HOT DUDA VS HOT JANDA

HOT DUDA VS HOT JANDA
Mending Murahan


__ADS_3

"Sial!" kesal Ev, ketika ia baru saja mencium lantai, setelah Albert melepas pelukannya dan langsung mendorong tubuhnya hingga jatuh tersungkur keatas lantai.


Zi yang melihat tubuh Ev di dorong dan sekarang berada di atas lantai, dengan segera menghampirinya, dan membantunya beranjak dari tempatnya.


"Ev, kamu tidak apa-apa?"


"Menurut kamu?" tanya balik Ev sedikit kesal, tentu saja ia tidak baik-baik saja, setelah mendapat perlakuan kasar dari cowok, apa lagi cowok tersebut adalah cowok incarannya untuk saat ini, dan Ev merasa harga dirinya jatuh ke jurang yang amat dalam, apa lagi banyak murid yang melihat kearahnya.


Dan sekarang Ev mendekati Albert yang sedang menyunggingkan senyum sinis dari sebelah sudut bibirnya sambil menatap kearah Ev.


"Kurang ajar kau!" seru Ev yang kini sudah berdiri tepat dihadapan Albert.


"Kamu yang kurang ajar. Dasar cewek murahan!"


Ev kini memicingkan matanya setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Albert.


"Ganteng, ganteng tapi mulutnya cabai bubuk level 100, pedes!"


"Minggir, seleraku bukan cewek murahan seperti kamu!" Albert yang ingin melewati Ev, kini langkahnya di hadang oleh kaki Ev.


"Mending murahan, dari pada sok jual mahal aslinya mauan. Cih!" sahut Ev.


Yang hanya mendapatkan senyuman dari Albert, yang kini menatap pada Zi. Dimana dia sedang berdiri di samping Ev.


Dan dengan segera Albert menarik tangan Zi.


"Ev, tolong aku!" teriak Zi ketika Albert dengan paksa menariknya.


"Jangan bodoh! Tendang saja lato latonya, seperti yang papa bilang!" teriak Ev, dan berjalan mengikuti keduanya.


Dan Ev sekarang tersenyum senang, ketika Albert mengerang kesakitan setelah mendapat tendangan tepat di aset berharganya dari Zi, dan ia sekarang mendekati Ev.

__ADS_1


"Anak pintar," ucap Ev sambil mengusap kepala Zi. Dan kini ia mendekati Albert yang masih mengerang kesakitan sambil memegangi juniornya.


Sedangkan Zi langsung berlari masuk ke dalam kelas.


"Sakit? Ya iyalah masa tidak," ucap Ev mengejek Albert. "Kamu mau mendekati Zi? Boleh, asal kamu mau pacaran dulu denganku, kalau tidak mau, jangan harap kamu bisa dekat dengannya, bay ganteng, selamat bersakit sakit ria," kini Ev pun meninggalkan Albert sambil tersenyum kearahnya.


*


*


*


Malam hari, Hazel yang sekarang sudah berada di rumahnya, belum bisa memejamkan mata, pasalnya Zain belum juga pulang ke rumahnya. Padahal sang suami tadi bilang sedang berada di jalan menuju ke rumahnya, karena sekarang jadwalnya Zain yang menginap di rumah sang istri.


Dan Hazel yang ingin menghubungi sang suami, ia urungkan ketika pintu kamarnya di ketuk dari luar, dan ia mendengar Zain memanggil namanya.


"Masuk aja Zain," perintah Hazel.


"Selamat malam, maaf aku pulang telat," ucap Zain sambil tersenyum dan mendekati Hazel yang sedang duduk diatas kasur.


"Tidak masalah,"


"Kenapa kamu belum tidur?" tanya Zain sambil mengedarkan pandangannya, kesetiap sudut kamar sang istri, dan Zain baru menyadari jika di kamar tersebut tidak ada lagi foto Hazel bersama mendiang suaminya, yang dulu banyak terpasang di setiap sudut tembok kamar tersebut.


"Anak kita ingin tidur di peluk oleh papanya," jawab Hazel yang mulai melancarkan aksinya, agar perasaannya saat ini pada Zain terbalas.


Zain tersenyum mendengar ucapan dari sang istri, lalu ia mendekati Hazel, kemudian mengelus perutnya yang masih rata.


"Baiklah," Zain pun langsung naik ke atas kasur. "Bagaimana hari ini, kamu masih merasakan pusing dan juga sebagainya?"


"Seperti biasa," jawab Hazel yang kini merebahkan tubuhnya di ikuti oleh Zain.

__ADS_1


"Sabar ya, dokter bilang kamu mengalami ngidam hanya di trimester satu, dan itu artinya tinggal beberapa minggu lagi kamu akan mengalami apa yang kamu rasakan," ucap Zain, karena kandungan sang istri sudah memasuki sepuluh minggu.


Namun, Hazel tidak menanggapi ucapan dari Zain, karena ia langsung memeluk tubuh suaminya tersebut, tentu saja hal tersebut membuat Zain bahagia dan balik memeluk tubuh sang istri.


"Zel,"


"Hem,"


"Ada yang ingin aku katakan padamu,"


Bersambung......................


WARNING! Harap dibaca!


Untuk yang suka panas dingin, silakan merapat 🤭🤭🤭


"Aku butuh sekretaris sekaligus penghangat ranjang. Kau harus bekerja sebagai pemuasku!"


Keylani Audiazuma dengan tegas menolak tawaran CEO gila yang ia temui pada saat melamar pekerjaan.


Namun, takdir malah mengantar Keylani untuk terus berurusan dengan pria tersebut, bahkan mereka harus tinggal di atap yang sama.


Bagaimana Keylani harus menjalani hidupnya bersama pria yang berperangai seperti iblis?


INGIN TAHU KELANJUTANNYA? CUS KELAPAK SEBELAH.


Author: Poel Story27


Judul : Living With The Bastard


Cover di bawah ini👇

__ADS_1



__ADS_2