HOT DUDA VS HOT JANDA

HOT DUDA VS HOT JANDA
Duniaku Gelap


__ADS_3

“Cie, Cie,” ledek Ev, ketika melihat sang mama duduk di pangkuan Zain calon papa barunya.


Tentu saja membuat Hazel langsung beranjak dari pangkuan Zain, lalu menginjak kakinya dengan kencang, hingga pemilik kaki mengaduh kesakitan.


“Ya, ampun, apa yang kamu lakakuan,” keluh Zain.


“Syukurin!”


“Kau jadi wanita benar-benar kasar,”


“Iya nih Mama, jangan kasar-kasar kenapa pada calon papa aku,” sambung Ev yang kini berjalan mendekati keduanya.


“Ev, memang kamu mau punya papa separti dia, yang suka pamer tubuhnya di majalah?”


“Itu kan hanya pekerjaan Ma, mama cemburu nih ye, tubuh Papa terpajang di majalah, tenang Ma, nanti pamernya hanya pada Mama, iya kan Pa,” ujar Ev yang tidak segan lagi memanggil Zain dengan sebutan papa.


Namum, tidak di balas oleh Zain yang menatap tidak suka pada Hasel yang masih berdiri tidak juah darinya. “Awas kau, nanti,” batin Zain.


“Apa lihat-lihat, jika tidak ada putriku, bukan hanya kakinmu yang aku injak, tapi burungmu juga,” batin Hazel juga yang juga menatap tidak suka pada Zain.


“Cie, cie, tatap tatapan nih, ye,” ledek Ev lagi.


Membuat Hazel maupaun Zain langsung mengalihkan tatapan matanya, setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Ev.


“Ev,” panggil Hazel pada sang putri.


“Iya Mamaku tersayang, pasti Mama ingin menyuruh aku pergi dari sini, iya kan, agar mama bisa berdua duaan dengan papa aku yang tampan ini?”

__ADS_1


Hazel menghembuskan nafasnya kasar, mendengar apa yang sang putri katakan, lalu menarik tangannya untuk mendekat.


“Jaga bicaramu, Ev,”


“Cie malu ya, Ma?” tanya Ev untuk meledek sang mama.


“Ev!”


“Tidak usah malu-malu Ma,’


“Ev!”


“Iya aku pergi Ma, dan aku tidak akan lagi mengganggu Mama,”


“Tunggu,” Hazel menahan tangan sang putri yang akan pergi meninggalkannya. “Ada apa lagi Mamaku yang paling cantik, tenang saja, aku tidak akan mengganggu Mama dan juga Papa, oke!”


“Dia siapa Ma?” tanya Ev, pura-pura tidak tahu, jika dia yang di maksud oleh sang mama adalah Zain.


“Ev, jangan banyak bertanya, buruan panggil Zi!”


“Ma, kalau tidak bertanya, nanti sesat di jalan loh, dia siapa? Papa? Masa panggilnya dia, panggil sayang, suamiku, cintaku, hubby, hatiku, kasihku, honey, atau apalah, biar terlihat begitu mesra, masa panggil dia, sih Ma,”


“Ev!” kesal Hazel sambil melotot pada sang putri. “Jika kamu tidak mau memanggilnya, biar mama saja yang memanggil Zi!” kesal Hazel.


“Oke, aku akan panggil dia,” cegah Ev, saat sang mama akan meninggalkan ruang tengah. “Mama tetep disini, temani Papa, oke!” Ev pun segera menuju ke kamarnya.


“Setelah putrimu datang, cepat pergi, jangan rusak pemandangan rumahku, dengan kehadiran kamu yang tidak berguna,” ucap Hazel pada Zain setelah sang putri pergi ke kamarnya.

__ADS_1


“Kamu kira aku betah di rumahmu ini, tidak!” sahut Zain yang kini beranjak dari duduknya. “Apa lagi melihat kamu, bikin duniaku gelap,” cibirnya.


“Kurang ajar! Kamu kira aku apa hah!” kesal Hazel dan berjalan mendekati Zain dan ingin memukulnya, tapi tangannya di tahan oleh Zain.


“Cie, sabar, Ma, Pa,” ucap Ev yang sudah kembali lagi bersama Zi.


“Sabar apa Ev?” tanya Zi yang berdiri disamping sahabatnya tersebut.


“Anak kecil sepertimu, belum tahu Zi, diam saja, oke,”


“Aku sudah besar Ev,”


“Tapi otakmu belum sampai, oke! Jadi nyimak saja, paham?”


“Oke,” jawab Zi, mengikuti perintah sang sahabat, dan kini menoleh pada sang papa yang menarik tangannya.


“Kita pulang, besok kamu sekolah,” ajak Zain.


“Oh iya, tapi sebentar, Pa. Aku berpamitan pada Mama dulu,” Zi pun melepas tangan Zain, dan mendekati Hazel. “Ma, aku pulang dulu,”


Hazel hanya menggangguk sambil tersenyum, dan senyum itu hilang saat Zi sudah membalik tubuhnya dan menghampiri Zain kembali.


“Dasar pria menyebalkan!” gerutu Hazel, setelah Zain dan juga Zi keluar dari dalam rumah.


“Sekarang bilang menyebalkan, awas nanti bucin,” sambung Ev ketika mendengar ucapan sang mama.


“Cih! Tidak akan pernah terjadi, kamu jangan bicara yang tidak-tidak, Ev!”

__ADS_1


Bersambung................


__ADS_2