
"Apa? Aku tidak dengar!" tanya Bita, meskipun ia mendengar dengan sangat jelas jika Vano mengajaknya untuk tidur, atas permohonannya yang meminta untuk tidak menyuruh ibu Vivi memecatnya.
"Tidur denganku!" ajak Vano lagi.
Dan langsung mendapat senyuman sinis dari bibir Bita. "Ogah! Untuk apa aku tidur dengan terong bekas, najis!" sahut Bita yang langsung melangkahkan kakinya menuju dimana Ibu Vivi berada.
Senyum terukir dari kedua sudut bibir Bita, ketika sudah mendekati ibu Vivi yang berdiri disamping mobil sang putra.
"Bu, apa yang ibu lakukan malam-malam seperti ini? Harusnya Bu Vivi istirahat," kata Bita.
"Ingin menjenguk kamu,"
"Untuk apa Bu, aku sudah sembuh. Dan besok aku bisa kembali bekerja,"
"Benarkah?" tanya ibu Vivi.
"Tentu saja benar, kalau ibu mau, malam ini juga aku akan menemani Bu Vivi,"
"Sungguh?" tanya ibu Vivi dan sekarang mengukir senyum.
Bita pun langsung menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan dari ibu Vivi. "Tapi Bu Vivi tidak marah padaku, kan?"
__ADS_1
"Marah? Untuk apa, ibu marah padamu?"
"Karena Bu Vivi mendapati aku ada di taman ini, padahal aku ijin pulang ingin beristirahat," jawab Bita, takut jika ibu Vivi akan memecatnya setelah melihatnya bukan beristirahat malah sedang pacaran di taman.
"Ya ampun, untuk apa ibu marah padamu, Bita. Lebih baik ayuk masuk ke dalam mobil, katanya malam ini kamu ingin menemani ibu,"
"Oke!" Bita pun langsung mengangkat kedua ibu jarinya, dan ingin naik ke dalam mobil, mengikuti ibu Vivi.
Namun, Bita urungkan saat tangannya di cekal oleh Vano. Dan sekarang ia menatap padanya. "Apa Pak Vanoooo? Lihat kan, ibu Vivi tidak akan memecat aku seperti apa yang tadi Pak Vano bilang," kata Bita yang langsung menyingkirkan tangan Vano, dan menatap pada Vano dengan tatapan yang tidak suka.
"Enak saja!" seru Vano dan kembali menarik tangan Bita yang akan masuk ke dalam mobil.
"Apa apaan sih pak?!"
"Lah, kan memang Pak Vano yang mengendarai mobil kan? Dan itu artinya Pak Vano memang supirku, mau aku duduk dengan ibu Vivi, atau duduk di depan, tetap saja Pak Vano yang jadi supir. Apa Pak Vano ingin aku yang menyupir gitu, iya? Kalau begitu, Pak Vano tinggal pilih rumah sakit atau kuburan, oke!"
"Dasar gila!" kesal Vano untuk menimpali ucapan panjang lebar dari Bita, yang malah membuatnya tambah kesal. Kemudian ia menuju bangku pengemudi.
Meninggalkan Bita, yang langsung masuk ke dalam mobil dan duduk di samping ibu Vivi di bangku penumpang. Tentu saja dengan mengukir senyum, karena kali ini ia kembali bisa membuat Vano kesal.
***
__ADS_1
Tentu saja setelah tiba di rumah ibu Vivi, Bita segera menemaninya hingga ibu Vivi tertidur lelap.
Dan setelahnya Bita keluar dari dalam kamar ibu Vivi, bukan untuk tidur di kamarnya, melainkan ingin menghubungi Rian sang pacar.
Tentu saja sebagai pasangan kekasih, Bita dan juga Rian, berbincang lewat sambungan ponsel dengan sangat mesra, di ruang tengah dengan lampu yang sudah dipadamkan. Dan sengaja Bita tidak menyalakan lampu, karena tidak ingin mengganggu semua penghuni rumah lainnya.
Tanpa Bita sadari jika Vano yang sedari duduk di sofa yang ada di ruang tengah tersebut sambil menikmati segelas wine, mendengar semua apa yang Bita katakan.
Setelah selesai berbincang dengan sang pacar lewat sambungan ponselnya, Bita kini duduk di sofa ruang tengah tidak jauh dari Vano berada. Untuk mengirim uang pada Rian seperti apa yang baru saja keduanya bicarakan.
"Jadi perempuan itu jangan bodoh. Mau maunya di suruh mengirim uang pada pria," kata Vano, yang mendengar jelas jika pacar dari Bita memintanya untuk mengirim uang.
"Ya ampun! Apa di rumah ini ada setan," ucap Bita pelan setelah mendengar ucapan Vano yang tidak terlihat dari pandangannya. "Sumpah! Aku merinding, jadi benar ada setan," Bita pun langsung beranjak dari duduknya sambil mengedarkan pandangannya, tapi tidak melihat siapa pun karena semua lampu mati.
Kemudian berlari berniat untuk meninggalkan ruang tengah tersebut.
Namun, baru beberapa langkah berlari, Bita terjatuh karena kakinya di tahan oleh kaki Vano. Membuatnya langsung jatuh diatas pangkuan Vano yang masih duduk di tempatnya.
"Pak Vano?" tanya Bita ketika melihat wajah Vano di kegelapan.
Bersambung...........
__ADS_1
Pasti kalian kangen kan? Karena dua hari aku tidak up. Pasti kangen kan? Ngaku kalian! Wkwkwkwk