HOT DUDA VS HOT JANDA

HOT DUDA VS HOT JANDA
Sah


__ADS_3

Sesuai keinginan Hazel dan juga Zain, pernikahan keduanya akhirnya di percepatan, dan pernikahan keduanya berjalan dengan lancar, tanpa ada suatu halangan apa pun, karena memang acara tersebut hanya dihadiri oleh keluarga inti dari keduanya, dan di gelar di kediaman Hazel.


"Cie, sudah sah nih," ledek Ev, yang kini menghampiri sang mama dan juga papa barunya, setelah acara selesai. "Masa pengantin baru duduknya berjauhan sih. Yang benar tuh seperti ini," Ev ingin menarik tangan sang mama, agar duduk mendekat pada Zain, tapi tangannya langsung di singkirkan oleh Hazel.


Yang kini beranjak dari duduknya, tanpa mengatakan apa pun, dan pergi menuju kamarnya. Tentu saja kini Ev, menatap pada papa barunya, yang terlihat semakin tampan, dengan setelah jas berwarna Navi.


"Ya ampun, Papa ganteng banget sih," ujar Ev sambil mengukir senyum. "Gih, sana susul mama,"


Zain segera menggelengkan kepalanya, mengisyaratkan enggan untuk mengikuti apa yang baru saja Ev katakan.


Mami Camel yang masih berada di ruang tamu tersebut kini juga menghampiri menantu barunya.


"Iya Zain. Sana susul istri kamu, buka pabrik lagi, siapa tahu yang kedua langsung jadi,"


"Pabrik? Pabrik apa, Oma?" tanya Zi, yang duduk tepat disamping Zain.


Dan pertanyaannya membuat mami Camel langsung menatap pada Ev sang cucu.


"Dia bagaikan kertas kosong, Oma,"

__ADS_1


"Polos?"


Ev pun langsung menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan sang Oma.


"Perlu kita beri materi kayaknya, biar tidak polos,"


"Sayang, jangan macam-macam," sahut papi Santos yang memang berada di ruangan tersebut. "Lebih baik kamu ke kamar, dan berkemas, apa kamu lupa kita akan segera kembali," papi Santos mengingatkan sang istri, jika mereka akan segera kembali ke luar negeri.


"Sebentar dulu sayang, aku..." Mami Camel tidak jadi meneruskan ucapannya, saat tangannya ditarik oleh sang suami, karena papi Santos yakin, sang istri akan berbicara yang tidak-tidak. "Ish, sayang. Apa yang kamu lakukan?"


"Pergi ke kamar, atau tidak ada jatah,"


"Ih, main ancaman segala, oke, aku kembali ke kamar, tapi janji, jatahnya..."


"Ev, ajak saudara kamu istirahat di kamar kamu, Opa mau bicara dengan papa kamu," pinta papi Santos pada sang cucu, setelah kepergian sang istri.


"Siap!"


Dan sekarang hanya ada papi Santos dan juga Zain di ruang tamu, papi Santos yang tadi masih berdiri kini duduk tepat di sebelah Zain.

__ADS_1


"Zain, Hazel wanita yang sangat keras kepala, dan egois. Semoga kamu bisa membuatnya menjadi wanita yang jauh lebih baik, papi yakin kamu bisa," ujar papi Santos sambil menepuk pundak Zain. "Dan ya, meskipun dia seperti itu, tapi dia wanita yang sangat rapuh, papi harap, kamu bisa menjadi sandaran untuknya,"


Zain hanya menganggukkan kepalanya mendengar apa yang papi Santos katakan.


"Papi selalu berdoa untuk kebahagiaan kalian, dan papi akan kembali, saat resepsi pernikahan kalian," ujar papi Santos, yang menginginkan sang putri mengadakan resepsi pernikahan untuk pernikahan keduanya.


Dan kembali, Zain hanya menganggukkan kepalanya.


"Hanya itu yang ingin papi sampaikan padamu, dan papi ijin pergi dulu ke kamar,"


"Resepsi untuk apa, buang-buang uang segala, lagian tidak lama lagi, anda akan mendapat kabar perceraian kita," batin Zain sambil tersenyum penuh arti.


Zain yang hanya sendiri di ruang tamu, kini menuju kamar dimana tadi sang istri masuk, untuk menemuinya dan membicarakan langkah ke depan pernikahannya tersebut harus bagaimana.


Tanpa mengetuk pintu, Zain segera membuka pintu kamar Hazel, dan langsung menutup wajahnya, ketika sudah berada di dalam kamar, saat melihat Hazel hanya mengenakan short mini dan juga kaca mata berendra pembungkus gunung kembarnya.


Hazel yang mengetahui Zain masuk ke dalam kamarnya, langsung melirik kearahnya, sambil mencibir. "Pura-pura tutup wajah, aku sudah tahu kamu tidak normal,"


"Pakai pakaian kamu!" perintah Zain.

__ADS_1


"Kenapa? Bukannya kamu tidak tertarik dengan wanita?"


Bersambung........


__ADS_2