
Zain dan juga Hazel begitu bahagia, karena mereka akhirnya tahu jenis kelamin calon bayi kembarnya, setelah pesta Gender reveal berjalan dengan lancar, yang dihadiri kerabat dekat keduanya.
Meskipun jauh dari harapan Hazel yang menginginkan bayi kembar sepasang, tapi kenyataannya bayi kembar yang berada di dalam kandungannya berjenis kelamin laki-laki dua duanya.
Kebahagiaan juga tidak bisa di tutupi oleh Ev yang memang menginginkan adik laki-laki, dan keinginannya sekarang terkabul.
Terus bagaimana dengan Zi yang menginginkan adik perempuan? Tentu saja ia yang sudah mengenakan gaun dan juga aksesori berwarna merah muda, karena ia berharap sang adik adalah perempuan, kini menangis mendapati kedua adiknya ternyata berjenis kelamin laki-laki.
"Hus, jangan menangis," ucap Zain sambil memeluk sang putri yang kini menangis dalam pelukannya.
"Iya, malu maluin kamu Zi, begitu saja nangis, tenang saja, nanti papa dan mama bikin adik perempuan untuk kamu," sahut Ev yang berdiri tidak jauh dari keduanya.
"Tapi aku maunya sekarang," ujar Zi di sela-sela isak tangisnya sambil melepas pelukan sang papa. "Pa, bisa request ganti adik perempuan atau tidak?"
"Jangan ngaco kamu Zi, kamu pikir lagu bisa request," sahut Ev sedikit kesal, dengan sang saudara. "Pa, kenapa Papa punya anak dodol banget sih?"
"Ish, ngomong apa kamu Ev," Hazel yang juga di antara mereka, menarik tangan sang putri untuk menegurnya.
"Itu kenyataannya Ma, mungkin saat pembagian otak, dia telat datang kali, jadi hanya dapat sisanya, ya jadinya begini, oon bin dodol,"
"Ev!" tegur Hazel lagi. "Jangan bicara lagi,"
"Iya," sambung Ev yang kini meninggalkan ketiganya menuju kamar karena pesta tersebut sudah selesai.
__ADS_1
Dan Hazel kini menghapus sisa air mata yang masih membasahi pipi Zi.
"Jangan menangis, Zi. Kamu harusnya senang, akan punya adik laki-laki,"
"Tidak Ma, aku mau punya adik perempuan,"
"Tenang saja, nanti papa dan juga mama kamu bikin adik perempuan untuk kamu, oke anak cantik," sambung Aca yang mendekati ketiganya.
"Oh ya Tante?"
"Iya dong, kalau tidak percaya tanya noh ama Om Ziu," Aca yang tadi sempat berbicang dengan Ziu, kini menunjuk kearahnya. Dimana sekarang Ziu berjalan mendekat.
"Tenang Zi, papa dan juga mama kamu akan memberikan adik bayi perempuan, setelah adik bayi laki-laki kamu lahir,"
"Tentu saja benar, maka dari itu, mulai sekarang kamu jangan pernah tidur lagi dengan mama dan juga papa kamu, biar punya adik perempuan,"
"Kok begitu Om?"
"Tentu, tuh lihat, karena kamu masih suka tidur dengan papa dan juga mama kamu, jadi kamu punya adik laki-laki," jawab Ziu, yang tahu jika anak dari bosnya tersebut sering tidur bersama dengan kedua orang tuanya, membuat ia sering mendapat omelan dari Zain, karena gagal masuk kandang.
"Oh begitu, baiklah aku tidak akan tidur lagi bersama mama dan juga papa, biar punya adik perempuan," ujar Zi sambil tersenyum kemudian pergi, untuk ke kamarnya.
Zain tertawa senang di dalam hati, karena saran sang asisten membantu juga.
__ADS_1
"Ish, kenapa kamu bicarakan seperti itu pada Zi, Ziu?" tanya Hazel.
"Biar Bos berdua senang, jadi nanti tidak ada lagi yang bakal mengganggu Bos indehoy,"
"Bagus," Zain kini menepuk punggung sang asisten. "Katakan padaku kamu mau apa?"
"Libur dua hari Bos, mulai hari ini dan besok,"
"Oke,"
"Baiklah aku mau mengantar teman istri Bos dulu," ujar Ziu sambil menunjuk ke arah Aca.
Membuat Hazel langsung menatap pada Aca sang sahabat.
"Ca, kamu mau pulang?"
Namun, bukannya menjawab pertanyaan Hazel, Aca malah memeluk sahabatnya tersebut.
"Iya, aku mau pulang, bukan hanya itu, tapi mau coba terong milik asisten suami kamu, aku lihat belum on aja udah gede, apa lagi kalau sudah on, pasti ulala," bisik Aca menjawab pertanyaan dari Hazel.
"Dasar lubang salome!"
Bersambung.............
__ADS_1