HOT DUDA VS HOT JANDA

HOT DUDA VS HOT JANDA
S2 TIDAK NAFSU!


__ADS_3

"Ogah! Pak Vano pikir aku tukang urut!" tolak Bita lagi kemudian beranjak dari duduknya.


"Ya Sudah kalau tidak mau mijitin, tunggu aku selesai berenang," kata Vano yang juga beranjak dari duduknya, lalu berjalan mendekati pinggiran kolam renang.


Diikuti oleh Bita dari belakang, yang ingin segera mendapat haknya. "Aku tahu pak Vano pasti mau menghindar dan tidak ingin memberi uang itu kan?"


Namun, bukannya menjawab pertanyaan dari Bita, Vano hanya menoleh kearahnya sambil mengukir senyum.


Dan sekarang membuat Bita meraih satu tangan Vano yang akan melompat kearah kolam renang.


"Pak!" teriak Bita karena ia yang sedang menarik tangan Vano, malah tertarik masuk ke dalam kolam renang.


Membuat Vano yang sudah berada di dalam kolam renang langsung tersenyum sinis dari sebelah sudut bibirnya, ketika tiba-tiba otak nakalnya ingin melihat tubuh Bita jika terkana air, karena perawat sang ibu selalu memakai pakaian perawat yang tertutup.


"Pa...k... Pak Va... no... to... to... long...!" teriak Bita meminta tolong, karena ia tidak bisa berenang.


Membuat Vano langsung memudarkan senyumannya, ketika melihat Bita yang baru minta tolong, kini tenggelam.


Dengan segera Vano berenang menuju kearah Bita, yang kebetulan berada jauh darinya.


"Ya ampun," ucap Vano ketika sudah menghampiri Bita dan mengangkat tubuhnya kepinggiran kolam renang, ketika perawat sang ibu tersebut sudah tidak sadarkan diri. "Apa dia tidak bisa berenang," kata Vano sambil menepuk pipi Bita untuk menyadarkannya.


Namun, tidak ada pergerakan dari Bita. Membuat Vano langsung memberi pertolongan pertama, dengan menekan dada Bita berharap air yang sudah masuk ke dalam tubuhnya keluar.


Tapi tetap saja Bita tidak ada pergerakan, dan Vano langsung mendekatkan bibirnya pada bibir Bita, untuk meniupnya.


Namun, belum juga menempelkan bibirnya, Bita sudah menyemburkan air ke wajah Vano, sekaligus membuka kedua matanya.

__ADS_1


"Sialan!" kesal Vano, sambil menjauhkan wajahnya dari hadapan Bita.


Dimana Bita mulai beranjak dari tempatnya, dengan sisa-sisa tenaga yang ada.


"Pak, a... apa yang pak Vano lalukan?" kata Bita lemah, sambil menyilangkan kedua tangannya di dada. "Pak Vano pasti mau memperkaos aku,"


"Cih! Tidak nafsu!" sahut Vano, padahal ia terpukau dengan tubuh Bita yang basah. Karena ternyata perawat sang ibu memiliki tubuh yang indah di balik baju perawat yang selalu dikenakannya.


"Terus untuk apa..."


"Aku hanya ingin menolong kamu yang tidak sadarkan diri," sahut Vano memotong perkataan dari Bita. "Kalau tidak bisa berenang jangan coba-coba berenang, dasar bodoh!"


"Hei, Pak Vano yang membawa aku masuk ke dalam kolam renang,"


"Siapa suruh main tarik-tarik tangan orang!"


"Pak Vano, belum memberikan hakku loh,"


"Cie Pak Vano mengkuatirkan aku ya?"


"Cih, untuk apa!"


"Tadi Pak Vano mengkuatirkan aku jika sakit,"


"Tentu, karena kalau kamu sakit tidak ada yang mengurus ibu, dasar bodoh!" seru Vano yang langsung menuju kursi tempatnya menaruh jubah mandi, kemudian meninggalkan kolam renang setelah memakai jubah mandi tersebut.


Meninggalkan Bita yang menyusulnya dari belakang, untuk segera mengganti pakaian yang sudah basah kuyup.

__ADS_1


Setelah membersihkan diri, dan beristirahat setelah berenang. Vano merasa bingung kenapa Bita tidak mencarinya ke kamar untuk meminta uang. Tidak seperti tadi saat ia berenang, perawat sang ibu tersebut meminta uangnya.


Membuat Vano langsung keluar dari dalam kamar sambil membawa uang untuk Bita.


Namun, ia tidak mendapati keberadaan Bita, dan asisten rumah tangganya pun tidak mengetahui Bita berada dimana.


Dan sekarang Vano menuju kamar sang ibu, ia yakin Bita berada di dalam kamar sang ibu.


Benar saja setelah masuk ke dalam kamar sang ibu, Vano melihat Bita sedang tidur di sofa bad yang letaknya tidak jauh dari tempat tidur sang ibu.


Dimana Ibu Vivi sedang duduk diatas kasur sambil menyandarkan kepalanya di sandaran tempat tidur.


"Jangan Nak, biarkan Bita tidur," ujar ibu Vivi ketika sang putra berjalan mendekati dimana Bita berada.


"Enak saja, tidak bisa. Disini tugas dia mengurus dan menemani ibu, masa dia malah tidur. Ini tidak bisa dibiarkan!"


"Sepertinya Bita sedang kurang enak badan,"


"Eleh dia bohong Bu," sahut Vano, lalu membangunkan Bita dengan kasar.


Membuat Bita langsung terjaga dari tidurnya, dan beranjak dari tempatnya.


"Kamu disini untuk kerja, bukan untuk tidur!"


"Iya a.... aku haaaaaachihhhhhhh!" Bita bersin dengan kencang dan air bersin dari mulutnya mengenai wajah Vano yang belum sempat menegakkan tubuhnya setelah membangunkan Bita dengan kasar.


"BITA!!!!!!"

__ADS_1


Bersambung.............


...Man teman, kalau ada typo komen ya. Dan maaf up datenya tidak tentu, karena aku sedang memegang naskah 3 on going. Tapi aku usahakan setiap hari up. Terima kasih sebelumnya....


__ADS_2