
Zain tidak bisa menutupi kecemasan, dan terus menggenggam tangan sang istri, yang sedang di periksa oleh dokter kandungan, setelah tibanya ia dan juga sang istri di rumah sakit.
Karena Hazel mengeluh sakit perut setelah melakukan aktifitas panas di pagi hari, yang membuat keduanya sama-sama merasakan nikmat surga dunia untuk kedua kalinya, meskipun akhirnya Zain menyesal telah melakukannya, karena membuat sang istri mengeluh sakit, dan ia takut terjadi sesuatu pada kandungan Hazel.
"Dok, bagaimana? Istriku baik-baik saja kan?" tanya Zain, setelah sang istri selesai di periksa oleh dokter Mila, dokter kandungan Hazel yang sudah tidak muda lagi.
Dokter Mila mengukir senyum, mendengar pertanyaan Zain. "Ibu Hazel baik-baik saja, Pak,"
"Baik bagaimana Dok, Dokter sendiri tahu. Istriku terus mengeluh sakit," sahut Zain yang tidak terima dengan jawaban dokter Mila.
"Tapi sekarang tidak sesakit tadi Pak, jadi Pak Zain tenang saja,"
"Bagaimana bisa tenang, Dok. Melihat Istriku kesakitan, dan aku takut terjadi sesuatu dengan bayi kami,"
"Bayi Pak Zain baik-baik saja, hanya saja dia belum terbiasa, saat mendapat kunjungan dari Pak Zain, apa lagi berkunjungnya lama, tentu saja dia akan risih," ujar Dokter Mila sambil mengukir senyum, tahu apa yang terjadi dengan pasiennya. "Apa Pak Zain lupa, aku sudah pernah memberi tahu, di trimester pertama sebaiknya jangan melakukan hubungan suami istri dulu, jikalau sudah tidak tahan, dan ingin melakukannya, boleh saja, tapi dengan waktu yang singkat, dan tidak terlalu menekan,"
Zain yang tadi menatap pada dokter Mila langsung memalingkan wajahnya, merasa malu, dan Zain begitu bingung kenapa dokter Mila tahu, jika ia dan juga sang istri baru saja melakukan hubungan suami istri, dengan waktu yang cukup lama, saat ia dan juga Hazel sama-sama menikmati aktifitas panasnya, dan berulang kali melakukannya.
"Apa Istriku, harus menjalani rawat inap?" tanya Zain tanpa menatap pada dokter Mila.
"Terserah pada Pak Zain, mau di rawat boleh, tidak juga tidak apa-apa, tapi pulangnya menunggu kondisi ibu Hazel benar-benar baik,
"Baiklah, aku ingin Istriku di rawat inap, dan berikan pelayanan khusus untuknya,"
__ADS_1
"Baiklah sesuai apa yang Pak Zain inginkan. Dan ya Pak, ingat pesan aku tadi, kalau bisa jangan melakukan hubungan suami istri dulu,"
"Mana bisa Dok," sahut Zain refleks.
"Kalau begitu lakukan dengan pelan dan waktu singkat,"
"Baik, semoga tidak khilaf,"
"Aku yakin pasti khilaf," sambung doktor Mila sambil tersenyum.
*
*
*
"Maafkan papa ya, Nak," ucapanya, dan kini menolah pada sang istri. "Zel, maafkan aku ya, karena aku sudah membuat kamu ada di sini,"
"Itu bukan salah kamu Zain, tapi salah aku, yang terus meminta kamu melakukannya, dan menekannya dengan kuat, karena itu rasanya begitu nikmat," sambung Hazel dengan jujur, karena ia yang meminta Zain untuk melakukannya lagi dan lagi, meskipun keduanya sudah beberapa kali mencapai puncak kenikmatan, apa lagi Hazel merasa nikmat yang luar biasa, saat milik sang suami menghujami daerah intinya, di banding menggunakan benda mainannya.
"Aku juga sangat menikmatinya Zel," jujur Zain tanpa malu, yang tidak bisa di pungkiri, rasanya berbeda saat ia melakukannya dengan miss lux, baru sekali menumpahan lahar, langsung lemas, tapi tidak saat melakukannya dengan Hazel, junior miliknya tetap on meskipun sudah memuntahkan laharnya. "Zel, tapi sebelumnya terima kasih, kamu sudah mengijinkan aku untuk menjenguk anak kita,"
"Aku yang berterima kasih Zain, dan aku menginginkannya lagi," sambung Hazel terus terang dan tanpa malu-malu, untuk apa malu, pikir Hazel, toh Zain suaminya.
__ADS_1
"Tapi dokter bilang tidak..."
"Pelan-pelan saja," ujar Hazel memotong perkataan Zain.
"Baiklah, tapi tidak sekarang,"
"Setelah aku baikan, oke!"
"Oke," sambung Zain yang langsung memeluk Hazel, saat ia merentangkan kedua tangannya mengisyaratkan ia ingin di peluk sang suami.
*
*
*
Bruk!
"Sial! Punya mata itu buat lihat!" kesal Ev saat ia yang ingin menuju kantin, bertabrakan dengan seseorang. "Mr, Jo," ucap Ev, saat ia melihat siapa yang baru saja menabraknya.
Bersambung..............
Malam Guys, oh ya. Mau kasih tahu, jika novel ini konfliknya tidak akan berat, seberat beban hidupku wkwkwkwk.
__ADS_1
Jika ada yang suka konflik berat, maafkan jika tidak sesuai ekspektasi kalian. Aku hanya ingin menghibur saja, dengan tulisan acakadulku ini.
Sebenarnya mau tak kasih konflik berat, tapi kasihan pada pasangan ini yang sudah menderita sekian lama 🤣🤣🤭🤭🤭