HOT DUDA VS HOT JANDA

HOT DUDA VS HOT JANDA
Tidak Normal


__ADS_3

“Bos, Vano yang berada di ruang sebelah ingin bertemu,” ujar Ziu pada Zain yang sedang berada di ruangannya yang bersebelahan dengan ruang Vano, karena memang dimana pun Zain akan melakukan pemotretran atau pun syuting harus memiliki ruangan sendiri, dan siapa pun yang ingin menemuinya harus ijin terlebih dahulu.


“Vano?” tanya Zain bingung, pasalnya beberapa kali terlibat pemotretan degannya Vano tidak sekali pun bertegur sapa dengannya.


“Iya, Bos,”


“Suruh dia masuk!” perintahnya.


Dan tak berselang lama Vano pun masuk ke dalam ruangan Zain, lalu menarik sebuah kursi untuknya duduk tidak juah dari Zain, yang sedang mentapnya dengan bingung.


“Ada yang ingin aku bicarakan denganmu, Zain,”


“Silakan,”


“Ini tentang Hazel,”


Mendengar nama wanita yang akan menjadi istrinya, dan wanita yang saat ini sangat dia benci, membuat Zain menautkan kedua alisnya.


“Kapan kamu mengenal Hazel?” tanya Vano ingin tahu, tidak mungkin Hazel mau menikah dengan Zain jika tidak mengenal sejak lama, itu yang Vano pikir.


“Kamu tidak perlu tahu,” jawab Zain.

__ADS_1


“Tapi kamu harus tahu, aku sudah mengenal Hazel lebih lama darimu, dan itu lebih dari setengah usiaku,”


“Apa hubungannya denganku, tidak ada bukan?”


“Tentu saja ada, aku tahu, kamu akan menikah dengannya. Tapi aku ingin kamu membatalkan pernikahan itu, karena aku sangat mencintai Hazel, biarkan aku yang akan menikahinya,” pinta Vano, langsung pada intinya, kenapa dia ingin menemui Zain.


Namun, Zain tidak menanggapi ucapan dari Vano, karena fokusnya kini hanya pada Vano, yang sering dia lihat jalan dengan wanita yang berbeda.


“Kenapa diam, aku tahu kamu tidak normal dan tidak menyukai wanita,” tentu saja Vano akan bicara seperti itu, karena memang dia tidak pernah mendengar berita tentang Zain dengan seorang wanita, bukan hanya itu saja, Vano juga sering melihat Zain menolak bebarapa wanita yang ingin mendekatinya, saat berada di lokasi pemotretan dan lokasi syuting.


“Heh, jangan asal bicara kau!” seru Ziu yang berada di ruangan tersebut dan tidak pernah membiarkan bosnya berdua dengan orang lain.


“Kenapa kamu marah, atau jangan-jangan kamu lawan main dia diatas ranjang,” ejek Vano.


“Ziu, jangan di ladeni,”


“Tapi Bos, dia sudah menghina Bos,”


“Tidak masalah,” sambung Zain, dan kini menoleh pada Vano. “Jika tidak ada yang ingin kamu bicarakan lagi, silakan keluar dari ruangan aku,” usir Zain, tanpa berkata kasar, padahal dia sangat marah, dengan perkataan Vano.


“Apa kamu mengusirku?”

__ADS_1


“Tidak, aku hanya ingin kamu pergi dari ruangan ini saja, karena sebentar lagi, waktunya aku take,”


“Oke, tapi ingat. Apa yang barusan aku katakan padamu, batalkan pernikahan kamu dengan Hazel, mengerti!”


Zain hanya tersenyum untuk menanggapi apa yang Vano katakan, dan tidak ingin mengiyakan atau pun mengtidakkan permintaan Vano.


“Asal bicara, jangan dengarkan dia Bos, enak saja menyuruh orang untuk membatalkan pernikahannya,” ujar Ziu, setelah kepergian Vano. “Si seksoy itu hanya milik Bos, yang bisa bikin senjata Bos on fire setelah bertahun tahun mati suri, iya tidak Bos?”


“Diam, aku tidak ingin membahas wanita itu,”


“Kenapa Bos, kangen. Nanti pulang pemotretan kita mampir ke rumahnya,”


“Wek, tidak sudi,’


“Eleh bilang tidak sudi, tadi pagi aja senyum-senyum sendiri di depan cermin, pasti sedang memikirkan kejadian malam itu kan, ngaku saja Bos,”


“Diam kau Ziu,”


“Cie kangen Ya,”


“Ziu!”

__ADS_1


Bersambung……………


__ADS_2