beberapa mobil terpakir dengan gesit salah seorang dari mereka sudah berlari ke arah ruangan Arsy
" bagaimana keadaan nya"@ ujar wanita yg berlari tadi
kepada mereka
" pembuluh darah nya pecah"@ ujar Reyna lirih
"what "@ teriak wanita itu yg tak lain adalah ratu
" bagaimana bisa hah "@ ujar laki" yg mengikuti wanita itu yg tak lain adalah raja suaminya
"maaf komandan aku lengah "@ ujar Cece menunduk
"ini gara" dirimu jendral jika kau tak menghambat untuk kami pergi kami sudah sampai disini dari beberapa hari lalu"@ ujar Billy dengan tajam menatap Ari Kusuma sebagai atasan nya
"kemarin kondisinya sudah membaik maka dari itu aku tak mengizinkan kalian untuk kesini"@ ujar Ari yg tak mau disalahkan oleh anak buah ny
" terus kenapa Dy bisa seperti ini "@ ujar lucky
"tanyakan pada Dy "@ ujar andres yg kesal menunjuk farah
" kau Farah kau apakan Dy hah "@ ujar Thea
"Dy memberikan racun di telapak tangan Arsy"@ ujar Arlen lirih sedang kan Farah masih menatap kosong sambil menangis
" kau ingin mati ditangan ku.. ingatan mu sudah hilang apa bagaimana Farah "@ ujar lucky tajam
" jangan banyak cincong kalian meributkan masalah yg sudah terjadi sebaiknya kita masuk dan bantu mereka "@ ujar ratu tajam
sudah 10 jam mereka menunggu dan 10 jam jg yg ada druangan Arsy blm jg keluar
" racun itu hanya menyebar dibagian sel sel darah saja tidak merusak yg lain setidaknya ramuan itu cukup bisa membantu "@ ujar Eliza lega
"tapi kita kekurangan darah karena darah yg dikeluarkan sangat banyak"@ ujar lucky panik
" darah bie sangat susah cocoknya jika dipaksa akan menimbulkan gejala "@ ujar Thea
"tenang lah ada keluarga Wijaya keluar Walthon dan Azka disini "@ ujar sheyla
"baik lah Tante akan keluar meminta mereka mendonorkan darah untuk putriku"@ ujar Eliza dan melangkah pergi keluar
ceklek
pintu ruangan itu terbuka
__ADS_1
mereka semua yg melihat pintu terbuka langsung berdiri dan menghampiri Eliza
" ma bagaimana ma"@ ujar Azka
"keadaannya keritis dan mama butuh donor darah ka"@ ujar lirih Eliza
"ma azka siap ma ambil saja darah Azka berapa pun ma"@ ujar Azka khawatir
"saya Tante saya siap "@ Theo
" saya siap"@ujar baba dan Axel
"saya jg siap za "@ ujar Syifa
"baik lah ayo kita keruangan sebelah aray butuh cepat "@ujar Eliza yg mendahului mereka
" Azka mama mengambil darah mu yg cukup banyak ya nak karena darah mu bisa langsung cocok untuk Arsy sebagai tahap penawar buat darah mereka "@ujar Eliza
"ya ma ambil berapun ma "@ ujar Azka tersenyum ya yg Dy pikirkan Arsy sembuh
sedangkan diruanga Arsy semua panik karena jantung Arsy melemah
" astaghfirullah bie bertahan lah "@ ujar ratu lirih
sedangkan sheyla berlari keluar
"dmna Tante Eliza bie butuh cepat "@ teriak shey panik
tak lama Eliza keluar dengan membawa beberapa kantong darah
" Tante bie melemah"@ ujar panik shey
membuat mereka yg mendengar langsung tegang terutama Azka yg keluar bersama ibunya
"kak shey alsha kuat kak alsha gx lemah"@ tegas Azka
shey tak menggubris omongan Azka dan langsung masuk bersama Eliza
plakkk
satu tamparan meluncur di wajah Farah dari sang bunda
"kau kau jahat sekali kenapa kau tega melakukan ini kepada putri ku"@ ujar sang bunda Syifa
plakkk
__ADS_1
"kau menyalahkan orang lain liat dirimu dulu Syifa.. kejadian ini pun pernah Arsy lewati disaat kalian semua membuang nya"@ teriak Ami yg tak bisa mengontrol emosinya
" kau menyalahkan Farah yg diliputi dengan dendam dan bagaimana dirimu dulu Syifa meninggalkan anak mu luntang Lantung berlumuran darah hah"@ ujarnya LG
"bahkan aku aku Syifa memohon kepadamu agar kau mau menemui putri mu sendri bahkan kau tolak mentah"@ujar Ami dania
"sekarang kau"@ ujar Ami terpotong dengan teriakan Asri
"cukup bisa kita diam didalam semua orang sedang berjuang didalam kita ini seharus nya mendoakan arsy bukan malah saling menyalahkan"@ ujarnya
"jika klian ingin tetap ribut sebaiknya keluar "@ ujar Edward tajam
Axel Arkansas Alex darel farel angkasa hanya diam seperti patung pikiran terus melana Lana saat kejadian yg dilalui adiknya
sedangkan baba papi ayah dan pap Azka pergi dari sana menuju musola terdekat untuk menenangkan dirinya dan meminta pentunjuk
CeViKA dll
hanya diam bersandar di dinding
" inikah kasih sayang mu kepada adikku ya Allah meregang maut berkali" hanya ingin kami selamat"@ ujar reyna lirih
tak lama sheyla dan Bella keluar dengan tubuh yg letih
Bella yg sudah tak kuat pun pingsan dan ditangkap oleh Billy yg tepat berada dibelakangnya
"kak bel"@ teriak mereka
"Dy kelelahan sebaik nya saya bawa Dy dulu"@pamit Billy..
Eliza pun keluar dengan perasaan yg campur aduk saat mereka sedang sibuk"nya tadi Arsy sempat sadar dan berkata
"aku lelah aku ingin istirahat tolong jangan salahkan siapapun "@ ujarnya lirih dan menutup matanya dan membuat mereka terkejut namun saat itu jg keadaan nya melemah tidak stabil
" ma"@ teriak Azka berlari menuju sang mama ketika melihat beliau baru keluar dari ruangan itu
"bagaimana ma"@ ujar Azka tersenyum ya saat sholat tadi Dy melihat ada bayangan Arsy disampingnya dan berbicara kalau Dy akan baik baik saja saat itu lah Arsy tersenyum bahagia dan membuat Azka yakin kalau Arsy akan sembuh
" di..ada hiks hiks masih seperti kemarin malah Sekarang keadaan nya lebih tak setabil"@ isak mama dan membuat senyum Azka seketika memudar
"mama jangan becanda ma "@ ujar lirih Azka matanya sudah berkaca-kaca
" nak mama yakin Dy gadis kuat jadi kamu jg harus kuat demi Dy hiks hiks"@ isaknya di pelukan sang suami
" tolong jangan salahkan siapapun disini termasuk Farah "@ ujar Thea keluar dari ruangan itu dan menatap semua orang dengan nanar
__ADS_1
" Dy sempat sadar dan berkata aku lelah aku ingin istirahat tolong jangan salahkan siapapun disini "@ ujar lucky