HOT DUDA VS HOT JANDA

HOT DUDA VS HOT JANDA
Hubungan


__ADS_3

"Maksudnya, Nyonya dan Tuan," ralat Mr Joni dan kini menoleh pada Zain.


Namun, tidak di tanggapi oleh keduanya yang kini menatap sang putri yang sedikit lemas, bersama dengan istri dari Mr Joni.


"Ev, dari..." Hazel tidak jadi meneruskan ucapannya. Karena sang suami menarik satu tangannya, mengisyaratkan untuk tidak meneruskan ucapannya.


"Syukurlah kamu sudah pulang Ev," ucap Zain dengan lembut sambil mengukir senyum.


"Iya, Pa. Maaf aku pulang terlambat,"


"Tidak masalah Ev, lain kali kalau mau pergi bilang dulu ya. Oh ya, kamu sakit? Kenapa kamu lemas sekali?" tanya Zain yang melihat sang putri sedikit terlihat lemas.


"Maaf Pa, tadi aku tidak sengaja minum," jujur Ev, kali ini ia merasa bersalah.


Apa lagi tadi Mr Joni memberi tahu siapa Albert yang sebenarnya, yang Ev tahu seorang playboy, tapi nyatanya lebih dari itu, tentu saja mengetahui hal tersebut, Ev berpikir kembali untuk mendekati Albert.


"Apa!" seru Hazel setelah mendengar apa yang sang putri katakan.


"Kalau mama mau marah, marah saja. Aku tidak akan membantah karena ini salahku,"


"Tentu..."


"Tentu saja mama dan papa tidak akan marah padamu, Ev. Tapi jangan kamu ulang lagi ya," sambung Zain memotong perkataan sang istri, tahu pasti Hazel akan memarahi Ev, dan Zain tidak mau itu.

__ADS_1


"Terima kasih Pa," ucap Ev yang kini menoleh pada Mr Joni dan juga sang istri. "Terima kasih Mr Jo, terima kasih tante. Aku masuk dulu," Ev pun langsung masuk ke dalam rumah, dan ingin di susul oleh Hazel. Tapi Zain langsung menahannya.


"Zel, biarkan dia. Kita bicara padanya besok," pinta Zain, dan kini menoleh pada Mr Joni dan juga sang istri. "Terima kasih Mr, karena sudah mengantar putri kami pulang ke rumah. Oh ya, boleh tahu, Mr bertemu dengan Ev dimana?"


"Di kafe, kebetulan kami sedang makan malam, dan melihat putri anda sedang bersama dengan pria, dimana pria itu pria kurang baik, dan ia memberikan minuman keras dengan kadar alkohol yang cukup tinggi," jelas Mr Joni tanpa ada yang di tutup tutupi, hingga ia baru bisa membawa Ev pulang setelah, efek minuman beralkhohol yang di minumnya hilang.


"Sekali lagi terima kasih Mr," ucap Zain lagi.


"Sama-sama Pak, kalau begitu kami pamit dulu," pamit Mr Joni pada Zain dan juga Hazel, tak lupa mengukir senyum kearah Hazel.


"Sayang," panggil istri Mr Jo, ketika keduanya sudah berada di dalam mobil.


"Iya,"


"Kenapa tatapan kamu ke wanita tadi berbeda?" tanya Istri Mr Joni ketika melihat cara sang suami menatap Hazel dengan tatapan yang berbeda.


"Berbeda, apa jangan-jangan, sebelum kamu menikah dengan aku, kamu memiliki hubungan dengannya?" tanya istri Mr Joni.


"Boleh di bilang begitu,"


"Jadi benar kamu dan dia memiliki hubungan?"


"Iya, hubungan sebagai wali murid dan juga guru, ketika aku masih bertugas di sekolah yang lama,"

__ADS_1


"Ish, aku pikir sungguhan,"


"Tidak lah, sayang," sambung Mr Joni sambil mengukir senyum kearah sang istri, sebelum ia menginjak pedal gas untuk melajukan mobilnya.


*


*


*


Pagi hari, seperti apa yang sang suami katakan, Hazel pergi ke kamar sang putri, untuk menanyakan perihal yang semalam, meskipun Mr Joni sudah memberi tahu semuanya, tapi ia ingin mendengar dari mulut sang putri.


"Mama boleh marah padaku," ucap Ev, setelah ia menceritakan dengan rinci kejadian semalam.


"Mama tidak akan memarahi kamu,"


"Tumben, tidak seru dong Ma,"


"Memangnya kamu mau di marahi mama?"


"Tentu saja tidak," sambung Ev yang kini memeluk tubuh sang mama. "Ma," panggil Ev, setelah melepas pelukannya.


"Iya?"

__ADS_1


"Mama pernah memiliki hubungan dengan Mr Jo?" tanya Ev, penasaran, karena kemarin siang, saat bertemu dengan Mr Joni di sekolah, Mr Joni menanyakan keadaan sang mama.


Bersambung...............


__ADS_2