
Zain begitu terkejut mendengar pengakuan sang istri yang masih terngiang di telinganya, dan seketika membuat jantungnya berdebar debar, mungkinkah yang Hazel katakan adalah sebuah kebenaran, dan itu artinya perasaan yang ia pendam di dalam hatinya untuk sang istri tidak sia-sia, pikir Zain.
Dan sekarang ia meraih kedua bahu Hazel, untuk menghadap kearahnya, agar ia bisa menatap lekat wajah sang istri.
"Zel, katakan padaku sekali lagi, apa yang kamu katakan barusan," pinta Zain sekali lagi ingin mendengar apa yang di katakan oleh sang istri.
"Aku mencintaimu, Zain. Dan aku marah padamu, karena kamu masih bermesraan dengan wanita lain, meskipun itu hanya akting!" seru Hazel, dengan kesal, dan ia langsung menyingkirkan kedua tangan sang suami dari kedua bahunya, dan ingin pergi menjauh.
Namun, Zain langsung memeluknya dari belakang, dan membuat langkahnya terhenti.
"Aku juga mencintai kamu, Zel," ucap Zain tepat di telinganya.
Dan Hazel yang tadi ingin melepas pelukan sang suami, kini ia urungkan, setelah mendengar apa yang dikatakannya.
Hazel yang tidak percaya, dan memastikan apa yang di dengarnya bukanlah mimpi semata, kini mencubit lengannya sendiri. Sakit, itu yang Hazel rasakan, dan itu artinya ia sedang tidak bermimpi, dan apa yang di dengarnya adalah kenyataan.
Jantung Hazel kini berdetak tidak seirama, dan ia merasa sangat senang karena perasannya ternyata tidak bertepuk tangan.
"Zain, katakan lagi," pinta Hazel.
"Aku juga mencintaimu Zel," ucap Zain lagi, yang kini melepas pelukannya, lalu membalik tubuh sang istri untuk menghadap kearahnya, dan kini meraih kedua tangannya dan menggenggamnya dengan sangat erat. "Aku mencintaimu,"
"Jika kamu mencintaiku, kenapa kamu masih beradegan mesra dengan lawan main kamu!"
"Itu bukan aku, tapi yang melakukan itu adalah pemain figuran Zel,"
__ADS_1
"Apa kamu sedang membohongi aku? Mataku belum rabun, Zain,"
"Aku mengatakan sejujurnya Zel,"
Dan Zain pun langsung mengatakan sebenarnya, jika bukan ia yang sedang beradegan mesra melainkan pemain figuran, yang di edit sedemikian rupa hingga bisa menyerupai dirinya.
Setelah panjang kali lebar Zain menjelaskan, kini Hazel baru percaya. Dan ia yang sudah duduk di atas kasur, langsung menyandarkan kepalanya di bahu Zain yang duduk tetap di sampingnya.
"Zain,"
"Iya,"
"Sejak kapan kamu mulai memiliki perasaan padaku?"
"Setelah aku tahu, kamu mengandung anak aku," jawabnya. "Dan kamu sendiri, sejak kapan kamu memiliki perasaan padaku?" tanya Zain balik.
Dan keduanya kini tidak malu untuk mengungkapkan isi hatinya masing-masing, karena memang keduanya sudah sama-sama memiliki perasaan satu sama lain.
Zain mengusap perut sang istri. "Bagaimana keadaan kalian berdua, saat aku tidak berada disisi kalian?"
"Aku sangat merindukan kamu Zain," jujur Hazel yang benar adanya, karena ia memang sangat merindukan Zain.
"Oh ya?"
"Iya," jawab Hazel yang kini memeluk Zain.
__ADS_1
"Aku juga merindukan kamu," tidak di pungkiri Zain juga merindukan sang istri. "Zel,"
"Iya,"
"Mulai sekarang kita jalani hidup baru, dan menjalani rumah tangga dengan penuh kebahagiaan, saling melengkapi satu sama lain, karena jujur, aku masih banyak memiliki kekurangan," ucap Zain, yang langsung mendapat anggukkan kepala dari Hazel. "Dan sekarang tidurlah, ini sudah larut,"
Zain pun langsung merebahkan tubuhnya diikuti oleh Hazel.
"Zain,"
Zain yang sudah merebahkan tubuhnya kini menoleh pada sang istri.
"Mau di peluk?" tanya Zain, yang langsung memeluk sang istri, tapi pelukannya tidak seperti biasa, karena sekarang keningnya ia tempelkan di kening Hazel.
Cup!
Zain mengecup bibir Hazel, dan perlahan menjauhkan keningnya dari kening sang istri.
Tapi Hazel tidak membiarkan sang suami menjauhkan keningnya, karena ia langsung mencium bibir Zain dan tak ingin melepas ciumannya,
Zain yang terkejut karena sang istri menciumnya dengan tiba-tiba, kini menikmati bibir sang istri yang bukan hanya mencium bibirnya, tapi juga menyesapnya. Dan perlahan Zain membalas ciuman dari sang istri.
"Pa, Ma, aku ingin tidur bersama kalian," ucap Zi yang baru masuk ke dalam kamar, membuat Hazel dan juga Zain langsung melepas tautan bibirnya.
Bersambung....................
__ADS_1
Guys, terima kasih untuk kalian yang sudah memberikan ulasan dengan bintang 5, karena akhirnya nilai novel ini kembali naik.
Terima kasih sekali lagi untuk kalian semua, cium basah dariku 😘💦😘💦😘💦😘💦😘💦😘