HOT DUDA VS HOT JANDA

HOT DUDA VS HOT JANDA
Kado


__ADS_3

Tidak seperti sebelumnya, Hazel yang selalu marah-marah pada Zain pasti akan melakukan sesuatu pada Zain, tapi tidak dengan sekarang, saat ia tahu sang suami memeluk tubuhnya sambil tidur.


Perlahan Hazel menyingkirkan tangan Zain lalu beranjak dari tidurnya, kemudian turun dari tempat tidur.


Hazel yang sudah turun dari tempat tidur, kini menatap pada Zain yang masih tertidur pulas.


"Terima kasih," ucap Hazel, mengingat kejadian semalam, dimana Zain bisa menjadi pendengar yang baik, saat ia menceritakan keluh kesahnya, dan seketika Hazel mengingat mendingan sang suami, yang selalu menjadi pendengar yang baik untuknya. "Sayang," ucap Hazel, dan kini mengingat sang putri, dan bergegas ia keluar dari dalam kamar sang suami untuk menemui sang putri.


Hazel yang sudah berada di dalam kamar Zi, kini mendekati tempat tidur, dimana Ev dan juga Zi masih tertidur pulas, dan langsung membelai pipi sang putri ketika sudah mendekatinya.


"Maafkan mama Ev, mama janji mulai sekarang mama akan selalu ada untukmu," dan Hazel kini mencium kening sang putri, membuat pemilik kening perlahan membuka kedua bola matanya.


"Mama," ucap Ev, ketika ia sudah tersadar dari tidurnya, lalu baranjak dari tidurnya, yang langsung mendapat pelukan dari sang mama yang sudah duduk di pinggiran tempat tidur.


"Maafkan Mama, Ev. Mama salah untuk hal ini, mulai saat ini, mama janji tidak akan kasar padamu,"


"Mama tidak bohong?"


"Tidak Ev," Hazel yang sudah melepas pelukannya, kini membelai pipi sang putri. "Sebagai permintaan maaf mama atas kejadian semalam, mama akan mengabulkan apa pun yang kamu mau,"


"Apa pun?"


"Iya," jawab Hazel singkat.


"Baiklah, aku ingin berlibur dengan papa, mama dan juga Zi,"

__ADS_1


"Tidak ada yang lain?"


"Tidak,


"Baiklah, nanti mama tanya pada Zain, dia bisa pergi apa tidak,"


"Tentu saja, pasti papa mau," sambung Zi, yang juga sudah bangun dari tidurnya, dan mendengar apa yang Ev katakan dengan mama barunya tersebut.


"Tuh kan, Ma. Pasti papa mau,"


Hazel hanya mengangguk, untuk menanggapi ucapan dari sang putri. Tidak mungkin menolak permintaan sang putri.


"Asik, kita liburan bersama," sambung Zi, dan langsung memeluk tubuh Hezel. "Terima kasih, Ma,"


*


*


*


"Zel, Zi sudah bicara padaku, soal liburan,"


"Maaf Zain, aku sudah melibatkan kamu dalam hal ini," ucap Hazel merasa tidak enak.


"Tidak masalah, mungkin dengan permintaan Ev, akan membuatnya jauh lebih baik, tapi maaf, tidak bisa minggu, minggu ini, karena jadwalku sangat padat,"

__ADS_1


"Baiklah, terserah kamu bisanya kapan, aku akan bicara lagi pada Ev nanti,"


"Aku saja yang bicara padanya,"


"Maaf sudah merepotkan kamu,"


"Tidak masalah," sambung Zain yang langsung menginjak pedal gas, untuk melajukan mobilnya.


Ev begitu bingung, ketika Mr. Joni menyuruhnya untuk ke ruang kerjanya, padahal Ev tahu persis, mama dan juga papanya baru saja meninggalkan halaman parkir sekolah.


Tanpa menyapa Mr, Joni, Ev yang sudah berada di dalam ruang kerjanya, langsung mendudukkan bokongnya, di kursi yang berada tepat di depan meja kerja Mr. Joni. "Ada apa Mr. Memanggil aku?" tanya Ev, sedikit kesal pada guru BP nya tersebut, yang sudah melaporkan kejadian kemarin pada sang mama. "Aku sudah berjanji pada Mr. Jo. Tidak akan mengulangi kejadian kemarin,"


"Bukan tentang itu yang ingin Mr, bicarakan denganmu, Ev,"


"Terus apa? Apa Mr. Berubah pikiran dan ingin link ilegal yang berada di dalam ponselku? Tapi maaf, ponselku sudah hancur lebur di banting mama semalam,"


"Bukan,"


"Terus apa?"


"Sejak kapan, Mama kamu sudah menikah?"


"Kamu nanya, kamu bertanya tanya?" jawab Ev yang langsung bangkit dari duduknya, dengan tubuh tetap menghadap pada Mr. Joni. "Maaf Mr. Aku tahu Mr, menyukai mama, tapi maaf, aku tidak menyukai bujang lapuk seperti Mr. Lebih baik Mr, fokus pada pernikahan Mr, oke. Tenang saja, nanti aku kasih kado tisu magic, biar tambah kuat,"


"Ev, kamu tahu barang begituan dari mana?" tanya Mr. Joni.

__ADS_1


"Kasih tahu tidak ya, ya tentu saja tidak, dadah bujang lapuk," Ev pun langsung meninggalkan ruangan Mr, Joni, yang sekarang menggelengkan kepalanya sambil menatap kepergian anak didiknya, yang perlu pengawasan ekstra.


Bersambung.................


__ADS_2