HOT DUDA VS HOT JANDA

HOT DUDA VS HOT JANDA
Menginap


__ADS_3

Untuk malam ini Hazel terpaksa menginap di rumah Zain, karena sang putri menyusul ke rumahnya, dan memaksa untuk menginap.


Setelah makan malam bersama di rumah Zain untuk pertama kalinya, dengan perasaan marah, mendapati kelakuan sang putri di sekolah, Hazel kini beranjak dari duduknya, dan ingin meninggalkan ruang makan untuk menemui sang putri, yang sudah terlebih dahulu meninggalkan ruang makan, dan sekarang sedang berada di kamar Zi.


Namun, satu tangannya langsung di cekal oleh Zain, yang duduk tepat di sampingnya, membuat Hazel mengurungkan langkah kakinya, dan kini menatap pada sang suami.


"Bicara baik-baik dengan Ev, jangan menggunakan emosi, di usianya sekarang ini memang keingintahuannya cukup tinggi, dan tak segan-segan mencoba hal baru, jadi kamu jangan keras-keras dengannya," nasihat Zain, setelah dia tahu apa yang Ev lakukan hari ini di sekolah, karena tadi Hazel menceritakan semua padanya, setelah dihubungi pihak sekolah.


Namun, Hazel tidak menanggapi ucapan dari Zain, yang ada, melepas tangannya dengan kencang, kemudian pergi meninggalkannya.


"Zel, tunggu!" Zain yang tahu sang istri ingin menemui istrinya, langsung beranjak dari duduknya dan menyusul Hazel.


Sementara itu, di dalam kamar Zi, Ev tersenyum senyum sendiri sambil menatap ponselnya.


"Kadal mau ngadain, dasar!" gerutu Ev yang terus berkirim pesan dengan gebetan barunya.


"Ev, sedang apa sih, kamu?" tanya Zi yang kini mendekati sang sahabat yang sedang duduk di atas kasurnya.


"Tidak ada, sudah sana belajar, biar jadi anak pintar, kamu pasti belum mengerjakan PR kan?"


"Memangnya kamu sudah menyelesaikannya?"


"Belum,"


"Aku kira kamu sudah selesai menyelesaikannya,"


"Ya elah Zi, PR seperti itu kecil bagiku, ngerjain sambil merem juga aku bisa, sudah sana jangan mengganggu aku,"

__ADS_1


"Tapi anu Ev,"


Ev menghentikan berkirim pesan dengan gebetan barunya, lalu menatap pada Zi.


"Apa? Kamu tidak bisa?"


"Iya, Ev. Bantu aku mengerjakannya ya," jawab Zi, sambil nyengir kuda.


"Ya elah, bodoh banget sih jadi orang, mikir napa mikir! Sini," Ev mengambil buku yang berada di tangan Zi. "Mana pulpennya dodol,"


"Sebentar,"


"Buruan, jangan lama-lama,"


"Iya," Zi pun langsung berlari untuk mengambil pulpen yang berada di meja belajarnya. "Ini Ev,"


"Ev ini sangat susah," sambung Zi protes.


"Menurut kamu yang bodoh!"


Dan Ev pun langsung mengerjakan salah satu PR matematika Zi, dengan cara caranya, dan belum ada satu menit ia sudah menyelesaikan satu soal.


"Tuh, tinggal ikuti saja caraku, semua rumusnya sama,"


"Ev, pelan-pelan bisa kan, aku belum paham,"


"Dasar bodoh!" seru Ev, dan ingin menjelaskan pada Zi, tapi dia urungkan ketika melihat sang mama yang masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


"Mama," ucap Zi, sambil mengukir senyum, dan kini mendekati Hazel. "Mama mau tidur di kamar aku?" tanya Zi, dengan antusias.


"Tidak Zi," Hazel membalas senyum dari Zi. "Mama ingin bicara dengan Ev,"


Hazel pun langsung mendekati dimana Ev berada. "Ev, mama ingin bicara denganmu,"


"Bicara saja disini Ma,"


"Lihat mama, jika mama sedang bicara denganmu, Ev!" bentak Hazel.


Namun, tidak membuat Ev menatap sang mama, karena ia tahu, pasti Mr. Joni sudah memberi tahu sang mama, kejadian tadi siang.


"Ev!"


"Aku minta maaf Ma, aku salah. Aku hanya ingin mencobanya saja, apa salahnya,"


"Tentu saja salah, karena yang kamu lakukan itu tidaklah benar, dan kamu sudah membuat mama malu dengan sikap dan tingkah laku kamu selama ini, yang terus kamu ulangi, kamu paham!"


"Jika mama malu, anggap saja aku bukan anak mama, gampang kan," sambung Ev dengan entengnya.


"Ev!" teriak Hazel dan ingin menampar sang putri, tapi tangannya keburu di cekal oleh Zain.


"Zel, apa yang kamu lakukan ini, bukan seperti ini mendidik anak,"


"Diam! Dan jangan ikut campur, dia anakku, paham!"


Bersambung................

__ADS_1


__ADS_2