HOT DUDA VS HOT JANDA

HOT DUDA VS HOT JANDA
Menjijikkan


__ADS_3

Dan benar saja Zi yang penasaran dengan vidio yang berada di ponsel Ev langsung memutar vidio tersebut.


Namun, baru beberapa detik melihat adegan tersebut, saat terong di masukan ke dalam gua, ia segera melempar ponsel milik Ev yang berada di tangannya.


"Uwek, menjijikkan sekali," ucapnya sambil membekap mulutnya sendiri merasa ingin muntah melihat vidio biru tersebut.


"Menjijikkan, yang benar saja kamu Zi, ini menggairahkan tahu, dan ini proses awal kenapa wanita bisa hamil," sambung Ev, coba menjelaskan. "Apa kamu tidak ada rasa ingin mencoba melakukan seperti ini," Ev menunjukkan kembali vidio tersebut.


"Aku tidak mau melihatnya Ev, itu menjijikkan," tolak Zi, semakin Ev, mendekatkan ponselnya kaarah sahabatnya tersebut. "Ev. Uwek!" Zi pun langsung berlari menuju kamar mandi untuk muntah.


"Dasar, apanya yang menjijikkan, aku rasa kamu tidak normal Zi!" teriak Ev, dan tatapannya kini tertuju pada vidio tersebut, tapi setelahnya ia hentikan vidio tersebut, dan melempar ponselnya ke atas kasur. "Sialan, becek kan!" gerutunya dan langsung beranjak dari tempatnya untuk pergi ke kamar kedua orang tuanya. "Zi, aku ke kamar papa dan mama!" teriaknya.


*


*


*


Seminggu berlalu, semua sudah menjalani aktifitas masing-masing, setelah liburan selesai yang membuat Ev dan juga Zi sangat bahagia, bukan karena mereka menikmati masa liburan mereka, tapi mendapati Hazel sedang hamil.


Namun, tidak dengan Hazel, yang tidak bisa melakukan aktifitas apa pun. Karena ngidam yang ia rasakan sangat parah, meskipun segala macam obat yang di berikan oleh dokter kandungannya, tidak membuatnya lebih baik.

__ADS_1


Ia yang sedang terbaring di atas kasur milik Zain, karena memang setelahnya kepulangannya dari liburan Zain membawanya ke rumahnya. Sekarang menatap pada Zain yang masuk ke dalam kamarnya, sambil membawa nampan, dan Hazel tahu persis pasti sang suami membawa sarapan untuknya, hal rutin yang beberapa hari ini sang suami lakukan.


"Zel, ma..."


"Tidak mau, singkirkan makanan itu. Aku ingin muntah hanya dengan mencium aromanya," tolak Hazel menghentikan ucapan dari Zain, tahu apa yang akan di katakannya, pasalnya ia selalu memaksa sang istri untuk makan.


"Tapi, kondisi kamu akan semakin lemah jika tidak makan apa pun," ujar Zain, mengingat lagi, selain enggan makan makanan pokok, Hazel juga tidak mau makan buah, ataupun minum susu, dan itu membuat Zain semakin kuatir dengan keadaan sang istri dan juga calon bayinya, meskipun dokter kandungan mengatakan, janin yang sedang di kandung Hazel sangat kuat.


"Zain, tolonglah. Jangan paksa aku, dan singkirkan makanan itu,"


"Terus, kamu mau makan apa? Buah, cake, roti, mie atau apa?" tawar Zain, berharap sang istri ingin makan makanan yang baru saja di katakannya.


"Cake, seperti aku ingin makan itu,"


Dan tak butuh lama untuk Zain kembali ke dalam kamar dengan tiga potong Cake beraneka rasa, yang kebetulan ada di lemari pendingin, saat Zain kemarin pulang Syuting mampir di toko kue untuk membeli beberapa Cake, kala ia mengingat mendiang istrinya dulu sangat suka Cake, ketika sedang hamil, dan ia pikir Hazel pasti juga menyukainya.


Zain yang sudah mendekati Hazel, langsung mengukir senyum, sambil menunjukkan piring yang di bawanya berisi tiga buah Cake.


"Mau yang mana, keju, coklat atau, buah?" tanya Zain.


"Keju saja,"

__ADS_1


"Baiklah, aku akan menyuapimu,"


"Tidak perlu Zain, aku bisa sendiri," kini Hazel beranjak dari tidurnya dan duduk di atas kasur, begitu pun dengan Zain yang kini duduk di pinggiran tempat tidur.


"Aku tetap akan menyuapimu, takut nanti kamu tidak memakannya. Dan sekarang buka mulutmu," pinta Zain.


Hazel pun tak menolak, dan langsung menerima suapan Zain.


"Zain," panggil Hazel, setelah ia hampir menghabiskan sepotong Cake.


"Iya,"


"Aku ingin bicara,"


"Katakan saja, aku akan mendengarnya," sambung Zain yang kini menatap pada sang istri.


"Aku tidak suka kamu beradegan mesra dengan lawan mainmu di film," jujur Hazel, ketika ia melihat sang suami beradegan ciuman di dalam film yang di bintanginya.


"Itu hanya peran saja,"


"Tetap aku tidak suka,"

__ADS_1


"Alasannya?"


Bersambung....................


__ADS_2