
"Mr Jo," ucap Ev lagi.
Namun, tidak Mr Joni hiraukan, karena tatapan matanya tertuju pada Albert, yang sedang memalingkan wajah, mendapati Mr Joni.
Guru BP yang baru masuk ke sekolahnya terdahulu, dimana membuat ia harus di keluarkan dari sekolah, sebelum pindah ke sekolah di mana Ev dan Zi berada.
"Albert, berbuat baiklah, dimana kamu berada, jangan sampai kedua orang tuamu, malu lagi melihat kelakuan kamu. Apa kamu masih ingat, kenapa kamu di keluarkan dari sekolah terdahulu? Semoga kamu masih ingat, dan jadikan itu sebuah pelajaran berharga. Jangan sampai kamu mengulangi perbuatan kamu lagi. Kamu masih beruntung, pihak berwajib tidak turun tangan," ucap Mr Joni mengingatkan Albert.
Dimana ia harus di keluarkan dari sekolah terdahulu, karena mengadakan pesta miras di lingkungan sekolah, bukan hanya itu, ia juga terlibat dalam pelecehan di area sekolah.
Albert yang masih mengingat apa yang terjadi di sekolah terdahulu, kini beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan meja dimana ia dan juga Ev berada tanpa mengatakan apa pun, di ikuti kedua sahabatnya yang tadi berada di meja tidak jauh darinya.
Tentu saja hal itu membuat Ev bingung, dan coba untuk memanggil Albert, tapi tidak dihiraukan olehnya. Dan sekarang Ev menoleh pada Mr Joni yang masih berdiri tepat di sampingnya.
"Mr Jo, mengenal Albert?" tanya Ev penasaran.
"Sangat mengenalnya, Mr harap kamu menjauh dari dia,"
"Kenapa?"
"Menjauh saja,"
__ADS_1
"Harus ada alasannya dong,"
"Dia tidak baik untuk kamu,"
"Mr Jo pikir, Mr baik untukku? Tidak, dimana aku berada pasti Mr Jo muncul, seperti jaelangkung!" seru Ev, sedikit kesal dengan Mr Joni, karena malam ini ia gagal makan malam dengan Albert, pria yang sedang ia kejar.
Kemudian Ev beranjak dari duduknya. "Jika Mr Jo tidak mau memberi tahu aku, kenapa Mr Jo bilang Albert tidak baik, ya sudah, aku juga tidak perlu jawaban dari Mr Jo," ucap Ev, yang kini memegang keningnya, ketika merasa pusing, dan kembali duduk di tempatnya semula.
Mendapati Ev memegangi keningnya, Mr Jo langsung mengambil gelas berisi minuman beralkhohol milik Ev, lalu menciumnya.
"Ya Tuhan," ucap Mr Joni, mendapati minuman tersebut memiliki kadar alkohol yang cukup tinggi, yang bisa membuat peminum awam, akan mabuk hanya menenggak satu gelas.
Kemudian Mr Joni memanggil pelayanan, untuk memesan jus lemon dan juga air mineral berharap bisa untuk mengurangi efek minuman beralkhohol yang Ev minum.
*
*
*
Hazel maupun Zain belum juga tidur, dan mereka berdua sedang duduk di ruang keluarga dengan perasaan cemas, karena sampai jam sebelas malam lebih, Ev sang putri belum juga pulang.
__ADS_1
"Tetap tidak bisa Zain," ucap Hazel untuk kesekian kalinya ia menghubungi ponsel sang putri, tapi ponselnya mati, padahal tadinya ponsel Ev masih hidup.
"Ya Tuhan, anak itu ke mana,"
"Zain, apa Zi tidak tahu Ev pergi ke mana?"
"Tidak Zel,"
"Ya Tuhan, anak satu itu benar-benar, awas saja nanti,"
"Jangan seperti itu, kita harus lembut pada Ev, Zel,"
"Tapi dia..."
"Sstt," sambung Zain memotong perkataan sang istri, lalu memeluk bahunya. "Kita harus jadi orang tua yang sabar, menghadapi anak-anak kita Zel,"
Belum juga Hazel menimpali ucapan sang suami. Suara bel pintu berbunyi, tentu saja Hazel dan juga Zain langsung beranjak dari duduknya.
"Mungkin itu putri kita, Zel," ucap Zain yang langsung mengikuti sang istri menuju pintu.
"Selamat malam," sapa Mr Joni yang mengantar Ev pulang ke rumah, ketika ia tidak lagi terpengaruhi minuman beralkhohol, saat Hazel membuka pintu rumahnya, tak lupa senyum manis Mr Joni tunjukkan pada Hazel, tanpa peduli pada Zain. "Bagaimana kabar Nyonya?"
__ADS_1
Bersambung...............