HOT DUDA VS HOT JANDA

HOT DUDA VS HOT JANDA
Bersulang


__ADS_3

Hazel yang enggan untuk menginap di rumah sakit, akhirnya memutuskan pulang ke rumah, saat hari mulai petang.


Zain yang berada di dalam kamar sang istri tidak bisa melakukan apa pun, padahal ia ingin memanjakan sang istri, tapi apalah daya, Zi sang putri sejak tadi terus berada di samping sang istri.


"Zi," panggil Zain dan mendekati tempat tidur dimana sang istri dan juga sang putri berada.


"Iya Pa,"


"Lebih baik kamu pergi ke kamar kamu, lihat Ev sedang apa," usir Zain dengan halus, agar sang putri memberikan ruang padanya untuk berduaan dengan sang istri.


"Tidak mau, aku mau sama mama,"


"Ya ampun Zi, Ev saja tidak seperti kamu, nempel terus kaya lem," ujar Zain sangat heran dengan sang putri yang sekarang sangat dekat dengan Hazel, tidak seperti Ev yang begitu cuek dengan sang mama.


"Biarin, sekarang kan mama Ev mama aku juga, iya kan Ma?"


Hazel hanya menganggukkan kepalanya mendengar pertanyaan Zi, entah mengapa ia merasa senang, Zi sekarang sangat dekat dengannya, di banding putrinya sendiri, karena sejak dulu Ev tidak terlalu dekat dengannya.


"Tapi mama kamu butuh istirahat, kalau kamu berada disini, bagaimana mama akan beristirahat," sebisa mungkin Zain ingin membuat sang putri meninggalkan kamar tersebut.


Namun, yang ada Zi sekarang merebahkan tubuhnya. "Aku mau tidur dengan Mama,"


"Apa?!"


"Kenapa Papa terkejut?" tanya Zi dari tempatnya.


"Tidak bisa, untuk malam ini, lebih baik kamu ke kamar dan temui Ev,"


"Bukannya Ev tadi sudah berpamitan pada Papa? Dia kan, sedang pergi ke kafe menemui temannya,"


"Pergi?"


"Pergi?" tanya Hazel dan juga Zain bergantian, karena Ev tidak berpamitan pada keduanya.

__ADS_1


"Iya, Pa,"


Zain kini menatap pada Hazel, yang juga sedang menatap kearahnya.


"Zel, apa Ev tidak berpamitan dengan kamu?"


"Tidak, dengan kamu juga tidak?"


"Tidak," jawab Zain, dan kini mengambil ponsel yang ada di kantong celananya. "Aku akan menghubungi dia,"


*


*


*


Albert dengan kedua sahabatnya datang terlebih dahulu di kafe, tempatnya malam ini Ev ingin menemuinya dengan mengajak Zi, gadis yang sedang ia incar.


"Tentu saja tidak, aku yakin dia hanya akan datang seorang diri,"


"Kenapa kamu yakin sekali?"


"Yakin lah, aku tahu gadis seperti Zi tidak akan mudah keluar dari rumah,"


"Jika kamu tahu, kenapa kamu datang ke sini, kamu kan mengincar Zi, bukan Ev,"


"Hanya ingin memberi pelajaran pada gadis murahan itu," dan Albert langsung menyuruh kedua sahabatnya pergi ketika melihat Ev datang seorang diri menghampirinya.


"Selamat malam. Maaf aku datang terlambat," sapa Ev yang kini sudah mendekati dimana Albert berada.


"Dimana Zi?" tanya Albert pura-pura, padahal ia sudah sangat yakin, Ev tidak akan mengajak Zi.


"Dia tiba-tiba sakit,"

__ADS_1


"Tidak masalah,"


Senyum terukir dari kedua sudut bibir Ev, mendapati Albert tidak marah, karena ia tidak mengajak Zi.


"Jadi kita makan malam hanya berdua saja nih?" tanya Ev berbasa-basi.


"Tentu, kamu mau makan apa?"


"Apa saja yang kamu pesan aku akan memakannya," jawab Ev dengan senyum yang tidak pudar dari kedua sudut bibirnya.


"Okelah, aku akan memesan, tapi sebelum itu, kamu minum ini dulu, dan kita bersulang,"


Ev tahu persis gelas yang disodorkan Albert berisi minuman beralkhohol, dan dengan segera ia mengambil gelas tersebut dan bersulang mengikuti Albert. Sebelum meminumnya, karena ia juga sudah pernah mencoba minuman beralkhohol.


Ev menautkan keningnya setelah mencoba minuman beralkhohol tersebut, rasanya berbeda dengan yang pernah ia coba.


Tentu saja berbeda, karena kadar alkohol minuman yang ada di gelas Ev sekarang memiliki kadar alkohol cukup tinggi, tidak seperti yang pernah ia minum.


Dan Albert sengaja memberikan minuman tersebut hanya ingin memberi pelajaran pada Ev.


"Lagi," ajak Albert untuk bersulang lagi.


Yang langsung diiyakan Ev, dan ia langsung meminum minuman yang ada di tangannya hingga habis.


Dan setelahnya, Albert menuang lagi minuman tersebut ke gelas Ev.


"Bersulang," ajak Albert lagi.


Namun, saat Ev ingin mengangkat gelas tersebut untuk bersulang kembali, tiba-tiba tangannya di cekal, dan ia pun langsung menatap pemilik tangan yang berdiri di sampingnya.


"Mr Jo?"


Bersambung...........

__ADS_1


__ADS_2