
Setelah mengetahui jika Zi jalan dengan Vano sang sahabat, Hazel langsung mengintrogasi sang putri, sudah berapa kali jalan dengan Vano, dan begitu terkejutnya Hazel ketika sang putri bilang sudah dua kali.
"Zi, yakin baru dua kali?" tanya Hazel, untuk memastikan lagi apa yang di katakan oleh putri sambungnya tersebut benar.
"Iya Ma,"
"Bohong Ma, aku melihat Om Vano jemput Zi ke sekolah lebih dari dua kali," sambung Ev yang masih berada di meja makan setelah menyelesaikan sarapannya.
"Zi, kata Ev bohong loh, ayo jujur sama mama," pinta Hazel yang tidak ingin Zi dekat dengan Vano sang sahabat.
"Ma, aku tidak bohong, memang om Vano beberapa kali menjemput aku ke sekolah, dan cuma mengatar ke sekolah desainer, kalau jalan sama Om Vano baru dua kali, Ma," kata Zi benar adanya.
Dan Hazel yang tadi menatap pada sang putri, tidak mendapat kebohongan di wajah Zi.
"Apa saja yang kamu lalukan, ketika jalan sama Vano?" tanya Hazel untuk mengintrogasi Zi.
"Ngajarin Zi biar pinteran dikit kali Ma, antara perlelean dan juga lubang donat, om Vano kan jagonya," malah Ev yang menjawab pertanyaan dari sang mama.
"Ev mulut di jaga, mama sedang tidak bicara pada kamu, tapi sedang bicara pada Zi,"
"Iya," sahut Ev yang kini beranjak dari duduknya, dan menghampiri kedua adiknya yang sedang sarapan di suapi oleh pengasuhnya masing-masing.
Kemudian Hazel kini menatap pada Zi yang masih duduk di tempatnya.
"Zi, jawab pertanyaan mama tadi, apa saja yang kamu lakukan ketika jalan dengan Vano,"
"Makan, terus nonton bioskop, habis itu om Vano membelikan aku tas," dengan jujur Zi mengatakan yang sebenarnya.
Membuat Hazel kini menoleh pada sang suami yang duduk tepat di sampingnya.
"Sayang, ini sudah tidak benar, dan aku rasa Vano mendekati Zi ada maksud,"
"Aku rasa begitu, sayang," sambung Zain yang sepemikiran dengan sang istri, jika Vano ada rasa dengan sang putri.
__ADS_1
"Kita harus mencegah ini terjadi sayang," ujar Hazel, dan kini kembali menatap pada Zi sang putri. "Zi,"
"Iya Ma,"
"Besok-besok jangan mau kalau Vano mengajak kamu jalan ya,"
"Kenapa Ma, kan, kata papa kalau kita kenal tidak masalah mau di ajak jalan, iya kan Pa?" tanya Zi yang kini menatap pada sang papa.
"Iya sayang, tapi kalau masih keluarga kita, kalau Vano kan, bukan keluarga kita, oke," jawab Zain, yang tidak mau sang putri dekat dengan Vano.
"Oke Pa," dan Zi pun kini baranjak dari duduknya, lalu berpamitan untuk pergi ke sekolah, karena Ev sudah menunggunya.
Setelah kepergian kedua putrinya, Zain dan juga Hazel yang masih berada di tempatnya kini saling pandang.
"Sayang," panggil Zain. "Kamu kan sahabat Vano, bilang sama dia jangan dekati Zi, aku tidak mau,"
"Aku juga tidak mau, dia kan modelan teh celup, jijik kan, kalau Zi sampai suka sama dia,"
"Nah itu, yang aku tidak mau,"
Sapaan dari seseorang membuat Zain dan juga Hazel kini menghentikan perbincangannya, lalu menatap ke arah sumber suara dimana Vano berjalan mendekati keduanya.
"Yang sedang kita bicarakan nongol, sayang," ucap Hazel, dan langsung menyapa balik sang sahabat.
"Iya sayang, kamu yang bicara ya, aku ke si kembar dulu," bisik Zain tepat di telinga sang istri, lalu beranjak dari duduknya, dan pergi setelah menyapa balik Vano.
"Untuk apa kamu pagi-pagi datang ke sini? Tumben amat," tanya Hazel pada sang sahabat.
"Main,"
"Eleh, bilang saja mau jemput Zi kan?"
"Kok kamu tahu Zel?"
__ADS_1
"Tahulah, tapi jangan harap kamu bisa mendekati Zi, sadar diri kamu tukang teh celup," ucap Hazel langsung pada intinya.
"Kan udah insaf Zel,"
"Pret!"
"Tidak percaya amat sama aku, Zel,"
"Tidak, mending kamu cari wanita lain untuk kamu dekati, jangan putriku, Zi masih polos, lagian kamu sudah bangkotan,"
"Oke aku tidak akan mendekatinya, karena aku sudah bangkotan, bagaimana kalau aku nikahi Zi?"
"Matamu!"
*
*
*
Cek di baca, jangan sampai ada yang komen seperti di bawah lagi ya guys 👇👇👇
Ini novel sekuel, dari awal juga sudah di beri saran, untuk membaca novel sebelum ini, biar kalian tuh nyambung, tapi meskipun tidak baca juga bisa nyambung kok.
Mungkin kalau yg ngikutin dari awal tahu, tapi aku kasih tahu lagi.
Papi Santos itu kakak kelas Hazel, dan Vano itu sahabat papi Santos, paham?
Kalau Zain dia nikah muda, boleh baca di novel aku yang judulnya Gadis pemuas na*su tinggal klik profil nanti ketemu.
Intinya semua nikah muda, hanya teh celup yang belum nikah, tapi kawin sudah bolak balik 🤣🤣🤣🤣
__ADS_1
Cukup sekian celotehan aku, salam sehat untuk kalian, 😘💦😘💦😘💦😘💦😘💦