
Zain memutuskan untuk pulang setelah Ev dan juga Zi berangkat sekolah, dan kedua mertuanya pergi ke bandara, tentu tanpa berpamitan pada Hazel, dan masa bodoh dengannya.
"Bos, gimana malam pertamanya?" tanya Ziu yang sedang fokus mengendarai mobil dimana Zain berada.
Namun, tidak mendapat jawaban dari Zain yang sedang fokus menatap layar ponselnya, dimana foto istrinya terpampang nyata sebagai walpaper di layar ponselnya.
Ziu yang melirik sang bos yang duduk tepat di samping nya. Langsung menggelengkan kepalanya, tahu sekarang sang bos sedang menatap foto sang istri yang sudah pergi meninggalkannya untuk selamanya.
"Bos, Zifa tidak akan pernah kembali, sudahlah. Lebih baik bos fokus pada si sexy itu, mau sampai kapan Bos seperti ini, menyiksa diri sendiri," ujar Ziu dengan menyebut nama istri Zain yang terdahulu.
"Aku sudah mengkhianatinya,"
Ziu menepikan mobil yang di kendarainya, lalu menghentikan nya, setelah mendengar pengakuan sang Bos.
"Ya Tuhan, Bos. Mengkhianti seperti apa yang Bos maksud itu?" tanya Ziu sambil menggelengkan kepalanya, tidak tahu dengan jalan pikiran Bosnya tersebut. "Zifa sudah berada di alam lain Bos,"
"Tapi aku sudah berjanji padanya, tidak akan menikah lagi, tapi apa. Sekarang aku sudah menikah,"
"Ya elah, berjanji itu pada orang yang masih hidup, masa sama orang mati,"
"Jaga mulutmu Ziu!" seru Zain setelah mendengar apa yang dikatakan asistennya tersebut.
"Kenapa? Apa aku salah? Tidak Bos, yang aku katakan ini sebuah kebenaran, Zifa itu sudah tiada, enam belas tahun yang lalu, mungkin jika Bos dulu yang meninggal, aku yakin, Zifa juga akan menikah lagi,"
"Tidak mungkin itu,"
__ADS_1
"Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, Bos. Kita hidup untuk berpasang pasangan, hanya orang yang tidak normal yang tidak ingin hidup berpasang pasangan,"
"Jadi kamu bilang aku tidak normal?!"
"Aku tidak berkata seperti itu," jawab Ziu yang kembali melajukan mobilnya. "Tapi Bos bisa pikir sendiri. Bos normal apa tidak, dengan apa yang Bos lakukan sampai sekarang, dimana banyak wanita yang ingin menghabiskan malam dengan Bos, Bos malah main arisan sama miss Lux,"
"Jaga bicara kamu, Ziu,"
"Tapi itu kenyataannya Bos,"
Zain pun tak lagi mengatakan apa pun, dan sekarang tiba-tiba mengingat Hazel sang istri. "Pergi," ucap Zain, untuk menghilangkan ingatannya pada Hazel.
"Ke mana Bos, bukannya Bos ingin pulang?" tanya Ziu, yang mendengar ucapan dari bosnya tersebut.
"Berarti memang Bos tidak normal, buktinya bicara sendiri,"
"Kurang ajar, kau!"
*
*
*
Ziu menghentikan mobil yang di kendarainya tepat di sebuah tempat parkir pemakaman umum, karena Zain menyuruhnya untuk mampir ke pemakaman di mana sang istri di makamkan, sebelum pulang ke rumah. Karena sudah saatnya dia pergi ke makam sang istri.
__ADS_1
Sebelum turun dari mobil, terlebih dahulu Zain mengenakan kecamata dan juga topi agar tidak ada yang mengenalinya, tak lupa dia juga meraih buket bunga yang tadi di belinya, di jok belakang, hal yang selalu dia bawa ketika mengunjungi makam sang istri.
Zain yang sudah turun dari dalam mobil bergegas ingin masuk ke dalam pemakaman.
Namun, belum juga tiba di pintu pemakaman, Zain bertabrakan dengan seseorang, membuat buket bunga yang berada di tangannya jatuh.
"Punya mata itu buat lihat!" kesal Zain, dan langsung menatap pada seseorang yang baru saja bertabrakan dengannya. "Kamu," ucap Zain, karena yang ditatapnya dan juga orang yang bertabrakan dengannya, adalah Hazel sang istri yang kebetulan akan mengunjungi makam sang suami yang juga dimakamkan di pemakaman tersebut.
"Kamu yang buta, jalan tidak lihat-lihat!" Kesal Hazel yang langsung menginjak buket bunga milik Zain yang terjatuh.
"Kurang ajar!" seru Zain dan tidak tinggal diam, dia juga menginjak buket bunga milik Hazel yang juga terjatuh.
" Kurang ajar, itu bunga untuk suamiku!"
"Kamu juga menginjak bunga untuk istiku!"
Dan seperti biasa, keduanya langsung adu mulut, membuat penjual bunga tabur yang tidak jauh dari keduanya, kini mendekati, dan melerai adu mulut keduanya.
"Jangan seperti ini, seperti bocah. Nanti kalian berjodoh loh," ucap penjual bunga tersebut, ketika Zain dan juga Hazel sudah diam
"Cih, tidak sudi!"
"Sama, aku juga tidak sudi!" sahut Zain. Dan keduanya langsung menuju mobilnya masing-masing dan mengurungkan niat awal mereka.
Bersambung................
__ADS_1