HOT DUDA VS HOT JANDA

HOT DUDA VS HOT JANDA
Benang Kusut


__ADS_3

Setelah pulang dari sekolah, Ev dan juga Zi langsung pergi ke rumah sakit, ketika mereka tidak mendapati sang mama di rumah, dan asisten rumah tangganya mengatakan sang mama ada di rumah sakit.


"Ev, bisa cepat tidak sih!" gerutu Zi, ketika keduanya baru saja turun dari dalam mobil yang di kendarai sopir sang mama. "Mama sedang sakit, kamu malah main HP terus!" kesal Zi, karena sedari tadi Ev terus bermain ponsel sambil senyum-senyum sendiri, seolah tidak begitu kuatir mengetahui jika sang mama berada di rumah sakit.


Berbeda dengan Zi, yang begitu kuatir dengan keadaan Hazel.


"Sabar, kalau kamu tidak sabar jalan duluan sana!" perintah Ev, dengan tatapan mata terus tertuju pada layar ponsel yang berada di salah satu tangannya.


Tentu saja Zi langsung berjalan lebih dulu, ingin segera menemui sang mama.


"Oke, sip jam delapan malam," ucap Ev membaca pesan yang dikirim oleh Albert, seperti apa yang Ev katakan padanya siang tadi, nanti malam ia akan bertemu dengan Albert di sebuah kafe, tentu saja tidak dengan Zi, seperti apa yang ia katakan tadi siang pada Albert. "Aku tahu apa yang harus aku katakan nanti," ucap Ev lagi, dan memasukan ponselnya ke dalam tas kecil yang dikenakannya, lalu langsung menyusul Zi.


"Om, dimana mama?" tanya Zi ketika sudah mendekati Ziu, di sebuah bangku tunggu.


"Di dalam,"


"Apa yang terjadi pada mama, Om?" tanya Ev yang juga sudah mendekati Ziu.


"Gara-gara papa kamu nyodoknya kekencengan," jawab Ziu tanpa menyadari ia sedang berbicara pada anak SMA.


"Nyodok apa Om?" tanya Zi ingin tahu. Tapi bahunya langsung di dorong oleh Ev.


"Masuk dulu sama," pintanya, dan Zi pun langsung masuk ke dalam ruang perawatan sang mama. "Ngomong sama benang kusut bikin pusing,"

__ADS_1


"Benar kamu," sahut Ziu. "Eh sebentar, apa kamu tahu apa yang Om katakan barusan?" tanya Ziu penasaran.


"Tahu lah, orang sebelum aku berangkat sekolah, lihat mama dan juga papa mau anu,"


Ziu menutup mulutnya sendiri, merasa bersalah dengan apa yang sudah di katakannya, karena Ev tahu apa maksud dari ucapannya.


Zi yang sudah berada di dalam kamar langsung menghampiri Hazel yang sedang duduk diatas ranjang perawatannya, dan ia pun langsung memeluk mama sambungnya, sambil menangis.


Tentu saja membuat Hazel bingung, begitu pun dengan Zain yang duduk di kursi tepat disisi ranjang perawatan sang istri.


"Zi, ada apa?" tanya Hazel, setelah melepas pelukannya.


"Aku sedih mama berada di rumah sakit,"


Hazel langsung tersenyum mendengar jawaban dari Zi, lalu ia menghapus air matanya.


"Kenapa mama bisa masuk ke rumah sakit?"


"Itu gara-gara papa kamu," jawab Ev, menjawab pernyataan Zi yang di tunjukkan untuk sang mama, ketika Ev baru masuk ke dalam ruangan tersebut.


Mendengar jawaban dari Ev, kini Zi menatap pada sang papa.


"Pa, apa yang Papa lakukan pada Mama?" tanya Zi penuh selidik.

__ADS_1


"Papa tidak melakukan apa pun Zi,"


"Eleh bohong," sahut Ev yang kini mendekati ranjang perawatan sang mama. "Besok-besok kalau mau main, pasang alarm, dan tidak lebih dari sepuluh menit, aku tidak mau ya, adik aku kenapa napa karena Papa bercocok tanamnya kelamaan,"


"Ev, apa yang kamu katakan," ujar Hazel pada sang putri, mendapati ucapannya tidak sesuai usianya.


"Bercocok tanam? Apa Papa menyuruh Mama pergi ke sawah? Sejak kapan papa memiliki sawah? Dan dimana sawahnya?" tanya Zi.


"Dasar dodol, bukan sawah itu tapi..."


"Ev!" seru Hazel memotong perkataan sang putri, sambil menatapnya dengan tatapan tajam, lalu menoleh pada Zi sambil mengukir senyum. "Zi, jangan dengarkan apa yang Ev katakan, apa kamu ingin memeluk mama lagi? Kalau iya, naiklah,"


Tanpa mengatakan apa pun lagi Zi langsung naik keatas ranjang dan memeluk sang mama.


Sedangkan Zain kini menoleh pada Ev. "Ev..."


"Maaf Pa, tadi aku keceplosan, aku janji tidak akan bicara yang tidak-tidak lagi," sambung Ev memotong perkataan sang Papa, tahu apa yang akan dikatakannya.


"Papa harap, kamu akan memegang ucapan kamu,"


"Oke Pa, jika tidak khilaf,"


"Ev!"

__ADS_1


"Maaf Pa,"


Bersambung................


__ADS_2