HOT DUDA VS HOT JANDA

HOT DUDA VS HOT JANDA
Dicemari


__ADS_3

"Tunggu, kalian mau ke mana?" tanya Mr. Joni ketika Ev menarik tangan Zi dan ingin pergi meninggalkannya.


"Jangan kepo, ayo Zi,"


Namun, bukannya mengiyakan ajakan Ev, Zi malah melepas tangannya yang masih di pegang oleh Ev.


"Aku capek Ev, lebih baik kita pulang, sebentar lagi mau petang,"


"Benar apa yang di katakan oleh Zi, lebih baik pulang, Mr. Baru dapat pesan, rombongan akan segera kembali ke hotel,"


"Iya!" sahut Ev kesal, padahal ia masih belum ingin pulang, dan masih ingin cuci mata melihat pria-pria tampan.


*


*


*


Sementara itu, entah sudah berapa lama Hazel tertidur. Hingga jam dinding di kamar hotel miliknya sudah menunjukan pukul delapan malam.


Dan ia sekarang tersenyum ketika melihat Zain masih dengan posisinya, tidur sambil memeluknya, yang tidak Hazel pungkiri, membuatnya jauh lebih baik, tidak lagi ingin muntah dan juga pusing.


Kemudian satu tangannya membelai wajah sang suami, sambil mengamati setiap jengkal wajahnya.


"Apa aku harus mengakui dia sebagai suamiku? Dan menjalani rumah tangga dengannya?" Hazel menbantin, lalu menjauhkan tangannya dari wajah sang suami. "Tidak, aku tidak ingin mengkhianati suamiku," ucapnya dan mengalihkan tatapannya kesembarang arah tidak ingin melihat wajah Zain. "Suamimu sudah meninggal, tidak ada kata pengkhianatan, Zel. Simpan kenangan tentang suami kamu itu, di lubuk hatimu yang terdalam, dan sekarang mulailah hidup baru," entah ucapan dari mana, yang kini memenuhi telinga Hazel.


Membuatnya langsung menutup kedua telinganya. "Tidak!" teriak Hazel.

__ADS_1


Mendengar teriakan sang istri, membuat Zain langsung terbangun dari tidurnya, dan langsung menoleh kearah sang istri. "Zel, kamu baik-baik saja?" tanyanya, dan beranjak dari tidurnya. "Zel,"


"Aku baik-baik saja," jawabnya, dan kini ia beranjak dari tidurnya, lalu turun dari atas ranjang.


Namun, karena masih merasakan lemas, membuat tubuhnya hilang keseimbangan. Tapi dengan sigap Zain menahan tubuhnya.


"Duduklah, jangan paksa untuk bergerak, katakan saja apa yang kamu inginkan, aku akan mengambilkannya untukmu," Zain kini mendudukkan sang istri di pinggir ranjang. "Kamu ingin apa?"


Namun, bukannya menjawab, Hazel malah menatap kearah sang suami.


"Zain,"


"Iya, katakan saja kamu mau apa,"


"Bukan itu,"


"Kenapa kamu baik padaku, tidak seperti dulu?" pertanyaan yang sebenarnya ingin Hazel tanyakan, sejak keduanya tidak lagi bertengkar jika bertemu.


"Malu Zel, kita bukan bocah lagi, kita sudah sama-sama dewasa,"


"Hanya itu?"


"Tidak, karena kamu sedang mengandung anakku," batin Zain sambil tersenyum. "Iya, memangnya apa lagi," jawab Zain.


"Oh," hanya itu tanggapan dari Hazel, entah mengapa ia merasa sedikit kecewa mendengar jawaban dari sang suami. "Zain?"


"Iya,"

__ADS_1


"Aku ingin mengakhiri liburan ini, dan cepat pulang,"


"Tapi putri kita akan kecewa bila kita pulang cepat, Zel,"


"Tapi aku sama sekali tidak menikmati liburan ini,"


"Suatu saat aku akan mengajak kamu ke sini, saat keadaan kamu membaik," sambung Zain, dan refleks memeluk sang istri, tentu saja Hazel pun refleks memeluk balik.


*


*


*


Ev langsung menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang, ketika baru saja tiba di kamar hotel.


Dan langsung memejamkan matanya untuk pura-pura tidur, ketika melihat Zi kini mendekatinya, karena Ev yakin, banyak pertanyaan yang akan sahabatnya tersebut tanyakan, yang pasti akan membuat kepalanya pusing.


"Ev, kamu membohongi aku tahu, kamu bilang dengan minum minyak tanah bisa hamil, tidak tahu. Dan setelah aku cari di internet, kata mbah budel, hamil itu karena ada pembuahan di dalam rahim perempuan setelah melakukan hubungan, dan aku ingin bertanya padamu, hubungan yang di maksud itu apa?"


"Ya ampun!" keluh Ev, yang kini membuka kedua bola matanya, lalu mengambil ponselnya, dan kini memberikannya pada Zi.


"Apa ini Ev?"


"Putar saja, dan dari situ kamu akan tahu hubungan yang baru kamu tanyakan," jawab Ev, menunjukan vidio biru yang masih tersimpan di ponselnya. "Sekali-kali otak kamu harus dicemari, biar dodolnya ilang!"


Bersambung..............

__ADS_1


__ADS_2