HOT DUDA VS HOT JANDA

HOT DUDA VS HOT JANDA
Terong Bergoyang


__ADS_3

Hazel berpikir sejenak mendengar pertanyaan sang putri, yang menanyakan tentang Mr Joni.


"Ma, kenapa diam saja," ucap Ev karena sang mama malah melamun.


"Memiliki hubungannya sih tidak Ev, tapi dulu banget pernah beberapa kali Mr Joni datang ke rumah, dan juga beberapa kali menemui mama di kantor," Hazel mengingat lagi hal tersebut yang terjadi beberapa tahun lalu.


"Pantas saja, semalam saat mengantar aku pulang, Mr Jo tahu rumah kita dimana. Oh ya Ma, untuk apa dulu Mr Jo menemui Mama?"


"Mama lupa Ev, sepertinya beberapa kali mengantar parcel buah, dan beberapa kali mengantar buket bunga,"


"Apa tujuannya?"


"Entahlah, Mama tidak menghiraukan dia, karena mama pikir dia orang yang sedikit tidak waras, dan setelah itu, mama menyuruh security rumah dan juga kantor, melarang dia masuk," jelas Hazel. "Eh, pas mama ke sekolah kamu, mama baru tahu dia guru BP di sekolah kamu,"


"Eh Ma, jangan-jangan Mr Jo dulu suka sama Mama,"


"Jangan ngawur kalau ngomong,"


"Kalau iya gimana?"


"Ya tidak bagaimana-bagaimana, dia sudah punya istri. Dan mama sudah punya suami, yang sangat mama cintai,"


"Cie, cie,"


"Ah sudahlah, lebih baik kamu sarapan, di meja makan sudah ada Zi,"


"Mama tidak?"


"Mama sarapan yang lain,"

__ADS_1


"Pasti sarapan terong bergoyang,"


"Ev!"


"Kabur!" teriak Ev yang langsung keluar dari dalam kamarnya, dan meninggalkan sang mama.


"Dasar," ucap Hazel dan langsung merapikan selimut milik sang putri.


Namun, baru saja ingin melipat selimut sang putri, tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang, dan Hazel tahu persis, yang memeluknya adalah Zain sang suami, dari tangan kekar yang sekarang mengelus perutnya, dan wangi parfum yang selalu di gunakannya.


"Zain,"


"Terima kasih," sahut Zain, karena tadi mendengar sang istri mengatakan sangat mencintainya.


"Untuk apa?"


"Semuanya," jawab Hazel, yang kini membalik tubuh sang istri untuk menghadap kearahnya, lalu mendekatkan bibirnya ke bibir sang istri.


"Pa, Ma, apa yang kalian lalukan?" tanya Zi penasaran dan kini mendekati keduanya, tentu saja Hazel langsung menjauhkan tubuhnya dari sang suami yang tadi tidak berjarak.


"Tidak ada Zi," jawab Hazel sambil mengukir senyum.


"Terus, untuk apa Mama dan juga Papa dekat-deket begitu?"


"Mama kamu tadi kelilipan, papa coba meniup kelopak matanya," sekarang Zain yang menjawab pertanyaan sang putri.


"Oh begitu," sambungan Zi yang sekarang menarik tangan sang mama dan juga sang papa untuk keluar dari dalam kamar.


"Zi lepas, apa yang kamu lakukan," ucap Zain sambil mengikuti langkah sang putri yang menarik satu tangannya.

__ADS_1


"Mau memaksa Mama biar mau sarapan, kata Ev Mama mau sarapan terong bergoyang, aku tidak mau adik aku sarapan terong bergoyang, nanti adik aku jadi ungu dong,"


Hazel dan juga Zain saling tatap mendengar apa yang sang putri katakan, lalu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


*


*


*


Tepat jam istirahat, Ev bergegas menuju kantin seorang diri, seperti biasa Zi seperti anak TK yang sudah membawa bekal, padahal pihak sekolah sudah menyediakan makanan empat sehat lima sempurna di kantin. Dan jangan harap ada abang jualan cilor, cilok, bilung dan lainnya.


Namun, tujuan Ev ke kantin, bukan hanya untuk membeli makanan, tapi ingin menemui Albert, yang tadi mengirim pesan dan ingin bertemu dengannya.


Sebenarnya Ev malas untuk menemuinya setelah tahu seperti apa Albert yang sebenarnya, apa lagi Evan mengajaknya untuk balikin.


Tapi Ev yang penasaran untuk apa Albert ingin bertemu dengannya, akhirnya memutuskan untuk menemuinya.


Ev yang tahu dimana Albert selalu berada, langsung menghampirinya, dan tanpa mengatakan apa pun ia duduk di kursi tepat di hadapan Albert.


"Aku kira kamu tidak akan menemui aku," ucap Albert.


"Jangan berbasa-basi, untuk apa kamu ingin bertemu dengan aku,"


"Maafkan aku untuk kejadian semalam,"


"Meskipun aku sudah memaafkan kamu, aku tidak akan pernah mengijinkan kamu mendekati Zi," ujar Ev, yang tahu Albert mengincar Zi.


"Tidak, aku tidak akan pernah mendekatinya, tapi aku ingin dekat dengan kamu,"

__ADS_1


"Apa?!"


Bersambung.....................


__ADS_2