HOT DUDA VS HOT JANDA

HOT DUDA VS HOT JANDA
Status


__ADS_3

Mendengar pertanyaan dari Hazel yang sekarang sudah menjadi istri sahnya, Zain yang tadi menutupi wajahnya dengan satu telapak tangannya, kini menurunkan tangannya tersebut untuk menatap pada Hazel, yang kini sedang bertolak pinggang seolah sedang menantangnya.


"Kenapa? Benar apa yang aku katakan bukan, kamu itu tidak normal!" cibir Hazel diakhiri dengan tersenyum sinis.


Namun, Zain tidak ingin menanggapi ucapan dari sang istri, tapi dia yang masih berdiri di tempatnya kini melangkahkan kakinya mendekati Hazel, sambil menatap sang istri dengan tatapan tidak suka.


"Kenapa? Tidak suka, aku bicara seperti itu, Hah? Itu kenyataannya bukan?" Hazel yang masih bertolak pinggang kini membusungkan dadanya, hingga dua gunung kembarnya yang memang sudah berukuran besar, semakin menjulang tinggi, seolah sedang menantang sang suami untuk membuktikan, jika dia tidak seperti apa yang baru saja dikatakannya. "Tidak masalah jika kamu tidak mengakuinya, tapi aku..."


Hazel tidak jadi meneruskan ucapannya, karena Zain yang sudah mendekatinya, dan berdiri di depannya, langsung menarik pinggang rampingnya, hingga tubuh keduanya menempel, dan Gunung kembar milik Hazel menyembul, dan terlihat jelas oleh mata Zain.


"Ya Tuhan, fokusku bukan pada itu," batin Zain, yang langsung mengalihkan pandangannya, dari kedua gunung Hazel yang menempel di dadanya, dan sayang untuk di lewatkan.


Namun, ketika mengalihkan tatapannya, Zain mengingat malam dimana dia menghabiskan malam dengan Hazel, dimana dia memegang kedua gunung kembar tersebut yang tidak muat berada di genggaman tangannya, berbeda dengan almarhum sang istri. "Maafkan aku sayang," batin Zain ketika mengingat almarhum sang istri, lalu mendorong tubuh Hazel, hingga tubuhnya mundur beberapa langkah.


"Cih! Sudah ku duga, kamu benar-benar tidak normal," cibir Hazel lagi.

__ADS_1


"Terserah padamu, mau berpikir apa tentangku," sahut Zain, pasrah.


"Tentu pria tidak normal," sambungnya, dan ingin menuju kamar mandi yang berada di dalam kamar, tapi langsung di cegah oleh Zain, membuat Hazel mengurungkan niatnya untuk pergi ke kamar mandi, dan membalik tubuhnya untuk menghadap pada sang suami. "Ada apa lagi, pria tidak normal?"


"Aku ingin membicarakan kedepannya kita harus bagaimana,"


"Mau kamu gimana?" tanya Hazel.


"Segera mengakhiri pernikahan ini," jawab Zain sesuai dengan rencana awalnya, menikah lalu bercerai.


"Diantara kita tidak ada perasaan atau apa pun itu, jadi wajar kita mengakhirinya bukan?"


"Tidak, aku tidak ingin mengakhiri pernikahan ini,"


Zain menautkan keningnya mendengar pernyataan dari Hazel, yang tidak ingin mengakhiri pernikahannya.

__ADS_1


Tentu saja Hazel tidak ingin mengakhiri pernikahannya, bukan karena dia menyukai Zain atau pun yang lainnya, seperti tujuan awalnya, dia ingin menikah dengan Zain, hanya untuk status, agar dia tidak di ganggu lagi, oleh para pria yang menyukainya.


"Kenapa kamu tidak ingin mengakhirinya?" tanya Zain penasaran.


Namun, tidak di jawab oleh Hazel yang kini berjalan mendekati meja nakas untuk mengambil ponsel miliknya yang berdering.


"Selalu," keluh Hazel, ketika menatap layar ponselnya ada vidio call dari Dery, salah satu pria yang selama ini mengejar cintanya. "Oke aku akan mengangkatnya, dan aku yakin setelah ini dia tidak akan menghubungi ku lagi," Hazel pun langsung mengangkat vidio call dari Dery.


"Hay Zel," sapa Dery, seperti biasanya sambil memperhatikan wajah tampannya di layar ponsel. "Sedang apa?" tanyanya.


"Sedang bersama dengan suami aku dong," jawab Hazel, lalu menghampiri Zain, kemudian merangkul pundaknya, tak lupa pipinya dia tempelkan di pipi Zain, dan mengarahkanya ke layar ponsel. "Ini dia suami aku," dan sekarang Hazel mencium pipi Zain bertubi-tubi. Agar Dery di seberang sana melihatnya, dan benar, tak berselang lama setelah melihat Hazel mencium pipi Zain, Dery langsung menutup sambungan vidio callnya. "Yes, satu menyingkir," ucap Hazel, lalu menatap pada Zain yang sedang menatapnya dengan bingung. "Terima kasih, tidak normal tapi bisa membantu," ucap Hazel dan kembali mencium pipi Zain, sebelum pergi meninggalkannya ke kamar mandi.


"Dasar kurang waras!" kesal Zain sambil mengusap pipinya yang baru saja mendapat ciuman bertubi-tubi.


Bersambung......................

__ADS_1


__ADS_2