HOT DUDA VS HOT JANDA

HOT DUDA VS HOT JANDA
Kejepit


__ADS_3

Entah sudah berapa kali Zain mencapai puncak kenikmatan, dan enggan untuk menyudahi aktifitas panasnya bersama dengan sang istri, yang juga sangat menikmati kegiatan tersebut.


"Sayang, lagi ya," pinta Zain yang masih mengungkung tubuh sang istri di bawahnya, tidak tega membiarkan sang istri berada di atas, tapi meskipun sekarang ia yang berada di atas, Zain melakukannya dengan sangat pelan, tidak ingin menekan perut sang istri.


"Ya ampun Sayang, apa kamu tidak lelah?"


"Tentu saja tidak, masih on fire ini, sayang. Aku masukin lagi ya?"


"Sebentar, istirahat dulu, aku haus,"


"Sip," sambung Zain sambil mengukir senyum. Karena keinginannya tidak mendapat penolakan, dan sekarang ia turun dari atas kasur untuk mengambil minum yang berada di meja tidak jauh dari tempat tidur, untuk sang istri, dan juga dirinya yang juga sangat haus. "Sayang, ada apa?" tanya Zain yang sudah mendekati sang istri, dengan membawa segelas air putih di salah satu tangannya, ketika melihat sang istri meringis, seperti sedang menahan sakit.


"Masih tanya kenapa, pinggang aku pegal lah, apa kamu tidak lihat jam, sudah satu jam kita melakukannya,"


"Masa sih, tidak percaya. Perasaan baru saja kita bermain,"


"Baru dari hongkong," sahut Hazel sambil meraih gelas yang berada di tangan sang suami, lalu meminum semua isinya hingga tidak tersisa.


"Lagian milik kamu membuat aku serasa di jepit, dan itu rasanya sangat luar biasa nikmat, Sayang, dan aku ingin berlama-lama di dalam," sambung Zain yang kini naik kembali ke atas tempat tidur, setelah mengambil gelas kosong ditangan sang istri, dan kini meletakannya di atas meja nakas, tepat disamping tempat tidur, tidak ingin menaruh kembali ke meja semula yang akan memakan waktu.


"Jepit, Jepit. Dimana mana kejepit sakit, bukan nikmat, dasar!"


"Itu kejepit yang lain, kalau yang ini, aku ingin terus di jepit dong, sayang," sambung Zain, sambil mengukir senyum. "Masih pegal, sayang,?" tanya Zain sambil mengelus pinggang sang istri.


"Masih,"


"Yuk aku bantu hilangkan pegal kamu," ujar Zain sambil merebahkan tubuh sang istri.

__ADS_1


"Bisa banget,"


"Maklum sayang, apa kamu tidak lihat pentungan ini masih kokoh, kamu mau lagi kan?"


"Tentu dong, siapa juga yang mau menolak," jawab Hazel dan kini melebarkan kedua pahanya.


"Aku masuk ya," Zain pun langsung mengarahkan pentungan miliknya, ke tempat seharusnya. "Aduk, sayang. Apa yang kamu lakukan, sakit tahu," keluh Zain, saat sang istri menarik rambutnya dengan kencang, dan ia yang baru saja memasukkan pentungan miliknya, langsung mengeluarkannya kembali, apa lagi sekarang melihat sang istri meringis kesakitan.


"Sayang, pinggang aku sakit, aww. Sekarang perut aku pun sakit," keluh Hazel sambil memegangi perutnya.


"Aku akan mengelus pinggang kamu lagi," Zain dengan segera mengelus pinggang Hazel.


"Aw sayang, sakit,"


Tentu saja, mendengar rintihan dari sang istri membuat Zain panik,"


"Aku tidak haus, sayang. Tapi pinggang dan perut aku sakit, sepertinya aku akan melahirkan,"


"Tidak mungkin Sayang, bulan kamu melahirkan masih dua bulan lagi," ujar Zain, karena kandungan sang istri masih berusia tujuh bulan, dan bulan, tanggal lahir sudah di ketahui, masih dua bulan lagi.


"Sayang, tapi perut aku sakit aw, sayang, sakit," rintih Hazel lagi,


Membuat Zain panik, dan kini turun dari tempat tidur.


"Kita harus ke rumah sakit," ujar Zain sambil memakaikan daster sang istri, dan mengenakan pakaiannya sendiri, sebelum keluar dari dalam kamar. Untuk memanggil Ziu yang malam ini menginap di rumah, karena besok pagi Zain harus pergi syuting.


Setelah beberapa kali mengetuk kamar dimana Ziu berada, akhirnya sang asisten keluar dari dalam kamar.

__ADS_1


"Bos, ada apa?" tanya Ziu dengan mata mengantuk.


"Antar aku ke rumah sakit,"


"Siapa yang sakit Bos?"


"Istriku, sepertinya mau melahirkannya,"


"Sip Bos," ujar Ziu yang kini mengikuti Zain yang ingin kembali ke kamar.


"Ziu, untuk apa kamu mengikuti aku, lebih baik kamu keluarkan mobil,"


"Membantu Bos, mengangkat tubuh Bos Hazel, takut Bos tidak kuat mengangkat istri Bos, sekarang Bos Hazel kan, gendut,"


"Berisi yang benar," sahut Zain, karena berat badan sang istri naik drastis selama kehamilan.


"Sama saja Bos,"


"Tidak masalah yang penting tambah legit,"


"Kue kali, pake legit,"


Namun, Zain tidak lagi menanggapi ucapan dari sang asisten dan segera masuk ke dalam kamar.


"Ini mah bukan mau melahirkan, pasti Bos nyodoknya tidak kira-kira," ucap Ziu yang sudah masuk ke dalam kamar sang bos dan melihat jeroan Hazel tergeletak diatas lantai, dan ia tahu apa yang sang bos baru lakukan.


"Berisik!"

__ADS_1


Bersambung...........


__ADS_2