HOT DUDA VS HOT JANDA

HOT DUDA VS HOT JANDA
Kamu Cemburu?


__ADS_3

Mendengar perkataan yang baru saja Zain ucapnya, membuat Hazel kini mengangkat kepalanya untuk menatap pada sang suami yang masih memeluk tubuhnya.


Dan senyum tersungging dari kedua sudut bibir Hazel, entah mengapa ia sangat yakin, jika sang suami akan mengatakan perasaan, seperti perasaannya pada sang suami untuk saat ini.


"Katakan saja, aku akan mendengarnya, Zain,"


"Seminggu ke depan aku akan ke luar kota, karena ada syuting di sana,"


Senyum yang tadi tersungging dari kedua sudut bibir Hazel kini pudar sudah, dan ia yang tadi mengangkat kepalanya untuk menatap sang suami, langsung ia jatuhkan kembali di tempatnya semula, pasalnya apa yang Zain katakan tidak sesuai ekspektasinya.


"Maaf, aku harus meninggalkan kamu selama seminggu ke depan, tapi aku janji, setelah syuting itu selesai aku akan segera kembali,"


"Tapi janji, seperti yang aku minta, jangan beradegan mesra dengan lawan mainmu,"


"Baik," sambung Zain, yang langsung mengeratkan pelukannya. "Tidurlah, ini sudah sangat malam, besok aku harus ke bandara pagi buta,"


"Zain, tapi..."


"Kenapa? Kamu menginginkan sesuatu? Jika iya katakan saja, aku akan membawakannya untukmu," sambung Zain, karena sang istri tidak jadi meneruskan ucapannya, mengingat lagi, beberapa malam belakangan ini, Hazel selalu menginginkan sesuatu, saat tengah malam, dan Zain pun selalu menurutinya.


"Tidak, aku tidak menginginkan sesuatu,"


"Terus?"


"Aku ingin mengatakan sesuatu padamu,"


"Apa?"

__ADS_1


Namun, Hazel tidak menjawab pertanyaan dari sang suami, saat dirinya merasa bingung harus mengutarakan perasaannya terlebih dahulu pada sang suami atau tidak.


"Zel, kenapa tidak di jawab?" tanya Zain lagi, karena sang istri hanya diam.


"Lupakan saja, seperti anak kita ingin di elus," jawab Hazel, dan mengurungkan niatnya mengungkapkan perasaannya pada Zain terlebih dahulu, takut perasaan yang sedang ia rasakan saat ini tidak terbalas.


Zain pun langsung mengikuti permintaan sang istri, dan kini melepas pelukannya, lalu beralih mengelus perut sang istri.


"Zel,"


"Hem,"


"Apa aku boleh mencium perut kamu?" tanya Zain meminta izin terlebih dahulu.


Tentu saja Hazel langsung menganggukkan kepalanya, dan mempersilakan sang suami mencium perutnya.


*


*


Hazel yang sedang berada di dalam kamarnya, sambil menonton televisi, kini menautkan keningnya, ketika sedang melihat cuplikan film dimana sang suami menjadi peran utama.


Dan ia tidak salah melihat, cuplikan film tersebut memperlihatkan sang suami sedang beradegan mesra dengan lawan mainnya, dimana Zain sedang mencium lawan mainnya.


Entah mengapa melihat adegan mesra sang suami dengan lawan mainnya, membuat Hazel kesal, dan melempar remot yang berada di tangannya ke lantai, hingga remot tersebut, hancur berantakan. Padahal Hazel sudah melarang Zain untuk tidak beradegan mesra, tapi nyatanya sang suami masih tetep melakukannya. Dan Hazel merasa perintahnya tidak hargai oleh sang suami, dan kini air mata tiba-tiba jatuh membasahi kedua pipinya.


Bertepatan pintu kamarnya di buka oleh Zain. "Selamat malam," sapa Zain yang baru masuk ke dalam kamar, karena memang hari ini adalah kepulangannya dari luar. "Zel," panggil Zain, ketika melihat sang istri sedang duduk di pinggiran tempat tidur sambil menangis.

__ADS_1


Tentu saja Zain langsung menghampirinya. "Zel, ada apa?"


"Pembohong!" seru Hazel.


"Maksud kamu, apa Zel?" tanya Zain yang begitu bingung dengan perkataan sang istri.


Dan Hazel kini menunjuk televisi dimana iklan yang menayangkan cuplikan film yang di perankan oleh Zain muncul kembali, dan Zain langsung mengikuti apa yang di tunjuk oleh sang istri.


"Kamu sudah mengatakan padaku, jika kamu tidak akan beradegan mesra dengan lawan main kamu, tapi apa nyatanya Zain, kamu masih melakukan hal itu,"


"Zel itu tidak seperti yang kamu lihat, dan aku bisa menjelaskan,"


"Tidak ada penjelasan, kamu sudah membuat aku sakit hati dengan melihat adegan itu,"


"Apa kamu cemburu?"


"Tentu Zain,"


"Kenapa kamu cemburu?"


"Karena aku mencintaimu!"


Bersambung............


Guys, boleh dong nilai novel ini dengan bintang 5, dari kemarin ada beberapa yang nilai dengan bintang 1 dan 2 hingga nilai novel ini turun drastis.


Mohon maaf kalau yang tidak suka dengan novel ini, bolehlah langsung tinggalin dan jangan di baca, dari pada kalian nilai novel ini dengan nilai 1, membuat aku sakit hati.

__ADS_1


Maaf edisi curhat!


__ADS_2