
Hari ini Zain memutuskan untuk tidak meninggalkan kamarnya, dan tetap menemani sang istri yang terus saja muntah dan mengeluh pusing.
Padahal Hazel sudah minum obat yang di berikan oleh dokter kemarin malam.
Dan sekarang Zain yang duduk di pinggiran ranjang dimana sang istri sedang merebahkan tubuhnya, setelah muntah, segera memijat kening sang istri, berharap bisa membuat Hazel lebih baik.
"Zain," panggil Hazel sambil memejamkan matanya, kala Zain masih terus memijat kepalanya.
"Hem,"
"Lebih baik kamu susul putri kita, aku tidak apa-apa sendiri disini," ujar Hazel, karena Ev dan juga Zi sedang menuju pantai yang sangat terkenal di pulau tersebut.
"Tapi aku tidak bisa meninggalkan kamu dalam kondisi saat ini,"
Mendengar ucapan sang suami, membuat Hazel kini membuka kedua bola matanya, lalu menatap pada Zain yang masih berada di tempatnya, entah mengapa mendengar ucapannya, membuat ia merasa di perhatian oleh sang suami, yang saat ini belum ia anggap suami sungguhan.
"Lagian, Ev dan juga Zi sudah bersama pemandu wisata, dan mereka pasti aman," ujar Zain, untuk memastikan agar sang istri tidak cemas dan menyuruhnya untuk menyusul kedua putrinya.
Karena Zain ingin tetap bersama sang istri, dan menemaninya, entah mengapa ia merasa ingin selalu dekat dengan Hazel setelah tau dia sedang hamil.
"Tapi..."
__ADS_1
"Sudahlah, sekarang kamu istirahat lagi," sambung Zain memotong perkataan Hazel. "Atau kamu mau makan sesuatu?"
"Tidak, aku hanya ingin di peluk seperti semalam," jawab Hazel spontan, dan langsung membekap mulutnya, karena seharusnya ia tidak mengatakan perkataan yang baru saja keluar dari mulutnya. "Eh maksud aku bukan se..."
Hazel tidak jadi meneruskan ucapannya, karena Zain kini naik ke atas ranjang, merebahkan tubuhnya dan memeluk sang istri seperti semalam.
"Seperti ini?" tanya Zain.
Yang langsung mendapat anggukan kepala dari Hazel. "Maaf, aku merepotkan kamu,"
"Tidak masalah, yang penting bisa membuat kamu lebih baik,"
"Terima kasih,"
*
*
*
Sementara itu Ev dan juga Zi yang sudah puas bermain di pinggir pantai, kini menepi dari pinggir pantai yang di penuhi dengan turis lokal dan internasional.
__ADS_1
Dan keduanya kini mendekati Mr. Joni yang sedang duduk di meja payung yang berjejer di sepanjang tepi pantai, karena keduanya ternyata satu pemandu wisata yang disediakan oleh pihak hotel.
"Kalian sudah selesai?" tanya Mr. Joni sambil menatap Zi, tapi tidak berani menatap Ev, yang memakai pakaian serba minim, berbeda dengan Zi yang mengenakan pakaian yang tidak terlalu minim.
"Tentu saja belum, Mr. mataku masih belum puas melihat keindahan ini," jawab Ev, dengan mata yang jelalatan melihat turis asing yang hilir mudik di hadapannya. "Ya Tuhan, tinggi besar, fix anunya pasti panjang dan besar, tidak seperti Mr. Jo, pasti miliknya kecil,"
Mr. Joni yang tadi enggan untuk melihat Ev, kini terpaksa melihat kearahnya, setelah mendengar apa yang di katakannya, dan ia tahu apa maksud dari ucapan anak didiknya tersebut.
"Ev, apa yang kamu katakan, jika kalian sudah puas bermain di sini, lebih baik kita pulang,"
"Yang aku katakan, milik Mr. Jo pasti kecil kan, berbeda tuh sama bule-bule yang tubuhnya tinggi besar, yang pasti anunya juga besar, buktinya tadi aku melihat istri Mr. Jo cemberut saja, dan enggan ikut ke sini, pasti semalam Mr. Jo tidak bisa memuaskan istri Mr. Iya kan, ngaku saja deh," ujar Ev, mengingat lagi, sebelum ia masuk ke dalam mobil dengan para wisatawan lain di lobi hotel, ia melihat istri Mr. Joni enggan ikut bersama rombongan, dan sedikit cek cok dengan Mr. Joni sebelum kembali ke kamar hotelnya.
"Ev, anu itu apa?" tanya Zi yang berada di sampingnya.
"Capek deh, jika si dodol sudah bertanya," cibir Ev, yang langsung mendudukkan bokongnya tepat di samping Mr. Joni, membuatnya langsung menggeser duduknya, dan Ev pun langsung menoleh pada gurunya tersebut.
"Mr, aku tidak najis ya, jangan seperti itu, aku tersinggung loh ya," Ev pun kini menggeser bokongnya untuk mendekati Mr. Joni.
"Ev, berhenti!"
"Kenapa? Takut nyetrum? Sorry, seleraku bukan Mr," Ev pun langsung beranjak dari duduknya.
__ADS_1
Bersambung..............