HOT DUDA VS HOT JANDA

HOT DUDA VS HOT JANDA
Ide


__ADS_3

Sementara itu di tempat lain, Ev kembali di panggil oleh Mr. Joni, untuk ke ruangannya, karena ketahuan merokok di area sekolah, bukan hanya itu. Ia juga kedapatan bercumbu dengan gebetan barunya, juga diarea sekolah, padahal ia baru saja mengakhiri hubungannya dengan Evan.


Seperti biasa, Ev duduk dengan santai ketika sudah berhadapan dengan Mr. Joni di dalam ruangannya.


"Kamu tahu, kenapa kamu, Mr. Panggil?"


"Aku tidak mau menjawab dulu, tenggorokan aku kering Mr. Boleh Mr. Ambilkan aku minum terlebih dahulu," pinta Ev, seperti biasa banyak sekali alasan, ketika sedang di interogasi oleh Mr. Joni.


Dan seperti biasa, Mr. Joni langsung menuruti perintah anak didiknya tersebut, lalu mengambil minuman dingin di dalam lemari pendingin, yang ada di sudut ruangannya.


"Bukain dong Mr, tanganku pegal,"


Bagaikan kerbau yang di cucuk hidungnya, Mr. Joni yang baru saja menyodorkan minuman dingin ke arah Ev. Kini membuka minuman dingin tersebut.


"Terima kasih Mr. Jo," ucap Ev sambil mengukir senyum. "Mr. Jo, tambah tampan saja, jika Mr. Jo. Belum mau menikah pasti aku mau pacaran sama Mr. Jo," ucap Ev lagi untuk meledek guru BP nya tersebut, padahal di mata Ev, Mr. Joni sama saja, bujang lapuk yang terlalu formal saat berpakaian, sesuatu yang tidak Ev sukai, meskipun wajahnya terlihat tampan, karena Ev menyukai bad boy dengan pakaian nyentrik seperti para k-popper idolanya.


"Tidak usah mengulur waktu, sebentar lagi kamu masuk kelas, Mr hanya ingin memperingatkan kamu, untuk tidak mengulangi lagi, merokok dan juga bercumbu dia area sekolah, paham! Jika itu terjadi lagi, tidak segan-segan Mr akan memanggil orang tua kamu," ancam Mr. Jo.


"Oke, oke. Aku tidak akan mengulangi lagi,"

__ADS_1


"Sebentar, sejak kapan kamu merokok, kamu tahu rokok itu membahayakan kesehatan, dan terlebih lagi kamu perempuan, tidak seharusnya kamu melakukan hal itu Ev," cecar Mr. Joni, karena dia tahu sebelumnya Ev tidak pernah merokok.


"Baru tadi Mr. Aku penasaran bagaimana rasanya,"


"Kamu tidak bohong?" tanya Mr. Joni penuh selidik.


"Iya, lagian juga tidak enak, mungkin aku tidak ingin mencobanya lagi, dan aku penasaran ingin merokok yang lain,"


Ucapan Ev, membuat Mr. Joni langsung menyipitkan matanya menatap pada anak didiknya tersebut.


"Jangan macam-macam kamu, Ev. Itu barang terlarang," sambung Mr. Joni mengira apa yang Ev bicarakan adalah daun terlarang, padahal Ev sedang berbicara tentang alat reproduksi seorang pria.


"Mr, belum menyuruh kamu pergi,"


"Ya elah, apa lagi sih, Mr. Jo tersayang," Ev pun kembali duduk di tempatnya semula, dan melotot ketika melihat di tangan Mr. Joni ada ponsel miliknya.


"Ini sungguh keterlaluan Ev," ucap Mr. Joni, saat tadi merazia ponsel para muridnya, ia menemukan situs ilegal di ponsel Ev.


"Mr. Aku belum membukanya, sumpah, baru mendowload, aku tidak bohong," ucap Ev tahu apa yang sedang dibicarakan oleh Mr. Joni.

__ADS_1


"Mr. Pikir, Mr bisa di bohongi, tidak! Ini sudah tidak bisa dibiarkan, dan besok Mr. Akan memanggil mama kamu,"


"Ish, tidak perlu. Mr. Hapus saja, atau kirim ke ponsel Mr. Pasti nanti Mr. Jo membutuhkan vidio semacam itu, sebentar lagi Mr. Kan mau nikah,"


Brak!


Mr. Joni menggebrak mejanya, membuat Ev tidak lagi mengatakan apa pun.


*


*


*


"Sungguh aneh kau Bos!" seru Ziu yang baru menghentikan mobilnya di halaman parkir rumah sang bos, setelah Zain keluar sari dalam mobil, Ziu langsung menoleh ke jok belakang di mana Hazel sedang terlelap. "Masa harus aku yang membangunkannya, bos sepertinya memang tidak normal, harusnya di gendong kek, biar romantis, dasar!" gerutu Ziu, dan langsung tersenyum lebar saat otaknya menemukan ide yang sangat cemerlang, untuk menyatukan sang bos dan juga istrinya tersebut.


Dan Ziu tidak membangunkan Hazel, melainkan menggendong tubuhnya, dan membawanya ke kamar Zain.


Bersambung.............

__ADS_1


__ADS_2