HOT DUDA VS HOT JANDA

HOT DUDA VS HOT JANDA
Goyang-goyang


__ADS_3

"Aku menangis, karena aku sangat mencintainya, setelah melewati banyak konflik, akhirnya kita bersatu," jelas Zain, yang mengingat lagi perjalanan cintanya dulu tidak mudah. "Dan aku sempat ingin mengakhiri hidupku sendiri, saat dia pergi, tapi banyak yang menguatkan aku, dan ada Zi, untuk aku tetap bertahan, hingga saat ini," secara terang Zain menceritakan perjalanan hidupnya.


Membuat Hazel, merasa bersalah, sempat mengatakan jika istri Zain, mati karena bunuh diri. "Maafkan aku, sudah bicara yang tidak-tidak tentang istrimu, karena aku benar-benar tidak tahu, yang terjadi sebenarnya," sesal Hazel.


"Maafkan aku juga, karena tadi sudah kasar padamu," begitu pun Zain, juga meminta maaf, karena tadi sudah berbuat kasar pada Hazel.


"Tidak masalah, lupakan saja kejadian tadi, itu juga karena salahku,"


"Itu juga salahku, dan itu semua karena cintaku yang teramat besar padanya,"


"Hingga membuat kamu tidak normal seperti sekarang ini?"


Pertanyaan Hazel, alhasil membuat Zain yang tadi sudah memalingkan wajahnya, kini menoleh pada sang istri kembali.


"Harusnya kamu tidak melakukan hal ini, kasihan istri kamu, pasti dia sedih, tahu kamu sekarang tidak normal," ucap Hazel dengan pikirannya, jika sang suami memanglah tidak normal.


"Kenapa kamu bisa mengatakan aku tidak normal? Apa kamu tidak ingat malam dimana kita bersama? Jika aku tidak normal tentu saja kita tidak akan berada disini,"

__ADS_1


"Vano yang mengatakan padaku,"


"Oh dia,"


"Apa kamu mengenalnya?" tanya Hazel penasaran.


"Ya, dan dia pernah menemui aku, untuk membatalkan pernikahan kita," jawab Zain benar adanya. "Aku rasa dia sangat mencintai kamu, kenapa dari dulu kamu tidak menikah dengannya?"


"Aku tidak mencintainya, karena yang aku cintai hanya suamiku, tidak ada satu pun pria yang sama dengan suamiku, yang sangat sempurna mencintaiku,"


"Tentu tidak ada yang sama, karena Tuhan menciptakan manusia itu berbeda-beda, untuk itu kita tidak boleh menyamakan satu orang dengan orang lainnya," dan ucapan Zain kali ini benar adanya.


"Oh ya, sudah berapa lama suami kamu meninggal?" tanya Zain yang tiba-tiba merasa penasaran.


"Sebelum Ev lahir,"


"Apa?!" tentu saja Zain terkejut, karena dia pikir belum lama suami Hazel meninggal. "Kenapa dia meninggal?"

__ADS_1


Hazel tidak lagi menjawab pertanyaan dari Zain, dirinya tidak ingin mengingat, kenapa sang suami meninggal dunia, yang pasti akan membuatnya bersedih.


"Tidak masalah, kamu tidak ingin memberi tahu,"


Hazel tidak menimpali, ucapan Zain, dan kini memilih untuk menatap ke luar jendela, dimana hujan turus turun membasahi bumi.


Dan tak terasa air mata membasahi kedua pipinya, mengingat sang suami meninggal secara tragis.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Zain, ketika melihat Hazel kini menangis, lalu memegang bahunya. "Zel," untuk pertama kalinya Zain memanggil wanita yang sudah resmi menjadi istrinya.


Namun, tidak mendapat respon, karena Hazel kini menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, tidak kuasa untuk tidak menangis, ketika mengingat kejadian sang suami meninggal dunia, yang tidak akan pernah terlupakan olehnya hingga detik ini, meskipun kejadian itu sudah lebih dari enam belas tahun lalu.


Merasa iba dengan Hazel, membuat Zain langsung membawa sang istri ke dalam pelukannya, lalu menepuk nepuk punggungnya, untuk menguatkannya, dan hanya itu yang bisa dia lakukan, karena dirinya juga rapuh ketika mengingat tentang wanita yang sangat dicintainya.


Sementara itu, Ziu yang sedang berada di dalam mobil Hazel, terus menatap kearah mobil sang bos.


"Kenapa tidak goyang-goyang itu mobil, apa si bos dan si sexy itu bermain lembut ya, hingga mobilnya tidak ikut bergoyang," ucap Ziu yang sudah berpikir jauh, jika sang Bos dan istri terbarunya sedang melakukan hal yang di halalkan bagi suami istri untuk melakukannya, tanpa ingat, jika Zain dan juga Hazel sudah seperti kucing dan tikus saat bersama.

__ADS_1


Bersambung..............


__ADS_2