
Makan malam untuk pertama kalinya setelah menyandang status suami istri, membuat Zain dan juga Hazel beberapa kali saling pandang, ketika masih menyantap makan malam di meja makan.
Ev yang melihat keduanya, hanya tersenyum sambil menyantap makan malam, dan untuk malam ini, Ev sangat bahagia, karena di meja makan banyak orang, tidak seperti biasanya, dia hanya makan malam berdua dengan sang mama, dan juga kadang hanya sendiri, karena sang mama belum pulang dari kantor.
Papi Santos dan juga mami Camel yang sudah menghabiskan makan malam terlebih dahulu, berpamitan untuk segera ke kamar, karena besok, pagi-pagi buta mereka harus kembali ke luar negeri. Meninggalkan pasangan suami istri yang baru menikah, dan juga ke dua putrinya.
"Cie, cie,"
Hazel sudah paham siapa yang selalu berbicara seperti barusan, membuatnya langsung menatap pada sang putri, yang sedang tersenyum kearahnya.
"Jika sudah selesai makan, kembali ke kamar, besok sekolah," perintah Hazel pada sang putri.
"Nanti, aku masih ingin berkumpul bersama dengan Mama dan juga papa, iya kan, Zi?" tanya Ev pada Zi yang duduk tepat di sampingnya.
"Betul, itu. Dan malam ini aku ingin tidur bersama Mama dan juga Papa, ingin tahu bagaimana rasanya tidur bersama dengan kedua orang tua yang lengkap, dan itu yang selalu aku inginkan dari dulu,"
Entah mengapa mendengar ucapan dari Zi, Hazel merasa tersentuh, lalu menatap pada sang putri. "Apa Ev seperti Zi, juga ingin merasakan tidur bersama dengan kedua orang tuanya, ya," batin Hazel, karena selama ini, tidak pernah ia pikirkan tentang hal itu.
"Ish, tidak boleh tahu, tidur dengan orang tua kita," sambung Ev, sambil menyenggol lengan Zi.
Membuat Hazel langsung menghembuskan nafasnya berat, dan kecemasan yang baru saja dirinya rasakan, tidak berarti, dia baru sadar sang putri berbeda dengan anak lainnya.
"Kenapa tidak boleh, Ev,"
"Kita sudah besar, tidak pantas tidur dengan orang tua kita,"
"Aku sering tidur dengan Papa," ungkap Zi. "Apa kamu tidak sering tidur dengan mama?"
"Tidak, malas tidur sama mama, pasti mainan pisang," jawab Ev, yang jarang sekali tidur bersama dengan Hazel.
__ADS_1
"Pisang? Mama tidur dengan pisang?" tanya Zi penasaran.
"Ev!" seru Hazel memotong perkataan kedua putrinya.
"Maaf Ma, keceplosan," Ev nyengir kuda kearah sang mama karena sudah keceplosan, mengatakan mainan sang mama yang digunakan untuk menyalurkan hasrat nya.
Zain langsung menautkan kedua alisnya menyimak pembicara ketiga wanita yang masih berada di meja makan.
"Ev, kamu belum menjawab pertanyaan aku,"
"Ah sudah lupakan saja, pokoknya kamu tidak boleh tidur sama mama dan juga papa untuk malam ini,"
"Kenapa?"
"Ish, pokoknya tidak boleh, ya tidak boleh, kamu harus tidur denganku," larang Ev.
Tentu saja membuat Ev dan juga Zi langsung menatap padanya. Tapi tidak dengan Hazel, yang merasa bodo amat, dan lebih bagus Zain pulang, itu yang sedang dipikirkannya.
"Mana bisa begitu Pa," keluh Ev.
"Iya Pa, aku tidak mau pulang. Aku mau tidur dengan Ev,"
"Zi, kita tidak membawa pakaian," alasan Zain, yang memang ingin pulang, dan tidak ingin tidur, satu kamar dengan Hazel.
"Aku bisa memakai pakaian Ev, dan untuk Papa, biar Om Ziu yang mengantar baju Papa ke sini, beres kan,"
"Benar itu," Ev membenarkan ucapan Zi, lalu berbisik di telingan saudara barunya tersebut.
"Yuk," ajak Ev, setelah berbisik di telinga Zi, kemudian beranjak dari duduknya, diikuti oleh Zi.
__ADS_1
"Yuk,"
Dan keduanya sekarang berjalan mendekati kedua orang tuanya, membuat Hazel dan juga Zain bingung, apa lagi satu tangan mereka ditarik oleh putri masing-masing.
"Ev, apa apaan ini?" tanya Hazel.
Namun, tidak di jawab oleh Ev, yang terus menarik tangan sang mama menuju kamarnya.
Begitu pun dengan Zi, yang mengikuti ke mana Ev berjalan sambil menarik tangan sang papa.
"Zi, apa yang kamu lakukan?"
"Sssttt," jawabnya.
Ev dan juga Zi sama-sama melepas tangannya, setelah berada di dalam kamar Hezel.
Dan Ev sekarang menarik tangan Zi, untuk segera keluar dari dalam kamar sang mama, tapi sebelum itu dia mencabut kunci kamar sang mama.
"Beres," ucap Ev setelah menutup pintu kamar sang mama dan menguncinya dari luar.
"Ev, kok di kunci dari luar?"
"Iya, biar papa kamu tidak kabur, kamu mau kan, kita punya adik?"
"Tentu saja, tapi apa hubungannya dengan mengunci mama dan juga papa di kamar, dengan punya adik?"
"Kasih tahu tidak ya?"
Bersambung...................
__ADS_1