HOT DUDA VS HOT JANDA

HOT DUDA VS HOT JANDA
Tanda Kemerahan


__ADS_3

"Ev, mau ke mana?" tanya Zi, sambil menahan tangan Ev, yang ingin menghampiri Mr. Joni.


"Menghampiri Mr. Jo lah, memangnya mau ke mana,"


"Tidak usah lah, aku sudah mengantuk,"


"Ya sudah kamu ke kamar dulu, gampang kan?"


"Bukan masalah gampang, memangnya kamu mau ngapain nyamperin Mr. Jo, jangan bilang mau ngeledekin dia," ujar Zi, yang tahu persis, jika Ev sudah bertemu dengan Mr. Jo. "Tidak boleh begitu kali Ev, Mr. Jo guru kita, dan dia lebih tua dari kita, harusnya kamu menghargai dia, tahu,"


"Iya in aja,"


"Ev," Zi kembali menahan tangan Ev.


"Zi, apa apaan sih, aku mau nyamperin Mr. Jo, hanya ingin tahu, kenapa dia hanya sendiri, dan terlihat galau, siapa tahu dia sedang ada masalah dengan istrinya, iya kan, apa kamu tidak melihat wajah Mr. Jo yang murung,"


"Iya sih, terlihat tidak bahagia, padahal kan, Mr. Jo baru menikah ya?" Zi membenarkan ucapan Ev, ketika melihat kembali kearah Mr. Jo, pasalnya dia baru saja menikah dua minggu lalu tapi sekarang terlihat sangat galau.


"Nah, makanya itu, kita sebagai murid yang baik, harus nenghiburnya, biar tidak Mr. Jo tidak galau, kalau kamu tidak mau, yang sudah aku saja yang menghiburnya," Ev pun berjalan mendekati di mana Mr. Jo berada, di ikuti oleh Zi, yang tidak memiliki pilihan lain, selain mengikuti sahabatnya tersebut, kala mengingat perkataan sang Papa, jika ia ke mana pun harus selalu bersama dengan Ev.

__ADS_1


Mr. Joni menautkan keningnya, kala melihat keberadaan dua anak didiknya yang kini duduk tepat di kursi yang berada disisi meja, dimana ia berada.


"Kalian?" tanya Mr. Joni bingung.


"Iya Mr, aku Ev. Dan ini Zi," jawab Ev sambil menunjuk ke arah Zi, tak lupa mengukir senyum ke arah Mr. Joni. "Masa Mr lupa pada kita, sunggu terlalu,"


"Bukan itu maksud Mr. Kenapa kalian ada disini?"


"Makan malam lah, masa main karate," jawab Ev, lalu mengukir senyum ketika melihat leher Mr Joni terdapat tanda kemerahan, dan pikiran Ev langsung tertuju pada pelajaran dua puluh satu plus. "Sudah merah, masih galau aja Mr,"


Mr. Joni menarik jaket yang di kenakannya untuk menutupi leher, tahu arah perkataan dari anak didiknya tersebut.


"Kalian ke pulau ini dengan siapa?" tanya Mr. Joni untuk mengalihkan percakapan Ev.


Membuat Mr. Joni langsung menghembuskan nafasnya, kala mengingat lagi, ketika resepsi pernikahannya, Ev yang menghadiri acaranya, berbisik mengenai tisu yang baru saja di ucapkannya.


"Ev, tisu onoh, tisu apa aku baru dengar?" tanya Zi yang duduk tetap disampingnya.


"Dasar oneng apa-apa tidak tahu, nih aku kasih tahu..."

__ADS_1


"Tisu buat lap ingus Ev, Zi," sambung Mr. Joni memotong perkataan Ev.


"Oh begitu,"


"Iya, oh ya Zi, kalian ke pulau ini dengan siapa?" tanya Mr. Joni, tidak ingin menanggapi ucapan Ev.


"Mama dan papa, dan aku bisa menebak, pasti Mr. Joni datang ke pulau ini dengan istri Mr?"


Belum juga menjawab pernyataan dari Zi, isti dari Mr. Joni datang menghampirinya.


"Sayang, kamu ada disini?"


"Iya," jawab Mr. Joni.


"Cie, sayang," ucap Ev, yang langsung mendapat tatapan dari Mr. Joni yang kini beranjak dari duduknya.


"Sayang, mereka..."


"Anak didikku," jawab Mr. Joni tahu apa yang akan di tanyakan oleh sang istri. "Lebih baik kita kembali ke kamar,"

__ADS_1


"Jangan lupa tisu onoh, biar tahan lama, Mr." teriak Ev, yang hanya mendapat tatapan dari Mr. Joni.


Bersambung............


__ADS_2