HOT DUDA VS HOT JANDA

HOT DUDA VS HOT JANDA
Beranu-anu


__ADS_3

"Aman, kunci dalam genggaman," Ziu yang sudah berada di luar kamar Zain, tersenyum puas, setelah mengunci kamar sang Bos dari luar, setelah menaruh Hazel di tempat tidurnya, saat sang bos sedang berada didalam kamar mandi, pasalnya sejak pagi tadi ia belum sempat membersihkan diri di rumah sang istri. "Bersenang-senang lah Bos, dan untuk hari ini, aku akan mengundur semua kegiatan Bos, dan nikmatilah hari ini dengan beranu anu," ucap Ziu dan langsung turun dari lantai dua rumah sang bos.


Sementara itu, di dalam kamar, Zain yang sudah selesai membersihkan diri, segera keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya.


Dan seperti biasa, Zain bukannya menuju ruang ganti untuk berpakaian, ia malah menuju meja nakas untuk mengambil ponselnya, hal wajib yang selalu Zain lakukan, setelah mandi, untuk melihat pesan masuk di akun sosial medianya, dan sebagai publik figur yang memiliki nama baik, sesekali membalas pesan dari para penggemarnya, itu pun hanya beberapa biji, yang ia balas dari ribuan pesan yang masuk, tanpa menghiraukan pesan dari hatter yang ada beberapa biji saja.


Namun, belum juga tiba di meja nakas, Zain langsung menautkan keningnya, melihat Hazel tertidur di atas kasurnya. Dan ia yakin, sang asistennya lah, yang membawa sang istri masuk ke dalam kamarnya.


Kemudian Zain kembali melangkahkan kakinya yang sempat tertunda, dan kali ini bukan meja nakas yang ia tuju, melainkan tempat tidurnya, berniat untuk membangunkan Hazel, tidak ingin tempat tidurnya di tiduri oleh orang lain, karena tempat tidur tersebut adalah tempat tidur miliknya dan juga mendiang istrinya, dimana tempat favorit Zain dan juga sang istri.


Namun, saat sudah berada di sisi tempat tidur, Zain kehilangan keseimbangan, ketika alas kakinya terasa licin, karena sebelumnya sengaja di siram menggunakan sabun oleh Ziu, membuat Zain yang tidak bisa mengontrol keseimbangannya, langsung jatuh di atas kasur menindih tubuh Hazel yang sedang tertidur pulas, dengan bibir saling bertemu.


Dan alangkah terkejutnya Zain, karena tiba-tiba bibirnya di lummat oleh Hazel, yang masih memejamkan matanya.


"Aku sangat merindukan kamu, sayang," ucap Hazel dengan mata yang terpejam, setelah melepas bibir Zain.

__ADS_1


Cup!


Kembali Hazel menempelkan bibirnya di bibir Zain, dan kali ini kedua tangannya merangkul leher sang suami, agar ia bisa leluasa mengeskplor bibir Zain, bukan hanya itu, Hazel juga mengapit pinggang Zain dengan kedua kakinya membuat alat reproduksi kedua saling menempel.


Zain terdiam sejak, sebelum membuka bibirnya, memberi ruang pada sang istri, dan membiarkan apa yang ingin Hazel lakukan, dan refleks, Zain membalas apa yang sang istri lakukan, karena tertawa situasi.


Namun, setelahnya Zain menghentikan aksinya, saat senjata miliknya di bawah sana mulia terangsang hanya karena sebuah ciuman.


"Sayang, kenapa berhenti, apa kamu ingin lebih, baiklah. Ayo kita lakukan, ini yang selalu aku rindukan darimu, sayang," ucap Hazel yang sedang bermimpi bermesraan dengan mendiang sang suami, yang sering ia alami, ketika sedang bersedih karena mengingat kejadian kenapa sang suami meninggal dunia.


"Zel, Hazel bangun," ucap Zain untuk membangunkan sang istri.


Membuat pemilik nama, perlahan membuka kedua bola matanya, dan saat sudah membulat sempurna ia langsung memicingkan matanya, ketika melihat Zain berada diatas tubuhnya, bukan sang suami, yang baru saja ia mimpikan, dan sedang melakukan adegan romantis.


Bugh!

__ADS_1


"Awww, ya Tuhan, Zel. Apa yang kamu lakukan?" tanya Zain yang baru saja mendapat tendangan dari sang istri hingga dirinya terjatuh dari atas tempat tidur, dan terlentang di atas lantai.


"Harusnya aku yang bertanya. Untuk apa kamu berada di dalam kamarku, dan kamu berada diatas tubuhku hah?!"


"Ini kamarku," sambung Zain dan kini Hazel beranjak dari tidurnya, sambil mengedarkan tatapannya keseluruhan ruangan tersebut, dan benar ini bukan lah kamarnya.


"Terus kenapa..."


"Aku terjatuh, karena lantai ini licin, dan tak sengaja menindih tubuhmu, tapi kamu malah mencium aku," sambung Zain memotong perkataan Hazel, tahu apa yang ingin dikatakannya.


Dan Hazel mengingat, jika dirinya sedang bermimpi bermesraan dengan mendiang sang suami.


"Maafkan aku,"


bersambung..............

__ADS_1


__ADS_2