HOT DUDA VS HOT JANDA

HOT DUDA VS HOT JANDA
Caranya Kurang Tepat


__ADS_3

Dan sekarang Hazel melepas dengan kasar tangan sang suami yang masih menahan tangannya, lalu menatap pada sang putri yang acuh padanya, sambil bermain ponsel.


Hazel yang emosi pun langsung mengambil ponsel sang putri dan membantingnya dengan kencang ke lantai, hingga ponselnya hancur, tentu saja Hazel akan melakukan Hal itu, saat mengingat perkataan Mr. Joni jika Ev menyimpan situs ilegal di ponselnya.


"Mama!" teriak Ev dengan nada kencang.


"Jangan berteriak pada mama, Ev,"


Dan kembali, Hazel memarahi sang putri, membuat Zi takut dan mendekati sang papa, karena selama hidupnya tidak pernah sekalipun sang papa marah padanya. "Pa,"


"Tidak usah takut," ucap Zain yang langsung mendekati Hazel, dan menarik tangannya, untuk menjauh dari Ev.


"Zain! Jangan ikut campur, dengan urusanku, anak ini memang harus di beri pelajaran!"


"Tapi tidak seperti ini Zel,"


"Terserah padaku, Ev anakku!"


"Sekarang Ev juga anakku, paham!"


Zain pun langsung membawa Hazel untuk keluar dari dalam kamar sang putri.


"Lepaskan!"

__ADS_1


Zain dengan segera melepas tangan Hazel ketika sudah berada di luar kamar Zi, lalu menahan tubuhnya, saat Hazel ingin masuk ke dalam kembali.


"Biar aku saja yang bicara pada Ev, lebih baik kamu mengontrol emosimu Zel, bukan seperti ini menghadapi anak, apalagi Ev sudah remaja,"


"Tapi ini sudah keterlaluan, Zain,"


Zain yang tadi menahan tubuh Hazel, kini menghadapnya, lalu memegang kedua pundaknya.


"Aku juga tahu, Zel. Aku yakin dia seperti ini, karena ada alasannya. Lebih baik kamu ke kamar, aku yang akan bicara pada Ev,"


Tanpa mengatakan apa pun lagi, Hazel langsung menuju kamar Zain, tempatnya malam ini akan menginap.


Sedangkan Zain, langsung masuk ke dalam kamar sang putri untuk bicara dengan Ev.


"Kamu baik-baik saja, Ev?" tanya Zain ketika sudah mendekatinya.


"Ev, apa Papa boleh bicara denganmu?"


"Tidak!" sahut Ev, yang langsung berjalan meninggalkan kamar sang sahabat.


"Zi, ikuti Ev," pinta Zain pada putrinya, mungkin saat ini ia belum bisa bicara pada Ev, tapi ia akan mencoba untuk bicara lain kali.


"Baik Pa,"

__ADS_1


Zi pun langsung mengikuti Ev, ke mana dia pergi. Hingga tibalah Ev di pinggir kolam renang, yang berada di halaman samping rumah Zi, dan duduk di salah satu gezebo, diikuti oleh Zi.


"Tidak ada salahnya mama marah padamu, Ev. Ini semua salahmu, kenapa kamu melakukan hal itu, kamu pasti tahu, merokok itu tidak baik, apa lagi kamu perempuan," ujar Zi, tahu jika sahabatnya tersebut ketahuan merokok di area sekolah, yang jelas-jelas di larang oleh pihak sekolah, tapi untuk situs ilegal Zi sama sekali tidak tahu.


Ev hanya menoleh pada sahabatnya tersebut, setelah mendengar apa yang di katakannya.


"Lagian kamu salah, ngapain rokok di bakar, kenapa tidak di kunyah saja, kamu tahu sendiri kalau di bakar asapnya kemana mana dan itu mencemari lingkungan sekolah, pantas saja pihak sekolah marah. Besok kalau mau merokok di kunyah saja, biar tidak ada asapnya,"


Ev yang merasa buruk dengan perasaannya, kini tersenyum mendengar apa yang Zi katakan, lalu menoyor kepalanya.


"Dasar bodoh! Dimana mana rokok di bakar, bukan di kunyah!"


"Oh iya, kok aku baru tahu,"


"Dasar dodol!"


Zain langsung pergi menuju kamarnya setelah Zi, ia suruh menyusul Ev.


Dan Zain langsung menautkan keningnya saat sudah masuk ke dalam kamarnya ia mendengar ada suara isak tangis.


"Hazel," ucap Zain, ketika melihat Hazel sedang duduk di sofa sambil menangis. Tentu saja Zain langsung mendekatinya. "Zel," panggilnya dan duduk tepat di samping sang istri. "Jangan menangis,"


"Apa aku salah mendidik Ev, apa aku ibu yang buruk untuknya?" tanya Hazel di sela-sela isak tangisnya yang begitu pilu, dan itu membuat Zain refleks membawa sang istri ke dalam pelukanya.

__ADS_1


"Kamu tidak salah, hanya saja caranya yang kurang tepat, Zel,"


Bersambung...................


__ADS_2