HOT DUDA VS HOT JANDA

HOT DUDA VS HOT JANDA
Kunci Pintu Dulu


__ADS_3

Zain yang baru masuk ke dalam kamar, segera menghampiri sang istri yang sedang duduk diatas kasur sambil menyandarkan kepalanya di sandaran tempat tidur.


"Sayang, kenapa? Lelah?" tanya Zain saat sudah mendekati Hazel dan kini naik keatas tempat tidur lalu memijat kedua kaki sang istri. "Aku akan memijat kaki kamu sampai lelah yang kamu rasakan hilang,"


"Terima kasih sayang. Oh ya, kenapa sudah kembali ke kamar, apa sudah selesai menemani Zi?" tanya Hazel, tahu kebiasaan sang suami jika di rumah, pasti dia akan menemani sang putri khususnya Zi mengerjakan PR.


"Belum,"


"Kenapa kamu sudah kembali?"


"Ingin segera menemui istriku. Lagian Ev juga sudah pulang pulang, sayang. Biarkan Zi belajar dengannya, aku salut pada putrimu itu, dia benar-benar anak yang sangat pintar,"


Namun, Hazel tidak lagi menanggapi ucapan dari sang suami, ketika mengingat perkataan Ana sang sahabat, yang berpikir jika Ev memiliki hubungan dengan Vano sang sahabat, dan ia juga sedikit berpikir seperti itu, karena selama ini sang putri tidak pernah sekali pun pergi bersama dengan Vano, meskipun hanya nebeng.


"Sayang, kenapa kamu melamun?" tanya Zain yang kini meraih dagu sang istri. "Apa kamu ingin melakukan hal yang tadi pagi sempat tertunda? Baiklah, aku dengan senang hati akan menjenguk si kembar. Eh sebentar dulu, aku kunci pintu dulu," ujar Zain, dan ingin turun dari atas kasur, tapi satu tangannya di tahan oleh sang istri. "Ada apa, sayang? Aku harus mengunci pintu dulu sebelum ada yang mengganggu,"


"Lupakan hal itu dulu,"


Zain menautkan keningnya mendengar ucapan sang istri


"Kenapa di Lupakan, sayang. Aku sudah tidak sabar mengunjungi si kembar,"


"Ada hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu, sayang,"


"Penting?"


"Iya, ini tentang Ev,"


"Ada apa dengan dia, sayang. Sejauh ini Ev tidak pernah lagi melakukan kesalahan," sambung Zain, mendapati putri sambungnya tersebut sekarang menjadi lebih baik.

__ADS_1


"Bukan tentang itu,"


"Terus?"


Akhirnya Hazel menceritakan kecurigaannya, jika sang putri memiliki hubungan dengan Vano sang sahabat.


Membuat Zain langsung tersenyum mendengar apa yang sang istri katakan.


"Sayang, kenapa kamu tersenyum?" tanya Hazel melihat reaksi sang suami yang malah tersenyum setelah mendengar apa yang dia ceritakan.


"Kamu lucu, mana mungkin Ev menyukai sahabat kamu itu, sayang. Sudahlah buang jauh pikiran kamu itu,"


"Tapi aku..." Hazel tidak meneruskan ucapannya, padahal barusan ia ingin mengatakan jika suaminya dulu adalah sahabat sang mommy, tapi ia urungkan mengatakan hal tersebut, merasa tidak pantas menceritakan masa lalunya pada Zain yang sekarang ia cintai.


"Tapi aku apa, sayang?"


Hazel langsung masuk ke dalam kamar Ev, dan menautkan keningnya, ketika melihat sang putri sedang tidur tiduran diatas kasur sambil senyum-senyum sendiri melihat layar ponselnya.


"Ev," panggil Hazel.


Membuat Ev terkejut, dan langsung beranjak dari tempatnya. "Mama mengejutkan aku saja, sejak kapan Mama ada disitu?"


"Sejak tadi," bohong Hazel.


"Apa?!"


"Kenapa, kamu terkejut?" tanya Hazel penasaran.


"Ti... tidak Ma," jawab Ev terbata.

__ADS_1


"Ev,"


"Iya Ma,"


"Ada yang ingin mama tanyakan padamu,"


"Tentang apa?"


"Apa kamu memiliki hubungan dengan Vano?" tanya Hazel langsung pada inti kenapa ia ingin menemui sang putri.


"Kenapa Mama menanyakan hal seperti itu?"


"Jawab saja Ev, iya atau tidak,"


"Tentu saja tidak, kenapa Mama bisa bicara seperti itu,"


"Yakin?"


"Iya Ma,"


"Coba mama lihat ponsel kamu," pinta Hazel, yang tidak percaya pada sang putri, dan berharap dengan melihat ponsel sang putri, ia dapat menemukan chat atau panggilan dari Vano.


"Untuk apa Ma,"


"Ingin lihat saja, berikan,"


"Tidak,"


Bersambung...........

__ADS_1


__ADS_2